Inilah bahaya yang sudah diperingatkan para ilmuwan sejak 70 tahun lalu. Perubahan iklim.
Perubahan iklim adalah perubahan komponen atmosfer yang terjadi dalam waktu lama. Perubahan itu terjadi karena pemanasan global akibat emisi gas rumah kaca.
Apa itu gas rumah kaca? Apakah karena pembuatan rumah kaca?
Bukan, Teman. Rumah kaca sama sekali bukan penyebab gas rumah kaca. Istilah gas rumah kaca diambil karena efek yang ditimbulkan sama seperti di dalam rumah kaca: suhu menjadi lebih hangat.
Gas rumah kaca sendiri terdiri dari 6 senyawa; CO2 (karbondioksida), CH4 (metana), CFC (klorofluorokarbon), NO (nitrogen monoksida), NO2 (nitrogen dioksida), SO2 (sulfur dioksida). Gas rumah kaca ini teremisi ke atmosfer dan membuat lapisan gas rumah kaca, menyerap panas matahari yang seharusnya terpantulkan ke luar angkasa dan efeknya? Suhu bumi jadi naik.
Fun fact-nya, gas rumah kaca sebenarnya sudah ada secara alamiah. Dikatakan alamiah karena berasal dari aktivitas biologi kehidupan di bumi. Itulah yang membuat suhu bumi hangat konstan (18°C) selama 10.000 tahun. Tanpa gas rumah kaca, bumi akan terus ada di dalam zaman es.
Namun sayangnya, gas rumah kaca yang teremisi sejak revolusi industri di abad 19 (1800-an) jumlahnya sudah di luar ambang batas.
Aku pengin bisa bikin kompos tapi cuma sekedar kulit telor, kulit bawang itu aja karena belom ada ilmunya dan belum tentu tahan sama baunya. Salah satu yg saat ini mindful buying biar gak gampang tergoda tanggal kembar di marketplace
Aku pengin bisa bikin kompos tapi cuma sekedar kulit telor, kulit bawang itu aja karena belom ada ilmunya dan belum tentu tahan sama baunya. Salah satu yg saat ini mindful buying biar gak gampang tergoda tanggal kembar di marketplace deh, hihi
Setuju banget dengan gerakan ini, sudah coba bikin kompos dari sisa sampah dapur tapi ga tahan sama bau nya yang nyengat bukan main, apa ada jalan keluar agar tidak bau saat dijadikan kompos?
Sementara ini langkah awal yang paling mudah untuk mengurangi global warming menurut ku adalah memilah sampah yang ada dirumah, semua sampah bisa terorganisir dengan baik dan sesuai dengan cara pengolahan nya.
ada Mba,
pertama gunakan cairan eco enzyme sebagai dekomposer plus menghilangkan bau nya,
kedua tambahkan sampah cokelat seperti sekam kering, rak telur, daun kering. Kompos itu bau kalo unsur nitrogen atau sampah basahnya terlalu banyak. Kompos kalo udah jadi gak bau koq Mba, malah enak baunya, kayak tanah segar ada bau2 kemanginya kalo menurutku
hihi… saya dulu waktu kecil pas pertama dengar istilah efek gas rumah kaca, kirain karena pembangunan gedung-gedung bertingkat yang menggunakan dinding kaca tebal.
Mindfull buying ini juga sudah coba saya terapkan di rumah mbak, pertimbangannya panjang sebelum memutuskan membeli barang buat isi rumah.
Jika setiap rumah tangga sudah melakukan pengelolaan sampah dengan baik, pastinya efek rumah kaca bisa jauh berkurang ya
Aku masih PR banget nih Mbak tentang mengurangi sampah organik di rumah. Kalau di rumah ibuku itu, sampah organik pada dikumpulkan lalu diambil oleh petugas dari Dj**um karena di sana ada pengolahan sampah organik, dan dijadikan pupuk lalu pupuknya dibuat penghijauan.
Memang deh ya kalau gak dimulai dari kita dan dari rumah tuh kapan lagi coba mengambil bagian untuk menjadi salah satu heronya perubahan iklim ya mak. Karena biasanya kalau sudah terbiasa bisa menularkan ke teman-teman atau keluarga lainnya untuk berbuat yang sama juga.
penanganan sampah ini butuh perjuangan banget memang ya, mbak. sudah ada indikasi-indikasi dari dulu, tapi masyarakat tetap kurang respek dalam pengelolaan sampah.
perubahan iklimnya di negara lain sudah semengerikan itu. ini di Indonesia Januari juga masih sering hujan. sedih memang.
Memang berasa bedanya. Zaman saya kecil, musim seperti mudah ditebak. Sekarang musim hujan, tapi gak juga turun hujan. Giliran musim kemarau, tau-tau hujan deras. Ya kalau dipikir-pikir, manusia secara individu juga ikut menyumbang kerusakan lingkungan. Makanya jangan hanya berharap pemerintah dan perusahaan-perusahaan besar yang bergerak. Kita semua pun harus mulai peduli menjaga lingkungan. Bisa dimulai dari hal kecil rutinitas sehari-hari
Iya nih sekarang sudah terasa cuaca lebih panas dibanding dulu dan pergantian musimnya sekarang lebih acak, kalau dulu mulai oktober-januari masuk musim hujan sekarang mulai berubah dan pastinya bukan hal yang biasa karena efek gas rumah kaca mulai terlihat perlahan. Aku juga mulai mengurangi sampah-sampah yang sulit terurai, baju anak-anak yang ngak terpakai kalau masih bagus aku lunsurin ke siapa saja yang mau, atau disambung-sambung dijadikan kain lap, isian bantal, bikin selimut tapi dibuat kain perca dulu. Sejak sekarang kita harus lebih peduli lingkungan.
Masya Allah mantap sekali mba. Aku masih belajar, baru memilah sampah organik dan anorganik dirumah.. belum sampai pada pengolahan sampah anorganik nih..
Mindful buying, sudah mulai aku eksekusi.
Terutama bagian membawa kantong belanja sendiri.
Mengurangi emisi gas rumah kaca dengan zero waste memang membutuhkan kolaborasi dan komitmen dari semua pihak. For sure!
hihi dari dulu udah kepikiran untuk buat ecoenzyme tapi kemageran ini selalu menjuarai gerak-gerikku haha. Dan untuk upcycle ini aku baru dengar dan menjadi cukup familiar dengan kegiatan papahku di rumah dg menggunakan sisa botol air mineral yang galonnya kecil, untuk dijadikan pot tanaman
Bagian mindful buying ini aku suka banget.
Secara sebagai generasi konsumtif (yang gak bisa dibanggakan juga), kini mulai harus banyak mempertimbangkan dan tanggunjawab dengan apa yang kita gunakan dan akan diapakan setelah tidak digunakan. Semoga dengan mengelola limbah yang ada di sekitar kita ((paling engga, apa yang kita gunakan)) ini bisa membantu lingkungan tetap ada di dalam keseimbangannya.
Ternyata ya, peringatan ilmuwan udah 70 tahun yang lalu. Bahwa akan ada perubajan iklim kalau kita nyampah terus.
Dan ya, benar terjadi, sampah apapun sekarang ada. Bikin cuaca gak jelas, bentar panas, bentar hujan.
Memang harus dimulai dari diri sendiri nih, jangan konsumtif dan pandai-pandai mengolah sampah.
Waktu awal mau belajar bikin ecoenzyme mikirnya ribet tapi setelah dijalani ternyata gampang banget banget tinggal masukin sampahnya ke komposter dan dicampur tanah. Manfaatnya juga banyak banget ya ecoenzyme dan kompos ini
Aku udah mulai mengompos juga, Mak.. sekarang lagi pengen belajar tentang eco enzyme.
Berikutnya, pengen banget punya bak PAH / Penampungan Air Hujan, biar air hujannya ngga terbuang sia-sia.
Cuma kendalanya adalah di lahan rumah yang sempit banget, maklum ya, Aku tinggalnya di perumahan RSSS, hihi.. semoga Allah beri kemudahan untuk niat baik ini. Aamiin..
Bumi sudah mulai tua dan rapuh apalgi ditambah dengan polusi yang tebel.
Kita smua harus mulai peduli terhadap lingkungan memulai bergadang dulu boss
Bagus ini. Saya perlu mencontohnya di rumah. Dimulai dari hal-hal sederhana seperti memilah sampah dan juga memanfaatkan barang tidak terpakai menjadi barang lain. Hal lain yang mungkin bisa saya tiru lainnya adalah mindful buying. Penting, nih!
Aku pernah mulung daun kering di dekat taman karena banyak dan sayang aja cuma dibakar. Eh tetangga yang tahu malah ngetawain, aku sih tipe cuek gitu. Yang penting kompos jadi gak bau, karena daun kering di rumah juga dikit. Nah kalo sampah sayuran mentah atau kulit buah gitu, aku serahkan ke kakak ipar, dia bikin kompos cair. Mayan juga sekarang gak pernah beli pupuk organik yang harganya mahal.
Yuk kita mulai dari diri sendiri dengan langkah zero waste. Kayaknya hanya sepele kan, namun bila dilakukan bersamaan oleh seluruh penduduk bumi, tentunya kondisi bumi tak akan separah seperti saat ini. Yuk bisa yuukk..
Saya juga berusaha untuk mewujudkan zero waste. Kalau mislanya pakaian atau plastik2 gitu masih bisa lebih gampang. Nah, yg agak susah emang kek sampah makanan gitu ya. Mulai membiasakan masak dan makan secukupnya. Belum bisa bikin eco enzyme2 gtu sih, tertarik, pengen nyoba juga ah supaya makin zero waste lagi soal makanan ini 😀
Memang memilah sampah itu penting ya Mba, sebenarnya kalau setiap keluarga sudah paham pentingnya memilah sampah antara organik dan anorganik lebih mudah mengelolanya di TPA. Masalah sampah ini memang butuh banyak perhatian biar masyarakat lebih aware lagi
Iya benar itu mbak
Zero waste bisa menyelamatkan lingkungan
Dan zero waste bisa dimulai dari rumah ya mbak
Dampak pemanasan global makin hari makin terasa ya. Mengurangi sampah tanggung jawab bersama sayangnya kesadaran itu blm banyak, edukasi ke masyarakat juga kurang sptnya
Saya masih belajar banget soal pilah sampah ini. Butuh tekad yang kuat agar konsisten. Sementara lebih pada mindful buying dan selalu bawa kantong atau tempat makan dan minum. Lumayan mengurangi sih apalagi untuk belanja makanan dengan kemasan.
Aduh PR banget ini kalau soal zero waste. Aku di rumah masih belum rajin milah sampah. Moga segera tercerahkan yah setelah berbagai kejadian luar biasa di alam.