Blog Contest Parenting

Cara Cerdik Bermain Gadget Bersama si Kecil

Assalamu’alaikum….
Ahad kemarin kami sekeluarga menghabiskan akhir pekan dengan jalan-jalan tipis di sekitaran kota lalu memilih arena permainan di dalam mall untuk mengaktifkan motorik anak kemudian berlanjut makan siang di sekitaran situ. Ga setiap weekend kami sekeluarga bisa jalan-jalan seperti ini, karena biasanya suami ga kenal weekend, sabtu ahad juga beliau libas juga buat kerja *pilubanget.  Jadilah, momen langka ini kami manfaatkan sebaik-baiknya buat family time.
Saat menunggu makanan itu sesekali saya melihat sebelah kiri kanan saya, penuh. Maklumlah jam makan siang. Rata-rata mereka datang bersama keluarga sama seperti kami. Tapi, hei tunggu sebentar. Meja tepat sebelah kiri saya tidak saling berkomunikasi, masing-masing asyik dengan smartphone nya. Saya seketika miris (tapi bukan nyinyir). Meja sebelah kanan saya masih mending, “hanya” anak-anak mereka yang sibuk dengan kartun di handphone, tenang di kursi masing-masing dan tidah segaduh kami. Iya, hanya kami sepertinya yang riweh menjaga dua bocah yang ga mau duduk manis. Yang satu rewel minta jalan, yang satu merengek mau lihat boneka Barbie yang kebetulan tepat di seberang rumah makan *kekepindompet.
Ya, gadget benar-benar mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.
Wanti-wanti nenek dari dua bocah itu alias mama saya sendiri untuk menghindarkan kebiasaan menyodorkan handphone kepada anak selalu terngiang-ngiang di kepala. Alhasil saya tidak menenangkan mereka dengan memberikan gadget kami.
Tapi ya tapi, menihilkan paparan gadget terhadap anak rasanya mustahil ya. La gimana ga mustahil kalo setiap saat anak melihat orangtuanya selalu pegang handphone. Mereka peniru yang ulung, teman. Jadi, bagi mereka ya ga adil kalo papa mamanya boleh liat handphone sedangkan dirinya tidak. Maka, kami berdua sepakat untuk meminimalisir gadget ketika bermain bersama anak. Sepentingnya aja lah seperti membalas chat urusan deadline kerjaan beliau bersama timnya. Selebihnya, please dear, big no! 
Adanya gadget menurut saya melenakan, terlena karena merasa aman dan tidak terganggu dengan tingkah laku anak saat kita sibuk dengan urusan kita sendiri, entah urusan rumah tangga atau sekedar me-time. Gadget membuat peranan orangtua termarginalkan ketenangan yang mereka dapatkan bersumber dari gadget bukan dari sentuhan orangtua mereka.  Belum lagi bahaya radiasi dari layar yang berpotensi besar menimbulkan kerusakan pada mata. Saya memang belum bisa meniadakan pemakaian gadget sama sekali, tapi saya bisa membatasi waktu mereka memegang gadget. Saya tidak ingin menyesal di kemudian hari ๐Ÿ˜ข.
Tapi ya tapi (lagi), di era zaman now aneh juga kalo anak sama sekali ga tersentuh kecanggihan teknologi. Hmm, untuk urusan per-gadget-an emang harus bijak mendudukannya. Boleh tapi tidak permisif alias serba boleh. Boleh tapi konten dan waktu harus sepengetahuan orangtua. Benar-benar harus yang bisa bermanfaat untuk tumbuh kembangnya.
Seperti pisau, kebermanfaatan gadget tergantung pemegangnya

Suatu hari saya dapat informasi bahwa ada aplikasi bercerita untuk anak-anak yang baru diluncurkan. Wah, penasaran donk seperti apa. Ternyata aplikasi ini membutuhkan kartu tertentu yang sudah ada barcodenya supaya bisa di-scan. Pergi lah saya ke minimarket untuk membeli produknya yang berhadiah di dalamnya kartu augmented reality. What a surprise, ternyata Muthia seneng banget sama kecanggihan buku cerita ini. So excited. Lah gimana ga excited kalo biasanya dia cuman bisa memandangi gambar 2D di bukunya, ga bergerak, ga bicara, tapi di sini dia bisa melihat buku yang gambarnya bisa bergerak dan bisa bicara. Yess, this is about 3D book with augmented reality. 

Gambarnya bisa bicara dan bergerak. Lucu dan seru.

Dikutip dari Wikipedia, pengertian augmented reality (atau jika dalam bahasa Indonesia nya adalah realitas tertambah) sebagai berikut
Augmented reality adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata. Tidak seperti realita maya yang sepenuhnya menggantikan kenyataan, realitas tertambah sekedar menambahkan atau melengkapi kenyataan.
Iya, jadi ini sebenarnya tuh seperti buku bergambar yang biasa kita bacakan buat anak tapi bedanya dia bisa bergerak dan ada interaksi di dalamnya. Gambarnya pun tiga dimensi, kita bisa putar dari segala sudut, mau tampak samping, depan, belakang juga bisa. Bagi anak mungkin ini bisa merangsang imajinasinya karena dia bisa membayangkan berada di posisi tersebut.
Duh, Mak, panjang kali lebar dibaca belum juga dikasih tau nama aplikasinya? Kasih tau donk, Mak?!


Wkwkwk, baiklah baiklaaah saya akan kasih tau ya biar kalian ga pinisirin apalagi ampicilin ๐Ÿ˜† *kumat

Jadi, aplikasi ini adalah keluaran dari So Good. Nama aplikasinya CERDIK kepanjangan dari Cerita Digital Interaktif. Seperti namanya, cerita di di dalamnya disajikan dalam kecanggihan digital 3 dimensi dan dihadirkan dengan kemasan yang interaktif, bisa bicara dan bergerak karena ada teknologi augmented reality yang sudah saya jelaskan sedikit di atas.
Aplikasi CERDIK dari So Good.

Gimana caranya, Mak? Cara mainkannya?

Cuss lah simak tiap langkahnya ya biar ga bingung dan jadi kontroversi hati lantas tercyduq hengpon jadul minceu lalalala ๐Ÿ˜ *kumat2

1. Download aplikasi SO GOOD CERDIK di playstore
Pastikan memori kosong di handphone cukup ya 
2. Beli produk So Good 400 gr yang ada stiker berhadiah kartu augmented reality
Beli yang ada stiker berhadiahnya ya
3. Buka kemasan dan temukan kartunya
4. Buka aplikasinya, klik “mulai” dan pilih kartu yang sesuai dengan kartu kita
5. Scan frame dan mulai cerita
Buka aplikasi > klik “mulai” > pilih kartu yang sesuai > scan > taraa, kini kita siap bercerita
Oya, saat men-scan nanti ada pilihannya seperti gambar di bawah ini, mau matikan atau tetap dengan fungsi AR untuk membaca.
Saya lebih suka matikan fungsi AR
FYI, kalau mau mematikan fungsi AR tinggal geser aja tombol hijau itu ke kanan. Saran saya sih dimatikan aja karena kalo masih aktif fungsi AR kita harus terus memfokuskan kamera dengan frame dan itu kurang nyaman, hehehe, kalo dimatikan kita mau posisi seperti apapun cerita digitalnya tetap berlanjut.
Akhir-akhir ini anak sulung saya suka minta dibacakan buku Petualangan Dinosaurus, maka belilah saya nugget dinosaurus, berharap dia akan melihat bentuk “nyata” makhluk purba ini. Saya berharap akan ada lebih banyak lagi bentuk dino di dalamnya, sayangnya hanya ada dua jenis di dalam kemasan, yaitu T-rex dan Stegosaurus. Tapi, cukuplah untuk mewakili dinosaurus karnivora dan herbivora.
Seru sekali bisa menghadirkan sesuatu yang beda kepada anak. Antusiasme mereka sangat penting untuk menggugah rasa ingin tahunya. Antusiasme inilah yang membuat mereka banyak tanya. Disinilah peran orangtua. Orangtua mendampingi anak menjelaskan pertanyaan-pertanyaan yang terlontar. Bonding tetap terjalin dengan gadget sebagai fasilitasnya.
Bercerita atau mendongeng mempunyai manfaat yang luar biasa bagi anak. Seperti yang saya kutip dari theAsianparent Indonesia mendongeng bisa membantu anak untuk berimajinasi. Imajinasi ini sangat penting karena bisa membantu anak untuk berpikir kreatif. Pada saat diperdengarkan dongeng, pikiran anak akan terangsang untuk menggambarkan situasi yang ia dengar. Selain itu juga bisa menambah kosakata anak-anak yang nantinya akan membantunya berkomunikasi dengan orang di sekitarnya.
Manfaat lainnya sebagai sarana menanamkan etika dan nilai-nilai kehidupan. Seperti cerita Chiko dan Chika pada kartu AR yang kami dapatkan, saya bisa menyampaikan bahwa jangan lekas marah jika ada sesuatu yang membuat kita kesal. Ada baiknya jika mencari tau yang sebenarnya terjadi. Dengan begitu akan lebih mudah memaafkan orang lain dan akan digantikan dengan sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya (Duh, yang ini sih pesan ke orang tuanya kena juga kali ya).
Ada lagi manfaat lainnya? Ada. Merangsang minat baca anak juga salah satu imbas positif dari mendongeng karena biasanya anak akan tertarik mendengarkan dongeng yang lain. Terbukti, Muthia kemaren minta dibelikan lagi kartu AR dengan cerita yang lain, hahaha. Ada lagi? Ada, dan ini yang utama, mendongeng menjadi aktivitas bonding antara orangtua dan anak. Kalau yang ini sudah tidak perlu dijelaskan lagi ya karena jelas banget faedahnya.
Nah, kan…keren banget manfaat mendongeng untuk anak-anak. Saya sendiri dulu juga suka didongengkan mama sebelum tidur siang, biasanya tanpa buku. Mama mengarang cerita dan saya mendengarkan sambil berimajinasi. Tidak pernah bosan walau ceritanya seputaran itu saja. Dan memang benar adanya bahwa mendongeng menumbuhkan minat baca karena saya jadi suka baca sekarang, kalau ada sebuah cerita yang sajiannya berupa novel dan (sudah di-) film (-kan) saya tetap prefer novelnya, karena imajinasi saya ketika membaca sering tidak tergambar dengan baik di filmnya, hehehe.
“Ummi, biawak itu apa? Jengger itu apa?” Ok, let me explain more, baby
Cerita di kartu ini tidak terlalu pendek dan tidak terlalu panjang hingga membosankan. Justru bikin Muthia penasaran dan bilang “Ummi, nanti belikan lagi ya” dan dijawab “oke” oleh saya, “yang cerita nabi ya Ummi”, lanjutnya. Saya cuman bisa ketawa kecil, rupanya dia penasaran gimana cerita nabi-nabi yang pernah didengarnya kalau diversikan ke dalam augmented reality. So Good, ditunggu ya CERDIK seri anak muslim ๐Ÿ˜Š.

Muthia bersama teman-teman mengajinya 

Tidak hanya membuat cerita digital di dalamnya, So Good juga menambahkan resep masakan pada aplikasi terbarunya ini. Lengkap banget ya, untuk anak ada untuk ibu pun juga tidak ketinggalan. Kartunya bisa dipakai multifungsi, nuggetnya apalagi ๐Ÿ˜.

Resep di kartu AR

Tunggu apalagi, Mak, yuk kita main gadget dengan cara CERDIK ๐Ÿ˜‰.
(Visited 1 times, 1 visits today)

0 thoughts on “Cara Cerdik Bermain Gadget Bersama si Kecil”

  1. Halo mba Fika, sudah lama tak main ke sini ๐Ÿ˜‚. Btw kebiasaan mendongeng dan bercerita ini seperti nya mulai di lupakan , karena ada nya HP. Kemaren aja waktu di Cafe liat anak" megang HP semua, ternyata mereka main ml, dan sama sekali ga peduli sekitar ๐Ÿ˜ญ

  2. Eh, bener juga ya, cerita nabi kayaknya bakalan seru ๐Ÿ˜€
    Keren mbak request bocahnya… Kalau ada seri itu boleh deh saya ngoleksi semua.
    Btw, setuju banget sama poin-poinnya. Jangan sampai dongeng ortu tergantikan dengan main di hp masing2.^^

  3. Setuju. Mustahil menjauhkan anak dari gadget kalau orangtuanya saja megang terus. Jadi penasaran dengan aplikasi ini. Beberapa ibu kelihatan seru mainan bareng dengan anaknya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *