My First Meet with Drip Sweet: Stevia Cair Pertama yang Halal MUI dan BPOM – Bismillah…

Sweet>manis>gula…. 

Manis dan gula, 2 kata yang korelasinya sangat dekat, sangat kuat.

Ga percaya?

Jika ada pertanyaan, “apa yang ada di pikiran kalian jika disebut gula?”

Pasti yang muncul dibenak adalah butiran putih untuk membuat makanan dan kue manis juga minuman yang lagi viral. Let’s say: boba, es kepal mil*, Thailand ice manggo, what else?

Siapa sih yang ga suka manis coba? Sepertinya mayoritas orang-orang zaman sekarang suka dengan makanan dan minuman manis. Jadi, ga heran beragam makanan dan minuman viral itu yaaa rata-rata manis (dan sudah pasti banyak gulanya).

Tapi, katanya yang manis-manis itu seringnya nyakitin lo, janji mau ‘setia’ selamanya, gak taunya ‘setiap tikungan ada’.

Eaaaa, itu kan buaya darat, Maemunah…

(Laah, kenapa jadi bahas buayaaa? )

Gula dan Diabetes

Etapi, bener loh yang katanya “yang manis-manis itu nyakitin”. Penyakit manusia zaman sekarang kebanyakan karena terlalu banyak asupan gula hingga tidak disadari merusak organ pankreas -yang selama hidupnya menjaga agar gula dalam darah tetap normal.

Jika teh manis kita sadar ada gulanya, maka yang seringkali kita lupa bahwa: saus cabe, susu UHT, minuman soda, yogurt sampai sereal buat sarapan juga mengandung banyak gula laten. Gula laten ini juga bahaya, karena kita gak merasa makan “gula” padahal udah, udah banyak tapi ga kerasa 🙁 .

Data dari WHO mengatakan bahwa di tahun 1980 ada 108 juta orang terkena diabetes dan terakhir data 2019 menunjukkan 425 juta orang mengidap diabetes.

Artinya dalam kurun waktu 40 tahun ada peningkatan 4x lipat. Hiks…..

***

“Diabetes ini penyakit yang JAHAT!!!” 

(Please, bacanya gak usah pakai nada Cinta AADC ya, karena ini sedih. Asli)

Saya masih ingat bagaimana teman saya mengeluarkan emosinya saat itu di grup WA. Waktu itu dia baru saja kehilangan ibunya karena komplikasi yang disebabkan diabetes.

Ya, diabetes adalah penyakit jahat karena dia gak hanya menyebabkan satu organ rusak, tapi (sangat) bisa membuat organ yang lain jadi ikut rusak, sehingga menyebabkan komplikasi, seperti; gagal jantung, gagal ginjal, indera penglihatan dan pendengaran yang menurun kemampuannya, luka luar yang sulit sembuh bahkan seringkali melebar hingga amputasi. 

Sudah gak terhitung banyaknya contoh dampak diabetes ini, baik dari orang terdekat, orang jauh, bahkan artis tanah air. Namun, nyatanya peredaran makanan dan minuman manis (dengan kandungan gula yang sangat banyak) masih marak karena yaah….peminatnya tidak pernah sepi. 

Jika kita tidak bisa menahan laju industri tersebut, maka kita yang mengontrol diri kita. 

Gula dan Obesitas

Selain diabetes, penyakit yang disebabkan karena kelebihan gula adalah obesitas. Seseorang dikategorikan obesitas jika nilai BMI atau Indeks Massa Tubuh nya lebih dari 25 (BMI kalian berapa? Coba cek di pengukuran BMI online).

Secara teori, obesitas sebenarnya disebabkan karena kalori yang masuk lebih banyak daripada kalori yang terbuang ketika kerja, olahraga, dan bergerak. Jadi, defisitnya tidak seimbang, kalori yang masuk > kalori yang keluar.

obesitas

Source: gendhismanis.id

Berita (lebih) buruknya lagi, baik diabetes maupun obesitas bisa semakin diperparah dengan kedatangan virus menyebalkan SARS-cov-2 alias penyakit covid-19. Atau dengan bahasa lain, diabetes dan obesitas menjadi komorbid atau penyakit bawaan yang membuat gejala covid-19 menjadi lebih tak terkendali lagi.

Koq bacanya jadi takut ya 🙁

Stevia dan Trend Pengganti Gula

Oh, Stevia….. jangan pernah panggil namaku. Bila kita bertemu lagi. Di lain hari….

(Yang bacanya sambil nyanyi, ya udah tau…tau…udah tua kan? Nghahaha )drip sweet stevia cair

Stevia apaan sih? Ada yang belum kenalan? Bukan kekasih gelap, dia mah cuma daun.

Daun bisa jadi pengganti gula? Eh, gimana…gimana?

Stevia Apaan Sih?

Jadi -seperti yang kita tahu- seiring dengan fakta kesehatan manusia dari zaman ke zaman yang semakin menurun, sekarang mulai bermunculan awareness soal pengganti gula yang lebih sehat.

Dan salah satunya yang lagi hype alias banyak dibahas dimana-mana adalah ekstrak daun Stevia. Yup, inilah alternatif pemanis alami yang digadang-gadang paling baik untuk menggantikan gula.

Kehadiran Stevia seolah menjadi angin segar saat beberapa dekade lalu kita hanya dihadapkan pada 2 pilihan: gula dari sugar cane atau pemanis sintetis (seperti aspartam, sukralosa, sakarin).

 

Stevia dalam Drip Sweet

Menilik dari sejarahnya, Stevia pertama kali ditemukan pada masyarakat Paraguay dan Brazil, Amerika Selatan lebih dari 500 tahun lalu, hingga menyebar ke Amerika Utara. Mereka di sana menamakannya ‘sugar leaf’ atau sweet leaf‘, alias daun manis semanis aku 😊.

Dan pada tahun 1899, seorang Botanis asal Swiss melakukan penelitian pertama kali terhadap daun Stevia di Paraguay.

sejarah stevia

Stevia ini juga ternyata banyak macamnya. Ibarat satu keluarga besar bermarga Stevia, ada 240 spesies Stevia dan yang paling terkenal adalah Stevia rebaudiana yang lebih stabil rasanya walau terkena suhu panas. Jadi, gak heran bila Stevia jenis ini yang sering digunakan oleh masyarakat dan industri.

Koq bisa sih daun Stevia bisa menggantikan gula? 

Ternyata setelah dilakukan penelitian, daun Stevia ini punya senyawa Steviol glikosida yang punya rasa manis 300x lebih manis dari gula. Sehingga aman dipakai terutama bagi yang ketat terhadap asupan kalori dan juga penderita penyakit diabetes. 

Berarti aman dipakai sebanyak apapun?

Yaaa, gak gitu juga Maemunah…… Yang namanya hidup tetap harus proposional. Apapun yang berlebihan itu ga bagus, termasuk lemak di perut. Ayo lirik gelambir masing-masing.

Nah, di antara produk Stevia cair di pasaran online sekarang, adalah Drip Sweet yang pertama dan masih satu-satunya yang sudah BPOM dan MUI approved.

Selain itu, Drip Sweet ini hanya diracik dengan menggunakan 2 bahan saja, yaitu air yang dicampur dengan ekstrak Stevia yang diperoleh dari daun Stevia kering, dengan komposisi 96% Stevia dan 4% air, tanpa tambahan bahan kimia sintesis. Jadi, jika mereka mengklaim bahwa “Stevia Drip Sweet 100% natural sweetener” saya rasa tidak berlebihan, karena memang alami tanpa bahan sintesis.

Nah, karena komposisi airnya hanya 4% gak heran jika 1 tetes Drip Sweet ini manisnya sebanding dengan 15 gram gula atau 3 sdt gula. Alhasil pemakaian pun jadi hemat, dan tubuh jadi lebih sehat.

drip sweet hemat

1 botol 30ml Drip Sweet manisnya = 13,5kg gula pasir

Jadi, buat kalian yang sudah lirik-lirik Stevia cair di pasaran tapi masih ragu karena punya pikiran “Jangan jangan itu trik marketing doang, padahal isinya cuma pemanis buatan yang dicairkan?”. Hei, Bung… hempaskan saja overthinking di kepala kalian itu dengan memilih yang sudah teruji laboratorium oleh BPOM dan MUI *wink.

(Karena nyatanya emang ga semua Stevia cair di marketplace itu sudah BPOM dan MUI).

Gimana Rasanya? 

Nah, ini nih. Mungkin banyak dari kalian yang penasaran kan. Drip sweet

Menurut saya, rasa manis yang diciptakan dari Stevia ini berbeda dengan rasa manisnya gula tebu. Bagi lidah yang sudah terbiasa dengan manis gula pasir pasti merasa aneh. 

Tapi, tenang saja. Itu hanya sementara, adaptif. Dan kabar baiknya, manisnya si Stevia ini tidak menimbulkan sugar craving alias ketagihan layaknya gula tebu. 

Oh ya, satu lagi, walaupun saya sudah dikasih tau bahwa Drip Sweet ini cukup dipakai 1 tetes untuk segelas minuman, tapi saya tetap takjoeb karena ternyata memang bisa semanis itu hanya dengan 1 tetes. 

Saya pernah juga bikin brownis dengan Drip Sweet untuk menggantikan gula. Ternyata rasanya ga pahit sama sekali, seperti yang terjadi dengan pemanis sintesis yang akan mengeluarkan rasa pahit jika kena suhu panas. 

Stevia cair nya Drip Sweet alhamdulillah baking approved ✅. 

Drip Sweet dan Pak Kapolsek

Eh, eta teh naon hubungannya?

Inilah yang saya maksud di judul atas tadi. Drip Sweet ini bisa dibilang “first meet” saya dengan Stevia cair pertama berBPOM dan halal MUI plus ownernya yang juga menjabat sebagai Kapolsek Klapanunggal, yang ternyata ga asing sama sekali dengan saya. 

Karena apa?

Karena ternyata beliau adalah kakak kelas dulu sewaktu di SDS Tuntung Pandang, Pelaihari (yang mana sekolahnya sudah almarhum). Benar-benar gak nyangka saya mah🙂. 

Waktu itu, saya kebetulan lagi baca tulisannya Pak Wakil Bupati Tanah Laut tentang putra daerah yang bersinar di pulau seberang *uhuk. Seketika mata saya langsung tertumbuk pada satu nama yang sedang dibahas, M. Fadli Amri.

Laah, itu kan kakak kelas dulu dan juga anak guru saya waktu kelas 4 SD, Bu Rukayah. 

Yaaaaa…gimana gak bersinar, usia 30 sudah dipercaya jadi Kepala Polsek *salim pak komandan. 

Sebenarnya saya gak heran-heran banget sih, karena kakak kelas saya ini memang sudah berprestasi sejak kecil. Yang saya agak terkejoed adalah ternyata setelah saya follow beliau di Instagram beliau juga punya beberapa usaha sampingan, salah satunya yang saya sangat antusias adalah si Drip Sweet ini. Masya Allah…

How come, dude? It looks “daebak” 😎

Ternyata oh ternyata, beliau menggeluti Stevia ini karena prihatin melihat beberapa anggota keluarganya yang mengalami diabetes. Singkat cerita, dengan bekerja sama dengan temannya yang punya pabrik minuman kesehatan (kalau saya ga salah baca), jadilah sebuah produk dari kebun Stevia miliknya yaitu Drip Sweet ini.

Tentu saja, sebagai penegak hukum, ada beban moral ketika beliau menciptakan produk berbasis makanan dan minuman. Sehingga sebelum dipasarkan produk ini sudah dipastikan lulus uji BPOM dan MUI.

Keunggulan Drip Sweet

Dari sepanjang 1200 kata ini, maka saya simpulkan bahwa Drip Sweet inj;

1. Stevia cair pertama dan masih satu-satunya yang sudah lulus BPOM dan Halal MUI. 
2. Memiliki komposisi ekstrak Stevia 96% dan sisanya air, sehingga memiliki kadar manis yang lebih tinggi daripada stevia cair produk lain. 
3. Tanpa pengawet dan bahan sintesis lainnya dengan umur simpan 3 tahun lamanya. 
4. Tidak meninggalkan rasa pahit walau di suhu panas. 
5. Harga terjangkau karena penggunaan yang hemat (1 cangkir 250ml hanya perlu 1 tetes Drip Sweet). 
6. Pemanis alami dengan 0 kalori. 
7. Aman dipakai oleh pasien diabetes dan obesitas (tentunya atas seizin dokter). 

***

Baiklah, sepertinya ulasan saya sampai di sini saja. Semoga bisa menambah wawasan lagi soal Stevia ya. Salam sehat, Teman-teman. 


Latifika Sumanti

Mom of two, long life learner. Part time blogger, full time mother. Beauty, health, and parenting enthusiast

21 Komentar

Tanti Amelia · Agustus 16, 2021 pada 1:14 pm

Actually sih emang ga usah terbiasa dengan “RASA MANIS” nya jadi bukan mengganti saja sebenernya
Dan emang cepet kok menurunkan BB kalo ada yang diet.

Nchie Hanie · Agustus 16, 2021 pada 3:51 pm

Buat aku rasa manis kadang dibutuhkan untuk menambah energi, apalagi kalo beraktivitas yang tinggi. Tapi tetep sesuai dengan kebutuhan saja, ga berlebihan.
Nah, noted pisan ieu Drop Sweet, apalagi ekstrak stevia dengan keunggulannya, bisa menjadi solusi untuk dikonsumsi, pemanis yg menyehatkan, apalagi halal.
Makasih loh rekomen pemanis cairnya, biar tambah manis si akuu, eeaaah *dijambak nitijen

Momtraveler · Agustus 16, 2021 pada 5:52 pm

Pernah nyobain stevia yg bubuk dan emang beneran manis banget sih. Bahkan aku yg ga diabetes pun lagi membiasakan pake stevia sebagai pengganti gula. Jd penasaran deh sama stevia drip ni

    Dwi Puspita · Agustus 18, 2021 pada 6:59 am

    Belum pernah nyobain drop sweet ini sih, sepertinya untuk yang jaga pola hidup sehat wajib punya ini nih, bener banget gula dan obesitas semacam sahabat ya, hehehe… sekarang saya udah mengurangi yg manis2

Siti Nurjanah · Agustus 17, 2021 pada 2:07 am

Aku belum pernah coba langsung, tapi pernah baca kalau Stevia bisa jadi alternatif pengganti gula jika sedang diet. Soalnya pemanis satu ini tidak memiliki kandungan kalori (nol kalori).
Berarti cukup baik ya kandungan nya. Itu sekiranya bisa beli dimana ka’?

Ainhy edelweiss · Agustus 17, 2021 pada 8:00 am

Aku belum pernah nyobain, tapi membaca reviewnya produk Stevia ini memiliki manis alami dan nihil kalori dan tentu aman bagi penderita diabetes ya.

Mia Yunita · Agustus 17, 2021 pada 9:25 am

Pertama kali nyoba stevia yg versi bubuk. Pas sedang promo. Nah, sekarang ada versi tetes juga ya. Jadi mau nyoba juga ah.

    Katerina · Agustus 17, 2021 pada 7:25 pm

    Oh jadi bapak Komandan punya kebun Stevia? Wuah aku penasaran pengen liat penampakan langsung daunnya kayak apa. Sekilas mirip daun mint ya.

    Perbandingan 1 tetes = 3 sdt gula itu jauh banget ya. Jelas jadi hemat banget. Kalau mau bikin kolak satu panci paling butuh 4 tetes doang kayaknya ya 😍

    Mantap sudah bersertifikat Halal MUI dan terdaftar di BPOM. Jadinya aman dan sehat.

Andiyani Achmad · Agustus 17, 2021 pada 9:37 am

aku taunya stevia berbentuk bubuk eh sekarang sudah tersedia dalam bentuk cair semacam simple syrup gitu ya, sudah BPOM dan Halal MUI juga. hmm bisa aku infoin ke bokap dan nyokap nih

Wiwid Wadmira · Agustus 17, 2021 pada 1:28 pm

Rasa manis itu memang nyandu banget. Aku masih belum bisa mengurangi minum atau makan yang manis-manis. Susah banget. Kalau gantinya lebih sehat dan gak kalah manisnya, aku sih gak bakalan nolak. Mau kenalan ah sama Stevia…

Ruli retno · Agustus 17, 2021 pada 7:13 pm

Aku belum pernah coba sih stevia ini, alhamdulillah ya jadi ada alternatif baru pemanis yang tidak membahayakan. Karena gula jagung pun ada efek sampingnya yg cukup keras, jadi sekarang bisa beralih ke stevia

Dedew · Agustus 18, 2021 pada 4:30 am

Ingat saja lho sama kakak kelas SD hehe, aku jadi pengen kasih stevia ini buat orang rumah daripada pakai gula sintetis ini lebih aman dan sehat ya

Ade UFi · Agustus 18, 2021 pada 8:57 am

Gula untuk penderita diabetes itu rasanya aneh, tapi memang yang sehat terkadang suka tak enak dilidah. Saya belum pernah coba stevia nih. Tapi saya skrg perlahan menukan gula tebu dengan gula aren. Tapi kalau stevia sudah ada halal MUI nya jadi mau coba juga deh,

Tuty Queen · Agustus 18, 2021 pada 8:58 am

Aku sekarang lebih sering pakai gula aren sebagai pengganti gula tebu. Awalnya dari suami yang suka ngopi pakai gula aren akhirnya keterusan mengganti semua gula dengan gula aren.

Dian Restu Agustina · Agustus 18, 2021 pada 12:39 pm

Kalau pemanis pengganti gula lainnya sudah pernah coba, kalau Drip Sweet Stevia baru tahu…dan terkegum-kagum. Jadi satu tetes saja cukup manis ya untuk segelas minuman. Sebagai anak yang ortunya pengidap diabetes aku konsen bener sama konsumsi gula, dan mesti coba nih Drip Sweet Stevia

    Jiah Al Jafara · Agustus 18, 2021 pada 3:32 pm

    Aku sering dengar soal daun Stevia, tapi memang belum pernah pakai karena di keluarga alhamdulillah gak ada diabet. Mantap banget ya Drip Sweet cuma pakai setetes dan jadi manis. Irit nih

      Dawiah · Agustus 18, 2021 pada 5:57 pm

      Baca ini dengan serius, pas di tengah-tengah disuruh pegang gelambir… ya sallaaam kok bisa ya spontan itu megangnya, hahaha.
      Mau coba ah Stevia ini soalnya hidup serasa hambar tanpa yang manis-manis, tapi takut juga dengan penyakit diabetes.

Dian · Agustus 18, 2021 pada 6:55 pm

Sudah lama aku menghindari gula mbak
khusunya dalam bentuk minuman
mungkin jika sesekali kangen minum minuman manis, aku bisa coba stevia ini ya

Adindarara Rachmanita · Agustus 18, 2021 pada 9:03 pm

Seperti ini tentunya sangat dibutuhkan banget sih karena gula itu memang penting dan juga rasa manis itu buat aku kayak penting gitu apalagi kayak gak bisa lepas gitu nggak sip tapi tetap bisa menjaga kesehatan

Mirna · Agustus 22, 2021 pada 11:05 pm

Aku juga menghindari gula apalagi untuk minuman tapi untuk balancing masak mau ga mau aku masih pake karena menghindari MSG, nah untuk kebiasaanku ngopi aku sudah sama sekali ga pake gula apalagi, ngilangin paitnya dengan susu atau ya biarin aja pait kayak americano, sesekali aja pake gula aren atau gula jagung, aku juga beli syrup jagung buat pengganti gula di masakan tapi pas baca ini jadi pengen ganti pake stevia setelah sirup jagungnya habis

    Latifika Sumanti · Agustus 26, 2021 pada 3:11 pm

    Masya ALlah Mba, keren banget bisa minum kopi pahit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *