#FBBKolaborasi : Blogging and The ABCD

Assalamu’alaikum … .

Halo, welcome back to #FBBKolaborasi. Yeay🎉. Tema Desember ini adalah kaleidoskop atau review perjalanan. Perjalanan apaan nih? Review tentang cerita dan perjalanan nge-blog setahun terakhir, baik suka maupun dukanya.

Cocok banget buat menutup tahun 2018 dan menyambut 2019, dengan harapan review yang kita lakukan berdampak masiv pada resolusi yang akan kita rencanakan nanti.

Thanks a lot for Female Blogger of Banjarmasin   who have made this blog-collab being so precious like this💖.

Menjadi seorang blogger emang banyak suka dukanya. Dukanya salah satunya kalo nemu writer’ block  macam sekarang ini. Iya, saya udah 2 pekan lebih ga nulis 🙈.

Tapi, walaupun kadang nulisnya seret, ada satu hal yang pasti yaitu dengan blogging saya merasa menemukan dunia saya, dunia menulis, bakat saya yang unfortunately baru saya sadari di atas usia 25.

Dan kali ini saya pengen banget nulis tentang review atas setahun komitmen saya untuk nge-blog and I named it Blogging and The ABCD alias blogging dan serba-serbinya. Apa aja?  Here we are….

 

A for Achievement, penghargaan.

Penghargaan saya yang pertama bukan dari lomba. Penghargaan pertama datang justru dari teman-teman sekolah dan kuliah yang menjadi loyal reader blog nan receh ini. Respon mereka setelah membaca tulisan yang saya share di grup alumnus membuat saya sungguh merasa dihargai. Terharu. Memang tidak semua teman di grup membaca, saya tau, tapi beberapa dari mereka yang sekali membaca akan kembali membaca untuk yang kedua, ketiga, dan seterusnya. To be honest, saya meleleh 😢 kadang malah berpikir bahwa mereka lebay.

But, but… Thanks so much my fellas, kelens emang TERBAIQUE lah!😚 Dan entah kenapa kalo mereka udah kasih apresiasi semangat nulis jadi berapi-api, hahaha.

(be a mak comblang for very first time? Ini kisahnya Terima Kasih Sudah Menjadi Teman Baikku)

Selain penghargaan dari rekan sekolah, akhirnya saya merasakan juga penghargaan yang…..ehem, ada angka di belakangnya alias berhadiah *uyeeeay 😆. Dan selama setahun ini alhamdulillah nama saya 2x tersangkut di jejeran para pemenang lomba.


Bulan Mei 2018 menjadi saksi akhirnya, untuk pertama kalinya, saya bisa menjadi salah seorang pemenang. Saat itu lomba menulis dengan tema Stop Mom War yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak-Emak Blogger dan DIVAPress. Hadiahnya? uang cash dan buku antologi.

Yeah, akhirnya tulisan mamak dibukukan 💖 alhamdulillah.


Selain itu bulan November tadi saya juga nimbrung di barisan nama pemenang lomba Lazada 11.11. Hadiahnya voucher belanja di Lazada. Hmmm, lumayan.

Patut disyukuri, sangat patut. Karena sudah berkali-kali ikut lomba kebanyakan hanya menemukan nama blogger lain di pengumuman pemenang. Dalam setahun ini rasanya saya 5 atau 6x ikut tapi kurang dari separuhnya berhasil. Padahal kalian tau, tulisan yang menang itu ga diprediki menang loh. Justru beberapa tulisan yang saya yakin menang malah gagal, hiks.

Tapi, saya banyak belajar dari kegagalan itu. Apa? Saya harus belajar melupakan sesuatu setelah bersungguh-sungguh mengerjakannya. Karena apa? Karena,  oh sungguh sangat stress menunggu pengumuman lomba itu apalagi kalau kita yakin banget eh taunya malah zonk.

Sakit Qaqaaaa 💔.

Oya, satu lagi catatan untuk lomba selanjutnya, jangan malas update instagram apalagi untuk posting tulisan lomba, karena beberapa lomba yang saya yakin foto dan kontennya layak diadu justru tidak saya upload di instagram. Ah, dazar kau mamak pemalaz memang.

 

Blogging and The B

 

B for bad things.
Perundungan apa saja yang saya alami setahun ini selain kalah lomba? Hahaha….

Mayan banyak poin “b” untuk diceritakan. Di bulan Februari sampai Agustus blog saya kena jingling. Jingling itu kunjungan yang tiba-tiba melonjak dari hari biasanya, ga wajar secara jumlah dan ga wajar secara asal visitor. Awalnya keki, sebel, marah, karena saya sudah melakukan proteksi blog yang saya bisa tapi nyatanya itu ga ngaruh. Lama-lama udahlah.. ..woles aja, pasrah.

Dan akhirnya, bulan November tadi baru saya tau kalau jingling itu berbuah pahit, blog saya dikloning! Ada 2 yang ketahuan saat itu, dengan url yang bukan www.fika-su.com tapi direct link-nya ke blog www.fika-su.com yang kalian buka ini.

Untungnya saya punya teman yang jago IT, ipar yang juga melek hightech, dan komunitas blogger yang punya suhu di dunia blogging akhirnya mereka kompak kasih solusinya adalah dengan >>> melaporkan ke Google. OKE, BAIQHUE!

Akhirnya dengan berbekal form DMCA saya laporkan lah duo url kloningan itu. DMCA itu bisa diibaratkan polisinya Google dan ketika pelaporan tindakan pelanggaran hak cipta di DMCA itu bisa pakai jasa pengacara gitu supaya pelapor berhati-hati dengan laporannya agar tidak dituntut balik.

Pengacara?? Hooh. Serius banget berarti ya? Iyaaa…

(kenapa aku tiba-tiba merasa jadi tersangka ya 😂 eh naudzubillah 😆).

Akhirnya setelah balas balasan email yang agak alot, iya karena awalnya mereka ga langsung percaya kalau saya owner asli situs ini, akhirnya mereka bilang akan me-remove 2 url kloningan tersebut.

Lalu, mereka apa kabarnya sekarang?

Masih ada sih kloningannya terhitung tanggal 10 Desember ini, masih berserakan di search engine, tapi semoga secepatnya bisa dihempaskan ke black hole tersedot oleh kekuatan ruang vakum mahadaya, SELAMANYA *pakai gaya ala princess Syahrini.

 

Blogging and The C

C for Creativity.

Iya, kreativitas. Selama setahun ini rasanya ada beberapa skill yang saya rasakan mulai meningkat untuk urusan blogging. Salah satunya adalah skill fotografi.

Ga muluk-muluk harus bening dan bokeh ala kamera PRO, cukup; mempelajari teknik letak properti dan maju mundur-in handphone untuk dapetin bokehnya 😂. Just as simple like that. Eh satu lagi, editing Sist!

Dan untuk editing, perlu sangat berterima kasih kepada aplikasi-aplikasi seperti Canva, PicsArt, dan Snapseed. Kalian lah yang membuat blog saya jadi colourfull dan eyecatching 👏.  Lumayan beda banget lah postingan zaman awal ngeblog sama sekarang.

Selain skill fotografi, skill menulis juga mengalami peningkatan tidak terlalu signifikan 😶. Ga, ga banyak koq nambah skill-nya, yang banyak nambah itu sebenarnya tjoerhat-nya, hahahaha.

Skill menulis yang biasa saya terapkan di tulisan pribadi, lomba atau job biasanya bersifat soft selling, judulnya apa intinya apa konklusinya apa, muihihihi. Etapi, bukan ga sinkron ya, bukaaan.

Ini salah satu contoh tulisan soft selling saya yang beruntung karena masuk menjadi salah satu pemenang

Dan justru soft selling ini saya leluasa memperkaya wawasan tulisan. Jadi, ketika saya nulis soft selling saya belajar bagaimana mengarahkan pembaca untuk mengetahui “why I must have it” dan bukan melulu tentang “what is it“.

Selain itu, untuk hard selling saya emang kurang sreg, ga pede dan belum dapat panutan buat dicontek ilmunya. Tapi, oneday kalau ketemu yang blogger dengan hard-selling-style yang cocok saya akan coba belajar koq.

Blogging and the D

D for Development.

Sungguh ga nyangka, awalnya saya yang sibuk nge-japri orang-orang yang saya kenal bisa nge-develop blog dari awal, ternyata saya bisa mengerjakan ini semuanya?!

Mungkin terdengar alay, tapi untuk mantan siswa SMA dengan nilai TI mentok angka 7,00 membuat sebuah blog apalagi TLD dari awal adalah sebuah pencapaian tersendiri dan patut diapresiasi.

Saya 2015 dulu pernah punya 2 blog, dengan niat tidak mulia sok-sokan pengen kaya mahmud di luar sana, tanpa tau masuk darimana dan bagaimana karena oh sungguh random sekali waktu itu alias sok-sokan bisa. Saking randomnya sampai mau masuk kembali ke blog dulu saya ga tau lagi caranya, wuahahaha.
Karena blog ini saya akhirnya bisa; membuat email pribadi, mendaftar di website Blogger, membeli domain untuk TLD sampai memasangnya sendiri, mencoba berbagai template hingga dapat kriteria template sendiri, belajar bikin header blog, memasang Google Analytics hingga terbiasa membacanya, sampai memberanikan diri utak atik kode script ketika ada trouble.

Saya juga pernah keranjingan gonta ganti template hingga sebulan 7x, halaman utama tiba-tiba nge-blank juga pernah dan aseli bikin pucat banget, Google Analytics eror sampai ga mood makan sebulanan pernah juga pun *ini asli lebey 😛, edit template yang sampai kudu edit kode script dikit-dikit juga pernah.

Bener-bener kerasa banget usahanya untuk blogging ini. Bukan, bukan karena saya pantang menyerah atau tipe pembelajar, tapi karena saya sayang keluar duit buat bayar developer 😂😂😂😂 *ditimpuk anak TI.

Tapiiiiii, itu baru dari segi fisik, yang kasat mata. Lebih dari itu, blogging sebenernya juga membantu saya membangun diri saya sendiri, lebih tepatnya mental dan wawasan saya.

Saya pernah cerita kalau awal mula nge-blog serius ini adalah sekitar tahun 2017, tahun-tahun saat saya terpuruk dalam depresi paska lahir. Alloh has kept me and blogging kept me to develope my self continuesly.

Blogging membantu saya menyehatkan mental, membantu saya mengeluarkan energi negatif, membantu saya mengurainya menjadi sesuatu yang lebih baik dan bermanfaat.

Blogging membantu saya memanfaatkan waktu dengan menulis dan membaca, blogging membantu saya untuk belajar profesional dan kritis, blogging membantu saya untuk tetap menyeimbangkan “sepeda” kehidupan saya.

 

8 thoughts on “#FBBKolaborasi : Blogging and The ABCD”

  1. Gonta-ganti template itu yang dulu membuat saya lebih memilih wordpress ketimbang blogspot, wkwkwk. Gara-gara template blogspot bisa kita atur sesuka hati, sampai bisa mainin coding di dalamnya, dan waktu saya banyak habis di situ daripada menulis, ahaha.

    Reply
  2. Mbak Fika, terharu sama curhatannya. 2018 ternyata bener2 tahun yang luar biasa bagi pian ya. Semoga bad things-nya segera berakhir. Dan, congrats! untuk semua penghargaan yg telah didapat. Pian memang layak mendapatkan semuanya.

    Reply
  3. "Blogging membantu saya menyehatkan mental, membantu saya mengeluarkan energi negatif, membantu saya mengurainya menjadi sesuatu yang lebih baik dan bermanfaat." wah, aku suka banget line ini Mbak. Soalnya emang bener, hal itu juga yang aku rasakan selama ngeblog. Syukur-syukur bisa menebar manfaat juga buat yang baca. Anyway Mba Fika rajin bener dah… Salut sama semangatnya ^^

    Reply

Leave a Comment