Latihan Membuat Tulisan dari Topik yang Tidak Familiar

Bulan April ini aku memutuskan untuk ikut kelas kepenulisan dari penulis favoritku. Kelas berbayar di kelas.com ini terdiri dari 15 chapter per kelas (khusus punya beliau ini). Rencananya aku ingin mengikuti dua kelasnya sekaligus. Bismillah.

Jadi, tiap chapter berisi satu video dan satu worksheet. Video berisi penjelasan sekitar 5 – 11 menit, sedangkan worksheet berisi challenge. Dan siang tadi aku langsung menghabiskan 6 chapter video untuk didengarkan. Jadi malam ini aku memutuskan akan mulai menyicil PR nya, karena tidak bisa tidur memikirkannya.

Chapter 1 tentang Kenapa Harus Menulis. Tugasnya hanya pertanyaan pilihan ganda, hanya sekedar mengetahui seberapa besar bakat dan minat kita pada kegiatan menulis. Sedangkan chapter 2 dst, tugasnya akan aku kerjakan di blog ini. Dan judul di atas adalah tentang tugas chapter 2: Syarat dan Langkah Awal Menjadi Penulis.

Mohon maaf sebelumnya, karena ini konsepnya adalah worksheet, jadi untuk detil penjelasan materi kepenulisan tidak aku tulis di sini. Mungkin lain waktu. Es tut mir leid, aku minta maaf.

Baiklah, aku akan langsung menulis ke intinya karena sudah nyaris pukul 24.00.

Tugas chapter 2: Mari Menulis dari Topik yang Tidak Familiar (dengan kata yang sudah ditentukan ke dalam 1 2 paragraf)

1. Xerthixt

Namaku adalah Xerthixt, aku adalah pangeran dari Kerajaan Xerox. Di dunia kami, semua orang punya kemampuan menggandakan apapun, kecuali nyawa. Tidak masalah sebenarnya. Toh, dengan kemampuan ini kami tidak mengenal apa itu miskin. Apa itu lapar. Apa itu kekurangan. Saat kami belum puas makan sesuatu, kami bisa menggandakan sebelum makanan itu habis. Jika kami kedinginan di musim salju karena selimut tipis, kami bisa menggandakan selimut menjadi 2, 3, atau 4 lapis sekaligus. Jika kami ingin menambah kepingan emas di lemari, kami bisa menggandakannya menjadi berapapun yang kami mau. Apa itu miskin? Apa itu lapar?

Apa kata kalian? Menyenangkan? Memang terlihat menyenangkan. Seakan-akan tidak perlu lagi bekerja untuk hidup. Tapi, tahukah kalian? Ada satu konsekuensi yang harus dibayar untuk setiap kemampuan yang dipakai. Konsekuensi yang cukup besar, bahkan fatal: berkurangnya jatah usia. Setiap kemampuan itu dikeluarkan, maka jatah usianya berkurang lima tahun. Ohya, mungkin kalian belum tahu. Di Kerajaan ku, Xerox, semua manusianya punya jatah umur sama: sama-sama 500 tahun. Wahai, sekarang, jika aku, Xerthixt, mengundang kalian untuk menjadi rakyatku, apakah kalian akan menggunakan kemampuan menggandakan itu atau menjaga jatah umur kalian?

2. Cenobalistigari

Aku tinggal di sebuah tempat yang diapit oleh dua dinding alam yang menjulang tinggi, tak kurang dari 150 meter tingginya. Dinding alam raksasa itu adalah batuan cadas usia jutaan tahun yang konon dulu terbelah karena jatuhnya meteor di akhir zaman Cretaceous, 65 juta tahun lalu. Konon (lagi) di batuan cadas itu tertanam fosil dinosaurus. Tidak ada yang tahu pasti, karena dinding batuan menjulang itu ditutupi lumut dan pepohonan.

Tapi, ada batuan cadas di sebelah tenggara, letaknya menyempil dan jarang terkena sinar matahari karena terhalang dinding batuan di sebelahnya. Penduduk menamakannya Cenobalistigari. Aduh, susah sekali mengejanya. Tapi, lebih susah lagi kalau tahu apa yang sering kami alami. Di sana sering terdengar suara-suara aneh setiap malam tertentu. Kadang lenguhan seperti menyayat hati, kadang menggeram seperti ingin menyerang. Suara itu semakin menjadi-jadi karena keluar di saat malam yang hening dan terpantul-pantul menggema di dinding tebing. Tidak ada yang tahu suara apakah itu sebenarnya. Kami lebih memilih merapatkan selimut sampai menutupi wajah jika suara itu mulai muncul.

3. Palopomoromisme

Pangaji kecil tidak tahu kenapa setiap rumah di desanya selalu ada pohon yang sama. Entah itu masih kecil, sudah berbuah atau bahkan masih bertunas, yang pasti setiap rumah pasti punya tanaman ini. Pangaji kecil bertanya pada ayahnya, kenapa di rumahnya, di rumah tetangganya, bahkan di rumah neneknya pohon ini selalu dilihatnya. Di mana-mana. Ayahnya bertanya balik kepada Pangaji kecil, “Kamu suka buahnya?” Pangaji menjawab dengan mengangguk. Buah tanaman itu memang disukai semua orang, tidak terkecuali.

Lalu, ayah menjelaskan bahwa dahulu kala, ada seorang pengembara yang berjalan dari satu tempat ke tempat lain. Pada suatu waktu, cuaca sedang terik, dia kepanasan, kelelahan. Tidak ada mata air, sungai pun kering. Lalu saat malam tiba, dia membaca bintang di langit. Ternyata dia baru sadar bahwa saat itu sedang puncak musim kemarau, karena rasi Sungsang Madangkungan terlihat di langit sebelah Timur. Esoknya, dia melanjutkan perjalanan lagi, mencari sesuatu yang bisa diminum. Apapun itu.

Akhirnya, setelah berjalan 8 kilometer, dia menemukan sebuah pohon menjulang. Instingnya mengatakan buah di pucuknya bisa menyelamatkannya. Lalu, dengan tenaga tersisa, dia naiki pohon kurus tinggi itu yang sedang berbuah. Dia jatuhkan 3 buah mudanya. Dia buka dan benar saja, ternyata di dalamnya terdapat air segar lagi manis. Ia minum airnya sepuasnya. Dia juga makan daging buahnya. Terbayar sudah puasa makan minumnya 2 hari 2 malam dengan buah penyelamat itu.

Lalu, dia pungut kelapa tua yang jatuh dan menanamnya di sekitaran situ dengan jarak 10 meter. Kalian tahu? Dia lah yang kemudian menjadi cikal bakal manusia pertama di sana. Seorang pengembara yang menanam kelapa di tempat dia menetap kemudian. Pengembara itu menyebut dirinya Pak Palopo. Lambat laun, daerah itu menjadi banyak penduduknya. Dia juga yang mengenalkan kepada generasi selanjutnya teknologi pembuatan kecap karena kedelai yang tumbuh subur di daerah itu. Kalian tahu sebelum kecap, fermentasi kedelai itu disebut apa? Moromi kami menyebutnya.

Maka, untuk mengenang jasa manusia pertama itu, orang-orang desa membangun tugu hidup yang disebut Palopomoromisme.

***

Sekian tugas kali ini. Kepada netizeng, dipersilakan untuk melemparkan komeng-nya. Wkwkwk.

Baru chapter 2 sudah susah aja tugasnya Bang. Ampun dah ya. Pantesan buku-bukunya gak pernah mainstream. Wong, tugas buat pemula aja sudah begini. Namanya pemula, tolong dimaklumin ya kalimatnya mungkin aneh dan gak nyaman dibaca, topiknya aja aneh begitu *alasan *PLAK!

Sampai ketemu di tugas selanjutnya. Bye!

Leave a Comment