Sebelumnya aku mengira paling akan mendapatkan 1-3 pertanyaan saja, entah pesertanya bingung dengan materiku yang membawa istilah blogging atau materiku memang tidak menarik. Eh, ternyata di luar ekspektasi lumayan banyak pertanyaan yang masuk dan itupun kata moderator tidak bisa dimunculkan semua. Jujur, aku senang sekali melihat mereka cukup antusias.

Saat menjawab pertanyaan aku sadar ada beberapa hal yang luput aku katakan. Jadi, dengan artikel ini sekalian aku menambahkan jawaban kemarin, terutama soal konsistensi menulis.

Bagaimana Memulai untuk Menulis

Pertanyaan: Menulis bukan sesuatu hal yang mudah, kadang memulai 1 paragraf saja susah. Bagaimana tips supaya kita ga bingung saat menulis? (Moderator)

Jawaban: Ibarat teko, isinya sedikit, sedikit juga yang bisa dituang. Kalo isinya banyak, banyak juga yang bisa dituang. Jadi kalo mau nulis, pastikan referensi tentang apa yang ingin kita tulis sudah banyak di kepala, nanti akan terkonsep dengan sendirinya. Apalagi jika sering dilatih karena syaraf otak akan semakin menebal seiring kita mengulang-ulang kegiatan tersebut.

Semakin tebal = semakin mahir

Jadi, kalau masih bingung memulai tulisan, maka kita harus; mengisi otak dengan referensi sebelumnya dan berlatih agar syaraf “bagian menulis” semakin tebal.

Baca juga: How To Master Your Habit, Bagaimana Menjadi Ahli?

 

Pertanyaan: Bagaimana mengatur waktu menulis? Ada waktu efektif ketika menulis? (Moderator)

Jawaban: Saya nulis antara jam 2-4 pagi. Di luar itu ga akan fokus dan feel tulisan saya kurang. Jadi salah satu alasan saya juga buat bangun sepagi itu. Karena kalo udah kesiangan, ambyar… Ga ada yang bisa dikerjakan 🙈

 

Pertanyaan: Bu bagaimana membangun motivasi untuk self reminder menjadi seorang penulis? (Megawati, mahasiswa UIN Banjarmasin)

Jawaban: Motivasi memang sangat diperlukan, karena writers block alias kemageran untuk menulis itu akan selalu ada sekalipun kita seorang penulis Motivasi berarti tentang strong why, jadi sebelum nulis temukan alasan kuat kenapa kita harus menulis.

Kalo saya?
Menulis jadi bikin lebih waras.😬

Apalagi perempuan konon harus mengeluarkan 20.000 kata sehari. Dengan bantuan blogging saya bisa mengolah kata2 itu menjadi sesuatu yang berfaedah. Satu lagi sih, amal jariyah.

Bayangkan kita udah meninggal tapi ada ilmu yang bermanfaat yang mengalir dari tulisan-tulisan kita. Makanya ada quote “Keep writing and you will stay alive”.

 

Tentang Platform dan Passion

Pertanyaan: Ketika kami ingin memulai sebuah blog atau website, apakah penting untuk memilih sebuah platform blogging yang baik Bu? Bagaimana tips baiknya dari Ibu mengenai platform blogging itu sendiri, dan sekalian sarannya dari Ibu, untuk para pemula yang berkeinginan menjadi bloger, dalam menentukan theme dan passion di blognya Bu. Itu dari saya Ibu Terimakasih☺️ (Masniah, Mahasiswa UIN Banjarmasin)

Jawaban: Semua platform blog itu ada minus plus nya. Termasuk kenapa akhirnya saya memilih platform yang ini. Baik tidaknya platform itu ga bisa diukur sih, hehe. Sejauh kita aktif mengisinya semua baik.  Percuma juga udah pakai platform berbayar tapi ga rajin nulis kan? 

Saya memilih WordPress.org karena di sana saya bisa utak atik desain blog tanpa perlu pusing dengan kode script dan juga ada lapisan berganda keamanan. Blog saya yang di platform Blogspot pernah kena hack jadi saya agak trauma. Lalu saya membangun blog yang baru ini di platform lain

Passion dan theme?

Saya dulu otodidak. Karena memang saya punya uneg-uneg jadi punya blog ga kepikiran mau apapun, cuma pengen “nyampah”. Tapi lama2 ga enak juga lihatnya yaa, blognya penuh negatif vibe. Akhirnya coba bikin tulisan yg ada di kepala. Saat itu nulis resep bakso dan review cream pelembab. Sekarang setelah nulis berbulan-bulan akhirnya passion saya lebih berat ke review skincare daripada kuliner.

Jadi, gimana tau passion kita? Yaa jalani aja dulu 🙂 Nanti akan kelihatan mana pembahasan yang membuat hati kita senang.

Baca juga: Pengalaman migrasi ke WordPress.org

 

Pertanyaan: Blog bisa dijadikan sebagai “identitas” diri kan misalnya buat portofolio, nah bagaimana tips utk membangun blog yang refresentatif dan mendukung profil diri kita? (Radhia, mahasiswa UIN Antasari)

Jawaban: Bisa. Di blog itu nanti ada laman tentang About Me, di sana kita bisa nulis sepuasnya tentang diri kita, prestasi kita, background kita, dll. Mau ditulis semuanya sampai jabatan struktural saat sekolah dan kuliah monggo, mau yang sederhana juga silakan. Contoh About Me saya bisa di lihat di sini

 

Monetize Blog

Pertanyaan: Izin bertanya, bagaimana jika blog kita berisi kumpulan cerpen karya kita sendiri Bu? Apakah nanti blog itu juga bisa di monetize?? Dan bagaimanakah sistem monetize blog itu?? (Azizul Maryati, Sumatera Barat)

Jawaban: Kalo cerpen bisa diikutkan lomba. Tapi biasanya lomba cerpen kirimnya bukan berupa link blog, tapi naskah dalam bentuk word. 

Sistem monetize blog itu biasanya kita ditawari klien untuk mereview produknya, bisa peralatan rumah tangga, baju, skincare, suplemen, susu, dll. Nanti akan ada fee yang biasanya dikirim 1-2 bulan kemudian. Tapi untuk menuju ke blog-yang-bisa-menghasilkanuang perjalanannya cukup panjang.

Kita harus punya domain sendiri. Misal kek saya www.latifika.com. Ga nebeng domain platform, seperti www.latifika.blogspot.com. Blog kedua ini dianggap kurang profesional, jadi sangat jarang ada tawaran job. Mengubah nama domain dari yg ada ekornya latifika.blogspot.com ke latifika.com itu perlu modal. Kita beli domain ke penyedia domain, bayarnya per tahun sekitar 135-170ribu.

Itu kalau platform gratis. Kalau platform berbayar WordPress.org kita harus menambah sewa hosting lagi, sekitar 300-500 ribu untuk pemula.

Saran saya kalau baru di dunia blogging pakai platform yang gratisan aja dulu.

 

Pertanyaan: Apakah bisa dengan hanya bermodalkan blog gratis bisa mendapatkan uang? Dan apakah ada kemungkinan bisa menjadi publisher adsense, soalnya saya ada dengar katanya susah sekali mendapatkan approve dari google adsense itu sendiri. (Aisyah Amini, Mahasiswa UIN Banjarmasin)

Jawaban: Platform blog gratis asal domain pribadi (ga nebeng blogspot.com atau wordpress.com) bisa monetize. Biasanya blog yang DA nya di atas 10-20.sudah bisa ditawari job. *DA adalah Domain Authority, skor kualitas domain. Semakin tinggi artinya blognya semakin bagus di mata Google. Ohya untuk adsense, ini ga semua blogger pengen blognya ada adsensenya, kek saya misal. Saya jujur kurang suka. Jadi monetize murni dari job aja, tidak dari adsense.

 

Sistematika Menulis Blog

Pertanyaan: Saya senang menulis dan ada ada beberapa buku antalogi yang telah terbit, tapi belum pernah menulis blog. Pertanyaan saya, apakah menulis blog memiliki kriteria penulisan yang runut dan harus terdapat sesuatu hal yang baru sebagai informasi, dan bagaimana cara menghadapi menulis tanpa mengganggu privasi diri saya, kadang menulis itu terasa sulit jika bukan dari pengalaman, kalau dipaksa ujung-ujungnya tulisan itu gak enak dibaca. Terima kasih bu (Fitriah, UIN Malikussaleh Aceh).

Jawaban: Wah, ini jawabnya saya keder. Hihi. Udah jadi penulis soalnya. Banyak blogger yang merintis jadi penulis dari blogging.

Memang yang berdasarkan pengalaman lebih mantap dibacanya. Saya selalu menulis dengan memasukkan pengalaman. Malah kalo saya ga ada pengalaman di situ rasanya aneh, feelingnya ga dapat. Cuma kita bisa mengatur porsinya, jangan terlalu baper atau melankolis banget. Gimanapun pengalaman adalah guru yang paling berharga kan

(Kemarin lupa dijawab) Apakah menulis blog harus runut dan harus terdapat sesuatu hal yang baru sebagai informasi?

Biasanya kalau kita mau menulis non fiksi, suguhan pertama adalah fakta. Fakta bisa datang dari pengalaman orang lain atau pengalaman personal. Fakta ini akan membuat pembaca tau konflik atau masalah dari tulisan kita apa. Setelah fakta lanjut ke uraian masalah, biasanya di dalamnya ada analisis koq bisa gini dan gitu. Lalu setelai diurai kita tampilkan solusi dari masalah itu.

Mirip-mirip sama fiksi juga ya.

Sebisa mungkin ada informasi baru yang kita hadirkan di tulisan kita. Itu akan membuat pembaca terkesan dengan mendapatkan pengetahuan baru setelah mampir di blog kita, Hanya saja yang perlu diingat informasi baru itu haru kita cek kevalidannya terlebih dahulu. Utamakan membaca referensi antara 3-5 sumber sebelum menulis. 

Tentang EYD dalam blog.

Sebenarnya tulisan di blog tidak sekaku kalau kita menulis proposal penelitian atau skripsi. Tapi tidak juga bablas bebas tanpa aturan. Hanya saja karena ini blog yang notabene adalah website pribadi maka tulisannya pun banyak mencerminkan penulisnya. Seperti saya misal, saya lebih suka nulis tidak terlalu formal dan kaku, masih suka menyelipkan sedikit plesetan. Tapi saya juga menjunjung tinggi aturan menulis, seperti soal tanda petik, tanda titik, tanda koma, huruf kapital, penulisan imbuhan, sisipan. Karena saya sendiri merasa agak risih (maaf) jika menemui blogger yang masih sembarangan menulisnya, bahkan untuk EYD dasar.

Baca juga: Pengalaman Membeli Emas di Pegadaian Secara Tunai

Tentang Bakat Menulis

Pertanyaan: Apakah menulis perlu bakat? Gimana dengan yang tidak punya bakat tp ingin nulis? (Bu Ita, Dosen Tadris Biologi UIN Banjarmasin)

Jawaban: Halo Ibu Dosen, darimana tau tidak punya bakat😊? Niatnya udah ada bisa jadi itu insting bakat atau minat loh. (Bakat itu naluri, bawaan dari lahir. Minat itu ketertarikan, biasanya pengaruh lingkungan). Ga berbakat atau ga diasah aja? 🤭 Punya niat itu bisa jadi alarm kalo kita sebenarnya ada bakat di situ. Minimal minat lah. Kalo diasah tentu akan semakin kelihatan, seperti berlian. Kalo ditemukan dari dalam bumi mungkin biasa aja, tapi kalo sudah diasah, dibentuk sudut2nya… Woow, berkilau bukan?

 

Pertanyaan: Bagaimana cara menarik peminat agar berkunjung pada blog kita, bagaimana agar cakupan blog kita sederhana tapi bermakna dengan tulisan kita?

Jawaban: Ikat dengan tulisan. Tulisan yang menarik, bermanfaat bagi pembaca ga ada matinya. Tetap menulis dan sharing ke medsos… Tulisan kita akan menemukan pembacanya. Di awal-awal memang harus ada branding blog. Nanti lama-lama mesin pencari seperti Google akan mengenal blog kita. Jika tulisan kita bagus menurut Google akan mudah masuk di page one. 

Page one => auto banyak kunjungan

 

Konsisten Menulis

Pertanyaan: Ada tips tidak agar konsisten nulis, mungkin sulit untuk memulai menulis tapi mungkin lebih sulit lagi untuk terus konsisten menulis, terima kasih. (Amniah Ramadhana, Mahasiswa UIN Banjarmasin)

Jawaban: Untuk tetap konsisten memang sulit. Tapi kalo sudah terbiasa menulis, sekali kita ga menulis rasanya ada yang kurang. Sekali dua kali kita ulangi malas menulis, lama-lama akan merubah kebiasaan kita yang tadinya rajin menulis. Kalo ingat hukum 1 Newton, benda yang bergerak akan selalu bergerak kecuali ada usaha yang menghentikannya.

Jadi, kalo sudah konsisten teruskan aja dengan ritme yang sama, karena kalo sudah kadung berhenti akan susah membuat konsisten lagi. (Hukum 1 Newton untuk beda diam)

Hukum fisika yang paling related sama kehidupan😬

Menjawab pertanyaan terakhir ini sebenarnya berat bagi saya karena saya masih pontang-panting agar tetap konsisten menulis, mengingat saya pernah absen dalam waktu lama. Memang saat itu keadaan saya tidak memungkinkan untuk menulis sama sekali. Time flies, alhamdulillah akhirnya sekarang bisa melanjutkan kegiatan menulis saya walaupun di blog, berbagi wawasan kepada para pembaca.

Jika kemudian hari terjadi kejenuhan itu wajar. Alihkan sementara ke kegiatan baru, misal jalan-jalan menghirup udara segar (jika masih pandemi cari yang aman), menonton, membaca buku atau novel, silaturahim ke saudara atau teman (jika masih pandemi cari yang aman). Bisa jadi dari kegiatan baru itu akan muncul ide tulisan yang baru. Tips ini sudah sering dilakukan oleh para penulis buku.

Baca juga: Resensi Selena dan Nebula

***

 

Akhirnya semua pertanyaan bisa terjawab. Ada beberapa hal yang saya tambahkan di blog karena kemarin lupa menjawab saking ingin mengetik cepat-cepat.

Terimakasih peserta kulwap yang sudah menyimak materi dan memberi pertanyaan. Semoga kalian tergugah ingin menggoreskan tinta dalam sejarah hidup kalian. Semoga apa yang disampaikan bisa bermanfaat.

Terimakasih juga kepada temanku, Luthfiyanti Fitriah atas kesempatan ini. Kusenang sekali bisa berbagi dengan kalian. Semoga ada kesempatan di lain waktu.

Kategori: Blogging

Latifika Sumanti

Mom of two, long life learner. Part time blogger, full time mother. Beauty, health, and parenting enthusiast

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *