Assalamu’alaikum….

Bermula dari niat saya mencari sunscreen yang lebih murah dari Parasol, tapi dengan kualitas sebaik sunscreen that packaging looks like a salep, saya lalu berburu informasi di internet tentang sunscreen lokal kualitas bagus. Dan akhirnya pas moment diskon harbolnas 11.11 November (yang sebenarnya bukan harbolnas tapi Single Days) saya akhirnya membeli sunscreen Emina. Tapi, sayangnya saya masih skeptis dengan sunscreen ini, apakah dia sebaik Parasol orange di wajah saya? 

Baca juga: Review Parasol Orange Cream SPF 30.

Membaca review sunscreen Emina di beberapa blognya beauty blogger sih rata-rata kesannya baik, tapi beberapa teman mendapati wajahnya bruntusan memakai sunscreen Emina ini.

Hmmm, jadi 50:50 lah ya alias gambling, tapi akhirnya demi niat berhemat akhirnya kebeli juga ni produk. Apalagi pernah baca sunscreen Emina masuk 8 top sunscreen lokal terbaik. Nah, kan… Gimana ga penasaran?! 

Ok, yang pengen tau langsung aja ya, ini dia review Emina Sun Protection with SPF 30 dan PA+++

Informasi Produk

sunscreen emina review



Nama produk: Emina Sun Protection SPF 30 dan PA+++
Netto: 60 ml
Harga: Rp. 22.000 
Cocok untuk: Kulit normal dan cenderung berminyak

 

Packaging

Dikemas dalam bentuk tube dan tutup flip-top, sunscreen Emina ini cukup travel friendly karena seukuran genggaman tangan. Dengan dihiasi ornamen orange yang cukup rame khas Emina membuat orang langsung paham bahwa produk ini adalah untuk sun protection.

Kemasan depan bertuliskan kandungan utama sunscreen ini, yaitu SPF 30 dan PA+++. Harga semurah ini sudah ada PA+++ nya? Inilah yang membuat saya akhirnya membelinya.

Tau donk ya sunscreen adalah satu-satunya skincare yang paling cepat habis di antara skincare-skincare lainnya karena pemakaiannya yang emang harus boros untuk dapat perlindungan yang sempurna. Paling tidak dalam sehari kita harus mengoleskan sunscreen sebesar uang 500 perak,  atau  gampangnya seluas  2  ruas jari   dan harus  re-apply selambat-lambatnya 4jam sekali.

Gimana ga boros coba.

Kemasan belakang terdapat informasi bahan penyusun, nomor BPOM, tanggal kadaluwarsa, netto, nama perusahaan, barcode, peringatan, cara pakai, dan klaim.

Cukup jelas ya.

Baca juga: Review Sunscreen Parasol Orange: Cucok!

Tapi, sayangnya saya tidak menemukan logo halal MUI di kemasannya. Padahal saya baca Emina termasuk brand yang mengantongi sertifikat halal MUI karena dia satu perusahaan dengan Wardah.

 

Bahan-bahan

Berikut bahan-bahan yang ada di dalamnya;

Aqua, Ethanol, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Glyceryl Stearate, Diethylamino Hydroxbenzoyl Hexyl Benzoate, Dimethicone, Butylene Glycol, Phenoxyethanol, Triethanolamine, Propylene Glycol, Panthenol, Polyvinyl Alcohol, Aloe Barbadensis (Aloe Vera) Leaf Extract, Arcylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Fragrance, Hydrolyzed Wheat Protein/PVP Crosspolymer, BHT, Disodium EDTA, Ethyhexylglycerin, Xanthan Gum, Potassium Sorbate, EDTA, Sodium Benzoate.

See, ada etanol di sana dan turunannya yang juga umlahnya cukup banyak, jadi ga disarankan banget buat yang punya kulit kering sebenarnya. Itulah kenapa saya awalnya ragu-ragu mau beli.

Bahan aktif sunscreennya ada di Ethylhexyl Methoxycinnamate sebagai SPF-nya alias filter UV-B dan Diethylamino Hydroxbenzoyl Hexyl Benzoate sebagai UVAsorb HEB alias agent PA-nya alias filter UV-A. 

Hmmm, apaan sih SPF dan PA itu kepanjangannya? Terus UV-A dan UV-B apa bedanya? Menyebabkan apa mereka pada kulit? Yuk, mari baca di tulisan saya sebelumnya. 

Baca juga : Review Parasol with SPF dan PA | Karena Premature Aging itu Nyata

 

Aroma, Tekstur, Warna

Sunscreen ini beraroma jeruk. Walaupun terkesan segar tapi sayangnya saya ga suka. Iya, saya ga suka kalau skincare wajah itu ada bau macem-macem. Tapi, ya bisa dipahami sih karena Emina ini kan pasarnya buat remaja sebetulnya, tentu menyesuaikan dengan targetnya.

sunscreen emina review
Warnanya putih kehijauan alias hijau muda banget

Tekstur sunscreen ini seperti lotion (lebih encer daripada cream) dan bewarna putih kehijauan. Ketika dipakai ada sensasi semriwingnya, segar. Tapi kalau melihat ingredientnya di kemasan belakang kita akan paham sensasi coolingnya itu berasal dari ethanol yang kenapa mesti ada di urutan kedua.

 

Klaim

Memiliki tekstur ringan membantu melindungi kulit dari sinar UV di hari yang aktif. Diperkaya dengan Aloe vera ekstrak dan emollient untuk memberikan kelembaban ekstra pada kulit. 

 

Performa

Kandungan aloe vera dan emollient-nya memang membantu wajah terasa jadi lembab. Karena bentuknya lotion jadi agak lama terserap masuk ke kulit. Dipakai tidak greasy atau bikin gerah, lengket dan panas. Nyaman aja sih. Cuma, agak sedikit berminyak jadinya. But, it’s no big probs.

Seperti yang ditulis sebelumnya bahwa ketika mengoles lotion sunscreen ini di wajah ada semacam sensasi dinginnya karena kandungan alkoholnya cukup tinggi, ditandai dengan letaknya di urutan kedua ingredient. Jadi, memang Emina sunscreen kurang cocok untuk kulit kering karena rawan menimbulkan masalah, contohnya bruntusan atau kulit tambah kering.

Lalu, di saya gimana?

Saya sudah memakai produk ini sebulan lebih memang tidak ada tanda-tanda breakout (ga cocok)  yang  berarti,  maksudnya kaya jerawat gedey-gedey. Cumaa …komedo jadi lebih banyak dari biasa   dan. Sekali lagi itu wajar karena sunscreen ini mengandung zat penyebab komedo atau comedogenic, yang tidak lain adalah etanol.

Kenapa sih harus ada etanol?

Karena etanol adalah senyawa pelarut yang paling mudah ditemukan, paling murah biayanya, dan serba guna alias ga “cerewet”. Maksudnya dia bisa melarutkan air sekaligus bahan organik yang biasa menyusun produk skincare. Oleh karena itu Emina Sunscreen ini bisa dijual murah. Murah banget malah. Bayangin, produk lokal lain ukuran 20mL harga 60an ribu, si Neng Emi ini ukuran 60mL harga 20an ribu. Nah, nah kaaann…. Murce banget!

Hanya saja yang menganggu adalah produk ini bikin kulit wajah kusam dan berminyak. Setelah pemakaian juga terasa sekali muncul komedo di area hidung. Kalau breakout parah ga ada sih, cuma kalo jerawat centhyl-centhyl ya ada. Hmmmm……tetep ya   juga  itupun bikin  males.

 

Pros and Cons

Dari sebulan pemakaian saya bisa menyimpulkan kesan terhadap produk ini berdasarkan observasi saya.

Pros

+ Harganya murah
+ Memiliki PA +++
+ Halal (walau tidak bertuliskan logo)
+ Isinya banyak
+ Kemasan travel friendly dan eyecatchy

Cons

– Aromanya cukup menyengat (tapi ini subjektif sekali, beberapa orang merasa tidak terganggu, beberapa malah lebih suka yang ber-fragrance)
– Alkohol dan turunannya cukup banyak, tidak disarankan bagi pemilik kulit kering
– Comedogenic
– Bikin kusam

 

Repurchase? May be yes and no. May be yes karena harganya termurah dibanding sunscreen dengan PA+++. May be no, karena pengen nyoba sunscreen lain yang kandungan alkoholnya ga bikin komedo.

Hmm, ternyata masih 50:50 yaa, hahahaha *tepok jidat.

Semoga bermanfaat yaa. See next review Qaqa 🤗.

 
 

16 Komentar

Ruli Retno Mawarni · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Aku stop pake ini karena ga suka sama komedonya dan efek minyak setelah pake itu. Hehehe.. Krn biasanya jg waktu dandan singkat sementara dia agak lama menyerap. Eh ada gak sih DIY toner utk kulit kering? Meski kulit kering, masih suka hidung landak juga sesekali hahaha

Fatimah Aqila · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Wahhh, sama aku juga pakai ini. Ini sih sunscreen yang murah banget. Aku suka makainyaa 😁😁😁

Kalau sunscreen lain sebenarnya aku penasaran juga tapi nanti deh coba-coba.

Zulaeha · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Aku rencananya mau pakai ini, tapi masih suka sama sunscreennya si kakak Wardah. 😀

Rizky Ashyanita · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Kalo aku pribadi sih kurang cocok si sunscreen ini huhu
Padahal dia murce buat d pake sehati-hari huhu

Gita - jurnalgita.com · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Aku pernah pakai sunscreen-nya Emina ini dan jujur aku ngga terlalu nge-fans. Entah kenapa feel-nya kayak nggak enak gitu di kulitku ����

Cobain sunscreen-nya Biore, Fika. Itu bagus deh. Siapa tau cocok *numpangngeratjoen ������

Latifika Sumanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Pakai apakah gerangan Eca

Latifika Sumanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Hebat euy, early 20 udah pakai sunscreen

Latifika Sumanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Mba Leha, Wardah is always yaa

Latifika Sumanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Emang lagi cari2 yang lain sih mba 😀

Latifika Sumanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Pakek toner cuka apel bisa mba, tapi ga usah ke seluruh wajah, ke bagian hidung aja, nanti 2 hari pemakaian teratur udah kalem lagi hidungnya

Hairun Nisa · April 11, 2019 pada 7:29 pm

kebetulan banget pas harbolnas tadi aku belanja sunscreen juga mbak. Dan bukan yang ini karena kemarin belum baca artikel mbak ini. Tapi bisa nih jadi contoh aku kalau mau review juga nanti. Baru make beberapa kali sih.

clara · Juli 20, 2019 pada 7:48 am

Emina ini memang oke seperetinya ya
Ini ada artikel tentang pendeteksi hidrokuinon di kosmetik,
mungkin bisa dikunjungi untuk menambah wawasan http://fst.unair.ac.id/noni-kit-pendeteksi-hidrokuinon/

Peha · Juli 17, 2020 pada 2:24 pm

Udah pernah pake parasol yg spf 45 yg whitening ga,,review donk, ak idah pke parasol oraange jg dan alhamdulillah, kek mbaknya jg, tp mulai tergiur sm parasol 45 itu, dia bemtukamnya lotion gt..review pleeeeeesseeeee

    Latifika Sumanti · Juli 19, 2020 pada 3:57 am

    Wah, langsung searching donk saya. Baru tau ada Parasol Whitening SPF 45. Saya pengen banget nyoba tapi lumayan pricey, takut ga cocok nanti nangis, hihihi. Saya sekarang pakai Skin Aqua aja Mba, karena sensitif kulitnya jadi harus cari yang mild dan affordable tentunya, karena produk skincare paling boros (harus boros malah) ya sunscreen, karena makenya harus 2 jari dan reapply

Review Parasol Cream Ungu. Si Kembar Tapi Tak Sama - Bonjour Fika · Mei 30, 2019 pada 8:28 pm

[…] Baca juga: Emina Sunscreen, sunscreen termurah dengan SPF dan PA. […]

Daftar Skincare yang Tidak Cocok - Bonjour Fika · Juli 24, 2019 pada 9:48 pm

[…] Aku udah pernah review produk ini ya. Lebih jelasnya ada di artikelnya sendiri. […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *