BLANTERWISDOM101

5 Rekomendasi Tempat Makan di Palangkaraya

Senin, 26 November 2018

 Assalamu'alaikum.....

Dapat tantangan menulis 5 rekomendasi tempat makan di kota sendiri? Hmmm, tema yang menurut saya agak sulit untuk kami yang ga terlalu sering makan di luar ini.

Tapi ok lah ya kita coba dulu.

Di Palangkaraya kota tempat saya tinggal ini sebenarnya pertumbuhan bisnis kulinernya ga secepat di Banjarmasin apalagi jika dibandingkan dengan kota-kota di Jawa. Bahkan untuk ukuran sebuah ibukota provinsi, Palangkaraya masih kalah rame dengan kota kabupaten di Jawa, ambil contoh aja Malang. Hmmm, jadi bisa dibayangkan ya geliat kuliner di sini?

Tapi sekali lagi ok lah saya coba buat rekomendasi tempat makan di sini versi keluarga saya. Here they are;

1. Bakso Kota Cak Man

Sejak taaruf dengan suami saya sudah tau makanan kesukaannya, bakso. Kami berdua pecinta bakso. Maka, saat tiba di kota perantauan ini kuliner yang paling kami buru adalah bakso. Selain mencari rasa, kami juga harus memperhatikan branding jualannya karena yaah di sini daging babi kan lazim di pasarkan (walaupun berbeda pasar dengan daging sapi).

Dan pencarian kami akhirnya menemukan bakso Cak Man ini masuk kriteria kami. Kenapa? Karena bakso Cak Man sudah mengantongi sertifikat halal. Bakso Cak Man ini self serving, jadi kita bisa bebas memilih isian bakso kita dan variannya itu cukup banyak, tapi cukup ambil 2 atau 3 bakso aja kayanya udah cukup karena ukurannya cukup besar.

2. Pizza Hut Palangkaraya

Resto Pizza Hut di kota saya baru ada 2 tahun belakangan ini saja. Dan kebetulan suami juga pecinta pizza sehingga beberapa kali kami pernah singgah ke sini. Tempatnya bersih banget dan pelayannya sungguh ramah, ga bikin kita males minta tolong.

3. Pizza Buah Mas Taufiq Palangkaraya

Nah, kalau suami suka pizza asin, maka pizza buah ini kesukaan saya. Rasanya itu nano-nano, manis dari krimer sausnya, kecut dari topping aneka buahnya dan sedikit asin dari kejunya.

Lumayan unik kuliner satu ini karena saya belum pernah makan sebelumnya dan langsung ketagihan.

Sumber: Facebook Pizza Buah Mas Taufiq

4. Mie Yamin Kriwil khas Bandung

Nah ini salah satu resto yang awalnya ga masuk kriteria saya. Malah sempat ga pengen nyoba. Karena lokasinya yang mewah banget tapi tulisannya cuma menyuguhkan mie kriwil? Apa sih...

Sampai akhirnya saya liat tetangga upload foto family time mereka di tempat yang ga pernah saya liat sebelumnya. Cozy banget kesannya. Ternyata mereka lagi makan mie kriwil Bandung. Pas saya tanya soal harga dan rasa, hmmm kayanya saya patut membuktikannya.

 

Dan akhirnya saya bujuk suami untuk mencoba makan di sana. Ternyata ada di lantai 2 dan tempatnya itu nyaman banget. Mungkin untuk ukuran resto di Jawa it's too ordinary tapi untuk di kota saya yang persaingan dunia kuliner yang biasa aja, Mie Kriwil Bandung ini menyuguhkan tempat makan yang "mbetahi" banget. Sumpah, andaikan anak-anak udah gede ga keluyuran kesana kemari mungkin kami bisa habiskan waktu berjam-jam di sana dengan pesan makanan lagi dan lagi, soalnya rasanya juga ga mengecewakan, enak deh, beneran. Soal harga ya ampuun saya ketipu. Estimasi di sana seporsi 45 ke atas ternyata cuma 25 rebu doank cuy, itupun versi jumbonya. Huhuhu. .. Mau lagi donk Bang Say ke sana....

5. Sate ayam Adonis

Sebenarnya saya menamainya karena lokasinya yang berada di jalan Adonis Samad. Satenya cuma modal gerobakan doank dan 1 meja untuk pelanggan yang mau makan di tempat. Walaupun cuma gerobakan tapi pembelinya seringkali bermobil. Kunci larisnya saya rasa ada di kuah kental bumbunya itu. Kental banget dengan citarasa kacang tumbuk dan bawang putih yang dimasak sampai lama dan meresap kemudian saat penyajian ditabur bawang goreng dan kecap. Duh, bisa kalap deh kalau ga ingat dompet. Hahaha. Satu tusuknya sekarang Rp 1.500 dan lontongnya per biji Rp 4.000.

Well, itulah tempat makan yang biasa kami singgahi. Dalam sebulan boleh lah ya 2-3x makan di luar demi menyenangkan hati anak-anak dengan variasi makanan. Asal jangan kebiasaan aja, mending ditabung uangnya atau dibelikan barang produktif jadi keliatan deh hasil jerih payahnya.

Share This :

0 komentar