BLANTERWISDOM101

3 Tips Dapatkan Keju Cheddar Terbaik dari Kampanye #KejuAsliCheck

Jumat, 17 Desember 2021

 3 Tips Dapatkan Keju Cheddar Terbaik | Kampanye #KejuAsliCheck - Bismillah...

Apa kabarnya, Teman-Teman? Semoga baik-baik saja dan dalam keadaan sehat wal'afiat semua.

Berbicara tentang keju, tentu saja kita tidak asing lagi di telinga. Entah membeli cemilan bertopping keju di luar atau membawa sepotong keju untuk diolah kembali di rumah atau bahkan hanya menikmati sekedar rasa keju di dalam snack, keju menjadi sangat familiar sekarang di lidah kita.

Iya, sekarang. Beda dengan belasan tahun silam.

Saya bahkan sempat berpikir dulu keju bukanlah makanan yang lazim dan terkesan untuk kalangan atas. Saya? Saya sendiri dulu cukup dengan memandangnya di televisi. Hehe.

Nah, ngomong-ngomong zaman dulu, saya jadi ingat sebuah brand keju yang wara-wiri di layar kaca. Betul, "Keju Kraft" namanya. Dulu di kepala saya dia adalah image keju satu-satunya. Sebut saja pionir keju cheddar di Indonesia.

Padahal saya aja yang tidak tahu, bahwa ternyata keju termasuk makanan yang sudah sangat lama ditemukan. Usia sejarahnya mungkin sudah ribuan tahun dan masing-masing negara punya ciri khas kejunya masing-masing.

Orang zaman dulu sekali yang belum kenal teknologi penyimpanan makanan, kulkas misalnya, selalu punya cerita menarik tentang ketidak-sengajaan mereka menciptakan makanan baru, seperti mie dan es krim. Ya, betul. Ternyata keju pun konon ditemukan tanpa sengaja.

Seiring dengan booming-nya dunia kuliner, makanan berkeju pun mulai banyak diciptakan. Alhasil sekarang pilihan keju jadi beragam. Di sisi lain, ini memudahkan para ibu-ibu dalam menentukan pilihan. Tapi sekaligus juga membuat bingung karena banyak ragam merk-nya, beragam pula kualitasnya. Ya, tidak semua keju ternyata benar-benar keju asli.

Pengalaman Dapat Keju Aspal

Ini cerita saya sekitar 2017. 

Sekitar tahun-tahun awal menikah, saya lagi suka-sukanya menjelajah resep. Keju, benda merupakan makanan yang sejak dulu hampir tidak pernah saya makan, setelah menikah jadi barang wajib di dapur untuk disulap jadi cemilan. Ternyata ada hikmahnya saya dikaruniai suami yang punya "lidah yang lebih kaya" daripada saya.

Jadi, hari itu waktunya saya belanja bulanan. Waktu di deretan rak keju saya melihat keju dengan brand yang baru saya lihat. Saya intip harganya, wow, sungguh sangat menarik! (baca: murah bingit). Akhirnya, saya ambil 2 pcs setelah memastikan ada No BPOM dan halal MUI.

Wah, wah, saya berpikir telah sukses jadi ibu-ibu hemat nan cermat karena berhasil mendapatkan 2 pcs keju baru yang harganya masih lebih murah daripada 1 pc keju yang biasanya saya beli. Udah girang saja.

Sesampainya di rumah, saya yang tidak sabar pun langsung mencicipi. Tapi, saya kaget bukan main ketika mendapati ternyata rasanya bukan seperti keju, melainkan lebih mirip ke, hmmm... tepung yang diberi keju?

Serba salah saya menghabiskan 2 pcs keju yang terlanjur dibeli itu, dimakan langsung aneh, dijadikan topping pun makanannya ikutan aneh. Saya dapat keju "jadi-jadian".

Sejak peristiwa itu, saya akhirnya menyadari bahwa keju (kemasan yang dijual) tidak semuanya sama kualitasnya.

Bagaimana Saya Belajar Mengetahui #KejuAsliCheck?​

Setelah kejadian itu, saya belajar bagaimana membaca informasi yang dituliskan di kemasan luar pada setiap makanan yang saya ingin beli, termasuk keju. Dan sekarang saking seringnya jadi kebiasaan sampai sekarang, bolak-balik tulisan yang ada di kemasan produk baru memasukkan ke keranjang setelah yakin.

Tulisan di kemasan luar yang memuat nama produk, bahan-bahan, netto, produsen, logo halal, dll itu dinamakan label pangan oleh BPOM, yang mana BPOM memang selalu menganjurkan setiap konsumen untuk memperhatikan dengan seksama sebelum membeli.

Jadi, bagaimana saya belajar mengetahui keju kemasan terbaik untuk keluarga? 

Setelah memastikan adanya No BPOM, halal MUI dan tanggal kadaluwarsa, selanjutnya saya akan melakukan  2 hal ini:

1. Menilik komposisi 

Komposisi adalah susunan bahan pembuat makanan. Pada makanan kemasan yang dijual bebas, produsen diwajibkan mencantumkan komposisi secara gamblang, jelas, dan mudah dibaca. Menurut aturan BPOM semua bahan harus ditulis dan tidak boleh ada yang ditutupi. 

Pertama, perhatikan komposisi atau susunan bahan-bahan yang terkandung dalam produk itu. Urutan komposisi menunjukkan quantitas atau jumlah terbanyak yang terkandung

(Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc -ahli gizi medik FKUI)

Berbekal informasi ini kita bisa memilih sekian banyak merk keju cheddar yang berderet di rak untuk kita bawa ke rumah. Tentu saja keju cheddar terbaik adalah keju yang komposisi pertamanya adalah keju cheddar, bukan air, bukan tepung.

[caption id="attachment_3647" align="aligncenter" width="300"]keju cheddar terbaik Komposisi Keju Cheddar Kraft dengan keju cheddar di urutan pertama[/caption]

2. Memperhatikan klaim nutrisi pada kemasan

Setelah menilik bagian komposisi, hal yang tidak boleh luput dari perhatian kita adalah soal nutrisi yang ada pada produk makanan yang akan kita konsumsi. 

Maksudnya gimana?

Begini ya Ma contohnya, misal Keju Kraft yang saya pegang ini (ternyata) ada klaim nutrisi pada kemasannya. Di sana tertulis: Kalsium, Protein, dan Vitamin D (dengan segala kebaikan susu). Itulah klaim nutrisi-nya. 

keju asli checkArtinya di dalam keju Kraft yang kita konsumsi kita akan mendapatkan nutrisi seperti kalsium, protein dan vitamin D. Dan yang ingin mengetahui lebih jelas soal kadarnya, pada kemasan kita bisa membacanya di bagian Nutrition Fac atau Nutrition Information. Karena sudah melewati uji lab BPOM, tentu saja klaim ini tidak asal-asalan.

Pada setiap 20 gram atau 1/8 bagian keju cheddar Kraft mengandung: 8% protein 4 gram), 10% kalsium 141 mg), dan 8% vitamin D dari Angka Kecukupan Gizi (AKG).

Sekilas terlihat kecil, tapi menurut saya itu cukup koq Ma, apalagi itu adalah versi AKG dewasa, karena kita perlu juga memvariasikan dengan makanan bernutrisi lain agar terpenuhi hak nutrisi anak.

keju asli check

3. Keju Asli dari New Zealand

Tidak hanya komposisi pertama nya adalah keju cheddar, ternyata keju cheddar yang dipakai adalah keju cheddar dari New Zealand. Dengan komposisi yang oke banget itu, keju Kraft cheddar tidak perlu lagi memasukkan perasa tambahan keju ke dalamnya. Sehingga, kita tidak khawatir keju yang dikonsumsi akan kebanyakan zat additive yang tidak perlu.

Resep Macaroni Schotel Panggang 

Akhirnya kita masuk ke part resep yah, hehehe. Ini adalah resep andalan saya di rumah karena anak-anak semua suka. Yang sulung tidak suka pizza pun jadi doyan makan macaroni schotel. 

Bahan-Bahan

Pasta macaroni 300 gram (saya pakai fusilli)
Susu cair 300 ml
Bawang bombay 3/4 bagian
Sosis 2 batang
Wortel 1 buah
Tepung 1 sdm untuk mengentalkan
Telur ayam 2 butir
Keju parut 80-100 gram
Pala, garam,gula, kaldu bubuk, oregano kering menurut selera

Topping:
Saus bolognaise, keju parut

Cara Membuat

1. Wortel potong dadu, rebus, sisihkan
2. Pasta macaroni 300 gram direbus 8 menit, sisihkan
3. Bawang bombay cincang kasar, tumis sampai wangi
4. Masukkan 1 sdm tepung, aduk rata
5. Masukkan susu cair dan keju parut, aduk hingga larut
6. Tambahkan pala bubuk, garam, gula, merica, kaldu bubuk
7. Masukkan sosis potong dadu dan wortel rebus, aduk
8. Tambahkan macaroni rebus, aduk rata
9. Masukkan telur 2 butir, aduk rata
10. Koreksi rasa, masukkan oregano kering di terakhir pengadukan
11. Tuang ke dalam pinggan tahan panas
12. Oles topping saus bolognaise dan taburi dengan keju parut
13. Panggang dengan suhu 150°C selama 15 menit atau menurut oven masing-masing

Tidak punya oven, boleh banget dikukus ya, Ma. 

 

Bagaimana Ma? Apakah sudah memastikan makanan kemasan dan keju di rumah sudah yang berkualitas baik? Yuk, sama-sama kita belajar mememperhatikan #KejuAsliCheck dengan melihat label pada kemasannya ya, jangan lupa perhatikan komposisi dan klaim nutrisinya agar hak nutrisi anak dan keluarga terpenuhi dengan baik.

 

Share This :

0 komentar