“Anak zaman sekarang menghabiskan waktu rata-rata 6.5 jam dalam sehari di depan gadget” (ChildWise Institute 2015)



Dari tahun ke tahun terlihat sangat jelas ada perubahan gaya permainan anak. Tahun 1990-an kita menyaksikan – bahkan kita sendiri yang melakukan- banyak anak yang bermain di luar rumahnya.


Main bola kasti, petak umpet, gobag sodor, egrang, lompat tali, kelereng, atau hanya main tanah adalah keseruan yang lazim dilihat tiap sore. Riuh rendah suara teriakan anak-anak menghiasi udara sampai jelang adzan magrib. 

Tapi, hari ini kita lihat banyak anak lebih banyak diam di rumah, duduk manis sambil…….memegang handphone, menyaksikan video atau game dari layar gadgetnya. Malas ke luar rumah apalagi bermain tanah.

Baca juga: Atopiclair, obat salep gatal non steroid

Penelitian dari ChildWise Institute yang berbasis di Inggris mengatakan bahwa anak zaman sekarang menghabiskan 6.5 jam waktunya dalam sehari di depan gadget, dengan rincian; 8 jam lamanya anak lelaki terpapar layar dan 3.5 jam untuk anak perempuan. Anak laki-laki memang lebih rentan terpapar-terlalu-banyak karena mereka adalah makhluk yang menyenangi tampilan visual. 


Belum lagi ditambah pembangunan perumahan dan gedung-gedung yang semakin tahun semakin menggerus lahan bermain anak-anak. Semakin klop rasanya. 


Ilmuwan bahkan telah mengeluarkan istilah “Nature Deficit Disorder” karena banyaknya masalah kesehatan yang muncul akibat anak terlalu lama berada di dalam rumah. 


Hmmm, sebagus apa sih bermain di luar rumah sampai keluar warning seperti itu?

 

Manfaat Bermain Outdoor Bagi Anak

Sebenarnya banyak sekali manfaat yang kita dapat saat bermain di luar rumah. Sampai-sampai psikolog anak kami pernah berkata,  

Bu, biarkan anaknya main di luar, eksplor ini itu, pegang bentuk ini itu. Hujan-hujan juga biarkan. Apa yang kita khawatirkan? Cacingan? Ada obatnya. Takut demam? Ada obatnya. Tapi, kurang stimulasi? Susah ‘obat’nya“. 

 

 
Ayo Ma, Let’ s go! 


Memang banyak sekali manfaat dari bermain di luar. Berikut saya rangkumkan 5 poin penting dari berbagai sumber terpercaya dan juga yang saya rasakan sebagai “anak outdoor” yang pernah hidup di tahun 90-an.


1. Menjaga Kesehatan Fisik

Bermain outdoor artinya anak mau tidak mau harus menggerakkan seluruh otot badannya, entah itu berjalan, berlari, menyebrangi jembatan, melompat, dan semisalnya. Itu semua adalah aktivitas menciptakan keringat, membakar kalori. Efeknya anak sehat akan terhindar dari bahaya obesitas atau kegemukan. 

Tahukah Ma, menurut laporan Kementrian Kesehatan RI, kasus obesitas anak Indonesia menunjukkan peningkatan angka yang drastis dari 18.8% di tahun 2007 menjadi 26.6% di tahun 2013. Hal ini seolah seiring dengan penelitian dari ChildWise di atas. 


Selain itu, beraktivitas di luar berarti membantu aliran darah untuk tetap lancar karena bertambahnya pasokan oksigen. Akibatnya aliran darah ke otak, organ tertinggi di tubuh, juga akan semakin lancar.


Maka, tak heran jika kita membaca artikel tentang “tips menghindari penyakit alzheimer”  salah satunya adalah dengan olahraga. 


Tahu alzheimer kan, Ma? Alzheimer adalah salah satu penyakit yang berhubungan dengan degradasi kemampuan otak. 


Bermain outdoor berarti pula anak akan bertemu dengan sinar matahari. Dan ternyata Ma, sinar matahari menyumbang 90% vitamin D untuk tubuh, jauh lebih banyak daripada yang bisa diberikan oleh makanan. 

anak sehat

Anak sehat mainnya di luar


Sinar matahari membawa vitamin D3 atau dikenal juga sebagai previtamin D yang akan dipecah di dalam tubuh menjadi vitamin D. Inilah yang akan membantu penyerapan kalsium dan membantu pertumbuhan tulang dan melawan peradangan. 


Bersyukur sekali kita hidup di negara tropis, mandi vitamin D sepanjang tahun 🌤️. Jadi, jangan sia-siakan, yuk! 

2. Memperkaya Kesehatan Jiwa


Tahukah Ma, di dalam tubuh kita ada hormon bahagia yang bernama Serotonin? Serotonin ini bekerja dengan baik dengan bantuan sinar matahari. Jadi, semakin anak sehat terpapar sinar matahari hormon Serotonin-nya juga akan meningkat💞. Tentang serotonin saya pernah menuliskannya banyak di sini. 


Sebenarnya fitrah anak memang bermain di luar. Lihat saja reaksi mereka kalau melihat pintu rumah terbuka bagaimana? Pasti ingin “kabur”, kan? Hehehe. Itu bisa jadi adalah manifestasi dari keinginan mereka untuk bertemu hal yang membuat mereka bahagia, alam dan matahari.


Baca juga: Kenapa Saat Hujan Terasa Cepat Lapar?

3. Stimulasi Seluruh Panca Indera

Ini nih yang menurut saya sulit disamakan dengan permainan apapun. Bermain outdoor artinya anak akan menyapa alam dengan caranya; merasakan hembusan angin yang bertiup, menyentuh tekstur pasir di kakinya, mengamati aliran sungai yang membawa ranting pohon, merasakan hangatnya sinar matahari, mendengar suara kambing yang mengembik, sampai memperhatikan kupu-kupu hinggap di bunga. 

Hal-hal yang sederhana bagi orang dewasa tapi bermakna besar bagi makhluk kecil yang susunan syarafnya sedang dalam tahap membangun jaringan. 

 

 

anak sehat
Mainkan semua panca inderamu, Dek! 


Saya dan anak bungsu saya biasanya bermain di luar rumah, mengambil tempat di daerah belakang rumah kami yang memang masih banyak lahan kosong.


Selama satu jam banyak hal yang bisa kami lakukan, mulai dari; melempar batu dan daun ke sungai sambil adek belajar gravitasi benda berat dan ringan, meniti jembatan yang bagus untuk melatih keseimbangan badannya, sampai hanya sekedar mengelus bulu kucing merasakan tekstur bulunya yang lembut. 

anak sehat
 Latihan kompleks untuk; konsentrasi, keseimbangan, dan koordinasi mata-kaki

Seperti meniti jembatan ini, pertama kali berjalan di atas jembatan galam (sebelah kiri) adek belum berani, waktu itu usianya 22 bulan. Setelah dicoba beberapa kali akhirnya bisa dan berani lewat jembatan itu di usia 25 bulan bahkan sampai berani berlari di atasnya. 

Memang bagi kita terlihat sepele, tapi susunan jembatan yang renggang seperti itu bagi anak 2 tahun adalah tantangan besar. Perlu kolaborasi yang bagus antara fokus, keseimbangan dan koordinasi kaki dan mata.


Dan pada usia 27 bulan tiba-tiba saja adek bisa dengan baik melewati jembatan yang susunanya lebih renggang lagi (sebelah kanan). Kaget? Banget. 
Huffh, mama sampai lap keringet Dek liatnya! 

Kadang-kadang kami juga menemukan hewan di pohon dan kami ambil untuk diperhatikan. Seperti ulat ini contohnya, adek jadi melihat bagaimana caranya ulat ini berjalan. Bahkan saya baru tau ternyata ulat bisa ganti kulit loh. 

anak sehat

mengamati ulat daun

 

4. Menguatkan Bonding


Ikatan antara orangtua dan anak memang sebuah kepastian, tapi ikatan itu bisa merenggang dan bisa pula menguat. Maka, bermain di luar bersama anak adalah salah satu cara yang jitu untuk membangun dan menguatkan bonding yang sudah ada. Mereka menyadari kehadiran kita karena kita ikut bermain bersamanya dan itu akan membekas di ingatannya. 

anak sehat
Saat jeda main gelembungan sabun
 


Misalnya, adek suka sekali dengan mobil pemadam kebakaran. Di rumah ada mainan mobil-mobilan pemadam dan juga buku tentang pemadam yang suka dibawa adek kemana-mana. Adek memang belum bisa baca, tapi adek suka memperhatikan ketika dibacakan.


Dan hari itu, saya dan suami mengunjungi kantor Pemadam Kebakaran Kota Palangkaraya yang berjarak 4 km dari rumah. Sudah bisa ditebak respon adek, excited luar biasa. Pegang sana sini, lari dari mobil satu ke mobil lain, mencari-cari sirine tiap mobil sampai terpaku memperhatikan satu mobil pemadam zaman “oplet” 😅. 


Nanti, ketika dia besar semoga dia bisa ceritakan dengan teman-temannya, “Eh, aku sudah pernah liat mobil pemadam kebakaran lo, sama ayah waktu aku masih kecil”. 💖 Hehehe, kira-kira masih ingat ga ya nanti? 

anak sehat
 
 


Akhirnya ya, Dek…. Tangan dan matamu bisa meraba dan melihat bentuk nyata mobil pemadam kebakaran yang selama ini hanya berbentuk 2D.


Pulang dari sana mereka berdua pun tampak mesra membaca buku tentang pemadam kebakaran 😄. 

 

 

anak sehat
Ini mobil yang dilihat tadi, Ayah! 

 

5. Mengajak Anak Mencintai Alam


Bermain outdoor artinya juga belajar bagaimana mencintai alam, karena alam sudah memberikan banyak hal baik untuk kita maka kita wajib menjaga kelestariannya.  


Ketika kita melihat pohon katakan bahwa pohon atau hutan tidak boleh ditebang sembarangan karena mengakibatkan longsor dan kekeringan. Ketika kita melihat sungai kita bisa katakan bahwa sungai bisa meluap dan banjir jika tersumbat oleh sampah-sampah yang dibuang sembarangan. Yah, walaupun adek sekarang belum terlalu mengerti tapi suatu saat pasti akan paham. 


Dari sana kita bisa mengajarkan kepada anak untuk membiasakan membuang sampah pada tempatnya, jangan sembarang tempat. 

anak sehat
Saat susunya sudah habis adek refleks buang sampah di bak sampah di sampingnya. Good job, Dek! 
 

Dukung Aktivitas Outdoor Anak


Setelah satu jam berkeliling, keringat kami pun bercucuran. Bau, kotor, haus, capek sudah pasti. Biasanya saya langsung mandikan adek setelah keringatnya mulai kering. Tubuh pun menuntut asupan kalori tambahan. Karena adek sudah sarapan sebelum kami beraktivitas di luar sedangkan makan siang belum waktunya, jadi biasanya hanya saya berikan cemilan dan susu. Nanti ketika jam makan siang dilanjut dengan makan berat dengan nutrisi 4 bintang. 


Ngomong-ngomong susu, karena usianya adek yang sudah menginjak 2 tahun saya mulai memperkenalkannya dengan susu tambahan. Dan saya orangnya cukup strict untuk ini, salah satunya susu yang saya berikan tidak boleh terlalu manis.


Alhamdulillah, sepertinya itu tidak terlalu sulit dipenuhi karena produsen susu juga mulai aware tentang hal ini, salah satunya Indomilk. Indomilk dengan varian barunya, full cream, menjadi pilihan saya untuk mendukung aktivitas adek plus penolong saya dalam proses penyapihan yang sedang dalam proses ini.


Informasi Produk

 

 

Nama produk: Indomilk Kids Full Cream
Jenis produk: Susu cair UHT
Netto: 115 mL
Rasa: Tawar
Harga: Rp 2.300 – 3.000
Cocok untuk: 1 tahun ke atas

 

Ada Apa dengan Indomilk UHT Kids Full Cream?


✔️ Tidak mengandung tambahan gula dan garam 🍶

Ternyataa, tidak hanya terlalu manis bahkan #IndomilkUHTFullCream ini diklaim tidak ada tambahan gula dan garam. Iya, plain, hambar, tawar. Dan, saya merasa beruntung karena ternyata anak saya suka, suka banget malah. Untuk usia balita memang penggunaan gula dan garam wajib dibatasi ya, Ma. Selain bikin karies gigi dan potensi menyebabkan obesitas juga kurang bagus untuk ginjalnya karena akan semakin memperberat kerjanya. 

✔️Awet tanpa bahan pengawet🍶

Susu UHT adalah susu segar yang dikemas segera di dalam kotak dengan menggunakan proses Ultra-High-Temperature. UHT ini adalah salah satu dari teknik pasteurisasasi dengan memanaskan susu sampai 135°C – 150°C selama 3-5 detik. Dengan pemanasan setinggi itu bakteri patogen perusak akan mati semua. Dengan demikian susu UHT akan awet tanpa bahan pengawet dengan masa kadaluwarsa 9-12 bulan dari tanggal produksi. 

✔️Full cream, full nutrisi🍶

Susu full cream artinya kandungan lemaknya lebih tinggi dibanding susu jenis lain. Lemak susu mengandung omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung dan perkembangan otak. Selain itu, karena melewati proses pemanasan yang singkat, kandungan nutrisi pada susu UHT masih terjaga dengan baik, seperti kalsium, fosfor dan vitamin D yang bagus untuk pertumbuhan tulang. 

Kebaikan nutrisi yang ada dalam susu Indomilk full cream ini kemudian beriringan dengan manfaat bermain outdoor bagi anak, diantaranya vitamin D dari matahari yang akan berkerjasama dengan kalsium dari susu membentuk pertumbuhan tulang yang optimal. 


Selain itu juga, karena dia full cream jadi lebih enak dan gurih rasanya. Hmm, pantesan adek doyan. 

Belepotan gitu minumnya 😅


✔️Tanpa fortifikasi apapun🍶

Ini dia salah satunya yang bikin saya pilih-pilih. Saya lebih menyukai susu tanpa fortifikasi / tambahan vitamin atau mineral sintesis yang dimasukkan ke dalamnya. Murni, semua asli dari susunya sehingga mudah dicerna oleh usus anak yang masih kecil.

Menurut sumber bacaan yang saya dapat susu UHT memang tidak perlu fortifikasi karena nutrisinya yang masih terjaga. Pemanasan ultra tingginya dilakukan hanya 3 detik untuk membunuh mikroba dan patogen perusak sehingga kalsium dan vitamin yang ada tetap utuh. 

✔️Cocok untuk anak di atas 1 tahun🍶

Karena tanpa pengawet dan tinggi nutrisi, serta tanpa gula dan garam Indomilk UHT bisa diberikan kepada anak di atas 1 tahun, walaupun tetap ASI diutamakan sampai anak 2 tahun ya, Ma. Nah, jika sampai saatnya disapih Indomilk UHT full cream ini bisa jadi pengganti ASI. 

Hanya saja karena protein sapi ini cocok-cocokan, sama halnya dengan protein hewani lain, jadi ada baiknya mencoba sedikit demi sedikit dulu ya. Alhamdulillah, anak saya sudah lolos ujian percobaan, hihihi. Jadi aman banget kalau mau nyetok banyak-banyak. 

✔️Praktis dibawa kemana-mana🍶

Dengan teknologi UHT yang ada sekarang sudah tidak perlu repot lagi menyiapkan susu untuk anak jika dalam perjalanan atau menitipkan anak di daycare. Tidak perlu repot lagi membawa termos panas kemana-mana ya Ma, cukup membawa beberapa kotak susu UHT saja di dalam kotak perbekalan. 

✔️Terdaftar di BPOM dan halal MUI🍶

Sebenarnya ini adalah poin paling penting ketika memilih makanan. Tapi, saya yakin perusahaan sekelas Indofood tentu saja sudah 100x memikirkan kualitas produknya. Dan untuk Indomilk UHT Full Cream ini jelas sudah terdaftar BPOM dan halal MUI. 

Dari kebaikan-kebaikan #IndomilkUHTKidsFullCream di atas sangat mendukung sekali untuk anak terpenuhi nutrisinya untuk mendukung aktivitasnya dimanapun, karena #AktifItuSehat. 

***


Akhir kata, semoga tulisan kali ini bermanfaat yaa…. Sampai jumpa di artikel health talk lagi iya! 


 
  

 

***
 

Sumber referensi:

  1. https://m.cnnindonesia.com/teknologi/20150403134126-199-44050/riset-anak-masa-kini-habiskan-65-jam-pakai-gadget
  2. https://www.hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/tanda-anak-obesitas
  3. https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/sinar-matahari-menghasilkan-vitamin-d-bagaimana-bisa
  4. https://www.alodokter.com/susu-uht-ketahui-fakta-dan-mitosnya-di-sini
  5. http://nakita.grid.id/amp/02908647/mengenal-5-kelebihan-susu-uht-untuk-anak-1-tahun-ke-atas-yang-jarang-diketahui
 

39 Komentar

Raisa Hakim · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Banyak banget manfaat main diluar aku pernah dimarahin dokter karena anak jd kaku katanya ini pasti jarang diajak main keluar katanya

Latifika Sumanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Ada konsekuensinya ya mbaa.. Pilih yang paling minim aja klo gitu 😉

Latifika Sumanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Iya mba, semangaat emaknya bakar kalori juga sekalian, hehe

Latifika Sumanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Seperti ga takut jatuh dia ini, emaknya ketar ketir liatnya padahal

Latifika Sumanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Wah enak, disini masih harus dijagain krn banyak sepeda

Latifika Sumanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Gpp mba, karena #AktifItuSehat 😉

Latifika Sumanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Emaknya introvert anaknya tetep harus ga boleh kurang piknik, hihi

Latifika Sumanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Toss deh mba. Aku sebenarnya ga anti gadget sama sekali, klo dirumah lebih baik ga gadget tapi bener deh kalo pas urgen di luar sesekali dikasih gpp

Ruli Retno Mawarni · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Wah risetnya detil banget ya 6.5 jam di depan gadget. Anakku sendiri memang ga di kasih gadget kalo di rumah. Di biarkan main se-alamiah mungkin mainan anak-anak. Baru di kasih gadget kalo darurat misalnya pas antri atau makan di luar biar ga kemana2. Ternyata memang bagusnya main di luar ya.. ❤ seneng baca referensinya

Aswinda Utari · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Uwouw ya mb fika. Se introvert2nya sang emak tapi anaknya ga boleh cm diem drmh mulu. Kasian gitu. Syukur sesekali bapaknya ngajak jalan ya, colek lah.. Kalo bs sering2. Hihi. Tyt y obseso hanzo sm mobil jd keluar banget liat mobil pemadam. Kereen.

Enny Ratnawati · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Kereeen ini tulisannya..aku suka..suka.btw, anak aku jarang main hape krn memang tidak kami bolehkan terlalu sering. hehe.akibatnya mereka hobi sepedaan.bahkan yang kelas 5 SD nukar sumpit buat menyumpit iwak2..haduh pusing jadinya haha

Mia · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Anak aktif indoor & outdoor , kita sbg ortu juga harus siap dg berbagai efek dr aktivitas mereka. Aktif bersepeda pastinya anak kdng keasyikan jd lupa pulang ke rumah. Suka berenang, nggak bisa liat air pengennya nyebur biarpun kolam ikan. Ortu hrs siap nih biar nggak dibilang lalai, termasuk masalah nutrisi.

Umi Diwanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Semakin ke sini makin banyak anak-anak yg ketergantungan TV dan HP. Bermain outdoor mmg harus digalakan lagi oleh para ibu.

Antung apriana · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Itu yang jembatan aku yang dewasa aja kayaknya nggak berani. Keren banget ini dedek hanzo berani lewat

utari ninghadiyati · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Main di luar memang paling asyik. Nggak usah takut kotor. Tinggal cuci tangan yang bersih. Di sini anak saya puas lari-larian tanpa kuatir ada kendaraan.

Latifika Sumanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Iya bunda 😉

Latifika Sumanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Masya Alloh. Ini bisa karena biasa, awalnya takut sampai nangis2 lama2 berani bahkan sampai lari2

Latifika Sumanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Iya bener mba, fisiknya itu yang paling kelihatan

inez · April 11, 2019 pada 7:29 pm

banyak banget ya bunda manfaat anak main di outdoor.

Zulaeha · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Suka banget sama aktivitasnya, bisa nih diajarin juga sama Syuna. Dia belum pernah diajak lari di jembatan seperti itu. Plus, si adek pinter banget deh udah bisa buang sampah ke tempatnya yak. Hebat! ❤️

Rizky Ashyanita · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Bener banget mbak, main diluar itu banyak sekali manfaatnya buat anak. Pasti beda kan mbak anak yang sering diajak main keluar sama yg di rumah aja?

Dwi Puspita Nurmalinda · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Anakku juga minum susu ini… Dan kalau bepergian selalu bawa susu ini soalnya simpel. Salah satu susu UHT kesukaan dia ya susu Indomilk ini..

Hai Ulya · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Permainan outdoor memang bagus, mbak. Biar anak-anak paham dunia luar juga. Lebih membahagiakan.

April Hamsa · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Enak banget mbak di deket rumahnya masih banyak lahan kosong. Anak2 pasti happy ya diajakin main di outdoor. emang fitrahnya anak mengeksplorasi hal2 baru dan di outdoor banyak hal bisa dieksplore sama mereka. Btw susunya sama kyk susu anakku mbak, minum indomilk kids full cream jg 😀

herva yulyanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Anakku setiap sore suka minta izin lari-lari di luar mba dan aku ya bolehin daripada di rumah dia lari-larinya takut nabrak perabot wkwk dan susu uht ini juga favorit anak sulungku

Nurul Dwi Larasati · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Susu UHT indomilk kesukaan anak-anakku. Gampang dibeli dan murah harganya. Kebetulan usia mereka sudah cocok minum susu UHT ini

Nia Haryanto · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Setuju banget dengan manfaat-manfaat bermain outdoor. Yang paling aku suka itu adalah bikin anak jauh dari gadget. Dan pastinya ya, untuk bisa sering main outdoor ini, anak kudu sehat. Dan membuat anak sehat, itu tentu dengan memberinya makanan-minuman bergizi. Kayak susu Indomilk ini.

Ika Maya Susanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Banyak banget ya manfaat anak beraktivitas di luar ruangan. Perkembangan motoriknya pun jadi cepat berkembang. Pas nih kalau minumnya susu Indomilk UHT untuk mengimbangi kebutuhan gizinya.

Bety Kristianto · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Setuju mba, bermain di luar rumah itu nagih banget hehe. Apalagi buat mamak beranak cowok semua kayak aku ini, mengajak anak-anak main di luar itu harus. Biar bisa main kotor-kotoran sepuasnya. Aktif dan sehat jadinya.

Dian Restu Agustina · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Setujuuu..aktif itu sehat, membiarkan anak bereksplorasi, menstimulasi secara optimal dan mencukupi nutrisnya tentu akan mempengaruhi tumbuh kembangnya. Sehingga akan jadi anak yang sehat dan bahagia.
Praktis sekali susu seperti Indomilk UHT Kids Full Cream ini..membantu dimanapun anak tetap bisa mendapatkan nutrisi yang mencukupi

Dwi · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Betul karena aktif itu sehat jadi jangan batasi aktifitasnya tapi berikan asupan nutris yang tepat untuk tambahannya juga salah satunya ya indomilk ini.

Natra Rahmani Salim · April 11, 2019 pada 7:29 pm

anak anak kalo udah diluar paling demen karena mereka bebas bergerak dan lebih bahagia karena olahraga.

Rach Alida Bahaweres · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Setuju banget dengan mengajak anak bermain di outdoor itu bisa ajak anak lebih mencintai alam mba. Dan setauhuku memang mengajak anak jadi lebih berani

fenni bungsu · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Oh iya kalau main di luar panca indera akan bekerja lebih optimal karena banyak yang dilihat, didengar, dan dirasa jadinya bisa lebih peka

Afri Lentin · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Wah ankku tuh mba klo udah aku ajak main kluar seneng banget kaya dilepas dr kandang klo istilah aku mah😅😅pdhal banyak banget deh manfaat main dluar tuh kdg aku cape ngawasinnya sih mb klo main didalem kan gampang ngawasinnya tp ya gk betah main diem drmh main lego2an atau mobilan😫

Hani · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Membiarkan anak main, tapi terus di pantau dan di ajarkan, emang seru ya mbak. Walaupun butuh effort. Hehe. Sehat selalu mba anaknya.

Visya Al Biruni · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Indeed ya mom. Fitrah seorg anak adalah dengan alam. That's why they really love getting outside. Bahagia banget kalo main di luar anak anak itu 😍

dunia eni · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Manfaat bermain di luar banyak banget ya, anak-anak butuh itu. Hanya butuh juga nutrisi buat mendukung powernya yang banyak terpakai saat bermain, setuju sama susu uht, simpel dan bernutrisi

Indomilk OptiNutri untuk Si Terapis Kecil - Bonjour Fika! · September 27, 2020 pada 1:21 am

[…] Baca juga: Manfaat Main di Luar Rumah […]

Komentar ditutup.