Hanzo's Story Islamic Parenting Parenting

Review Kawa Islamic Daycare Palangkaraya

Assalamu’alaikum….

Bonjour everyone? Semoga dalam keadaan sehat-sehat semuanya ya di musimnya virus bertebaran ini. Tapi, kali ini saya ga bakal membahas virus yang lagi nge-hype ini (?), apalagi menghubung-hubungkan dengan senjata biologi untuk depopulasi *apasih.

Pokoknya tetap jaga imunitas ya teman-teman. Jangan panik, jangan telan mentah-mentah berita media yang you know lah ya. Makin panik, makin stress, makin turun imunitas. Stay calm, stay healthy. Jangan lupa juga berdoa.

 

Hohoho, sungguh judul dan pembuka yang sangat ga nyambung kali ini. 

Sebenarnya, saya tuh kali ini mau review daycare pertama (dan mungkin terakhir) Hanzo, karena saya ingat betul Februari 2019 adalah kali pertamanya Hanzo masuk ke sekolah non formal. Tepat setahun yang lalu. Tahun ini insya Alloh mau memasukkan Hanzo ke sebuah sekolah yang juga direkomendasikan psikolog anak kami.

Loh, kamuh kan ga kerja? Koq anakmuh dititip-titipin segala di daycare?

Menurut ngana, saya nitipin anak karena apa?

Baca juga: Pengalaman Menitipkan Hanzo di Daycare

Jadi, saya ga bakalan bahas panjang kali lebar, semuanya sudah pernah ditulis.  Dan sekarang lebih ke review daycare yang pernah kami pilih. Siapa tau ada mamah-mamah yang memerlukan informasi ini.

 

Lokasi Kawa Islamic Daycare

Daycare ini ada di Jalan Jati, No. 22, Kel. Panarung, Kec. Pahandut, Palangkaraya. Kalau cari di Google Maps masih belum ada karena sepertinya belum didaftarkan. Pokoknya cari aja di antara Musholla Nur Fadhillah dan SMP Muslimat NU. Pasti dapat😁.

Lokasi daycarenya tepat di antara sekolah dan mesjid

 

Kalo dulu kami agak susah nyari karena posisi bangunannya agak masuk ke dalam. Tapi, sekarang sudah ada plang di pagarnya yang bisa keliatan dari jauh. Terpampang nyata ya Mah.

Setelah melihat plang-nya baru tau ternyata daycare Hanzo ini masuknya ke Paud.

Berarti tercatat di Dinas Pendidikan donk?

Iya, tul banget. Soalnya pas jemput Hanzo dulu sempat ketemu beberapa kali sama rombongan ibu-ibu berbaju dinas. Sepertinya sedang jadwal kunjungan ke instansi pendidikan.

 

Untuk kami yang rumahnya di Jalan Jati Ujung, sama-sama Jalan Jati, daycare ini sangat terjangkau kawasannya. Sekitar 2 km aja. Alhamdulillah. Jadi, antar jemputnya sekalian dengan si kakak yang TK.

 

Waktu Operasional Daycare

Jadi, di sini waktunya dibagi 5 sebagai pilihan jam daycare. Cukup fleksibel karena pilihannya banyak, jadi Mamah bisa pilih sesuai kondisi masing-masing (btw, saya jadi keikut panggil Mamah-Mamah, ya, padahal biasanya mak-Emak. Ahahaha. Menyesuaikan pembahasan ya, Jeng).

Ok, ini dia waktu operasionalnya;

Pertama, halfday pagi, jam 07.00 – 10.30  tanpa makan siang. Kedua, halfday sore jam 12.30 – 16.00 tanpa makan siang.

Ketiga, halfday pagi dengan makan siang, jam 07.00 – 12.00. Keempat, halfday sore dengan makan siang, jam 11.30 – 16.00.

Kelima, fullday dari jam 07.00 – 16.00

Di sini juga menerima jasa penitipan sesekali saja, saat weekdays atau weekend. Misal, sebenarnya anak sudah sekolah dan di rumah ada ART, tapi hari itu ART-nya izin ga masuk misal, anak bisa dititip sehari itu aja di sini. 

 

Prosedur Pendaftaran Daycare

Luas banget dan tinggi plafonnya jadi ga panas ruangannya. TV hanya dinyalakan saat hari Jumat

Jadi, pertama langsung aja ke Kawa Daycare ini buat mengambil formulir. Mamah bisa sekalian survey calon tempat menitipkan anak.

FYI, Tempat yang dijadikan daycare ini sebenarnya rumah yang ditinggali. Rumahnya punya ruang tengah yang luas banget dan cocok buat pusat aktivitas daycare. Ruang tamunya dijadikan tempat penitipan bayi.

Jangan takut, rumahnya bersih banget. Mungkin karena gabung dengan rumah, ownernya juga ketat dalam hal higienitas agar meminimalisir transfer kuman dari anak-anak di daycare ke penghuni rumah atau sebaliknya, dari penghuni rumah ke anak-anak di daycare. 

Terus, rumahnya ini selain bersih juga wangi. Awalnya saya cukup heran, bayangain ada belasan anak kecil berkeringat di sana yang kadang masih toilet training, tapi ga ada bau apek apalagi pesing. Sepertinya SOP nya benar-benar diperhatikan.

Balik lagi ke prosedur, langkah awal tentu saja mengisi formulir pendaftaran. Tapi, maaf ya ga sempat fotokan karena dulu ga kepikiran mau ditulis. Pokoknya formulirnya simpel aja, selembar aja, ga seribet formulir kakanya yang masuk SD.

Setelah itu tunggu informasi dari pihak Kawa Daycare, apakah bisa langsung masuk atau waiting list. Waiting list ini dikarenakan quota anak yang dititpkan sudah pas sesuai jumlah caregiver-nya (guru di penitipan, pengasuh). Menurut yang saya dengar dari psikolog kami, daycare ini memiliki perbandingan 1:4 alias 1 caregiver untuk 4 anak maksimal. 

Setelah dinyatakan sudah boleh masuk, Mamah dipersilakan antar anak. Mungkin awalnya ngantarnya sampai masuk-masuk ruangan karena pasti ada perasaan ga tega pisah sama anak di tempat yang masih asing bagi anak. Tapi, seiring anak beradaptasi Mamah tinggal antar sampai teras depan aja. 

Prosedur selanjutnya adalah membayar uang masuk dan SPP tiap bulan. Saya bahas ya tentang biayanya di bawah ya.

Kegiatan saat Bazarnas berkunjung. Duduk di belakang psikolog penanggung jawab Kawa Daycare (kanan), dan psikolog plus pemilik rumah (kiri). Yang di depan para caregiver.

 

Biaya Masuk Daycare

Untuk biayanya saya coba rinci serinci-rincinya ya, supaya bisa jadi informasi berharga buat kalian yang lagi cari informasi biaya daycare. Tapi, saya hanya bisa menginfokan biaya per 2019. Semoga di 2020 masih tetap atau kalaupun berubah ga jauh-jauh banget.

Jadi, saat pengambilan formulir itu bayar Rp 100.000. Bayarnya saat mengambil atau mengembalikan terserah aja. 

Kemudian, uang masuk Rp 2.000.000 yang bisa dicicil 3x. Betapa polosnya diriku saat menanyakan apakah dapat seragam dengan uang pangkal itu? Ahahahaha, ya kali daycare pakai seragam.

Kalau ga pakai seragam jadi digunakan untuk apa? Mungkin lebih ke operasional, seperti menambah atau memperbarui mainan edukasi di dalam atau di luar ruangan. Dan juga maintanance rumah daycare nya.

Uang pangkal ini ga bisa ditarik lagi kalau semisal anak ga jadi masuk daycare. Jadi Mamah kudu pikir masak-masak dan dengan pertimbangan dengan suami.

Adapun SPP bulanan, ini yang variatif, tergantung waktu untuk menitipkan anak. Hanzo kemarin ambil yang halfday tanpa makan siang. Porsi paling minimalis 😅.

Ok, berikut rincian SPP bulanannya;

Pertama, halfday pagi, jam 07.00 – 10.30  tanpa makan siang, SPP nya Rp 600.000. Kedua, halfday sore jam 12.30 – 16.00 tanpa makan siang, SPP nya Rp 550.000.

Ketiga, halfday pagi dengan makan siang, jam 07.00 – 12.00, SPP nya Rp 850.000. Keempat, halfday sore dengan makan siang, jam 11.30 – 16.00, SPP nya Rp 800.000.

Kelima, fullday dari jam 07.00 – 16.00 (sudah pasti dengan makan siang plus bobo siang) SPP nya Rp 1.250.000.

Dan ada biaya charge bagi yang terlambat menjemput. Tapi peraturan ini sering berubah, jadi saya lupa ketentuannya gimana.

 

Kegiatan di Daycare

Untuk jadwalnya sebenarnya pakem, tiap hari teratur. Hanya saja kadang berubah sedikit menyesuaikan cuaca dan kondisi alam (seperti waktu Palangkaraya berasap kemarin).

Menganyam (Sumber: FB Kawa ID Palangkaraya)

Intinya kegiatannya itu mulai dari berdoa bersama, lanjut aktivitas sensorik motorik seperti meniup gelembung, meniti jembatan, panjat tebing, dll. Terkadang ada juga pengenalan huruf dan angka (karena ada anak usia pra-TK) dan story telling.

Kemudian setelah beraktivitas, ada jam break dan makan cemilan bersama. Setelah itu anak-anak dimandikan sambil belajar mandi sendiri. Pulang-pulang pokoknya Hanzo wangiiiii segar. Bagi anak yang fullday tidur siang sekitar jam 12 saat anak-anak halfday sudah pulang dan sudah makan siang dan mandi.

Bobo siang bagi anak fullday, setelah anak-anak halfday pulang dan mereka sudah mandi dan makan siang. (Sumber: FB Kawa ID Palangkaraya)

Khusus hari Jumat aktivitasnya menonton animasi sambil bergerak mengikuti nyanyian. Ada juga sesi brain gym. Intinya hari Jumat waktunya refreshing.

Ohya, karena namanya Islamic Daycare jadi Kawa ini aktivitasnya juga sambil mengenalkan Islam kepada anak-anak. Mulai dari belajar berdoa, salam, sholat, dan menyambut ramadhan.

Lumayan banget lah membantu saya yang ga punya ART di perantauan ini. Jadi, pas anak-anak sekolah saya punya waktu 3 jam untuk merapikan rumah, mengepel, memasak, cuci baju. Syukur-syukur ada sisa waktu buat nulis. 

Terus gimana pengalaman Hanzo masuk sini? Sampai sekarang masih di sini? 

Nah, ketahuan kaan belum baca. Baca pengalaman Hanzo selama di daycare, yuk. Link-nya di atas.

 

***

Ok, Mah…sekian review Kawa Daycare-nya ya. Dari lokasi, prosedur, biaya, sampai kegiatan sudah ditulis. Semoga membantu ya, Mah. Terimakasih sudah membaca.

(1) Komentar

  1. Wah.. Ini bagus loh mb fik daycarenya. Ini maksimal brp anak mba? Humaira jg kalo udah umur 4 tahun mau masukin cekolah2an jg. Krn bayi gini rempong jg semua kerjaan pada gendong mulu. Wkwk.. Sabar sabar.. Masih lamaa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *