Saya Jadi Silent Vlogger Indonesia? – Bismillah….

Sudah sebulan menjajal platform baru dengan menjadi vlogger, ada perasaan lebih produktif dari sebelumnya walau channel masih usia bayi satu bulan. Di sini lain, saya juga merasa begitu terlambat sekali nyemplung di dunia ini. Sebenarnya YouTube sudah dari 4 tahun lalu dilirik banyak orang untuk membuat konten. Tapi, saya 4 tahun lalu baru bisa bikin konten di blog alias jadi blogger. Hehehe, maklum gaptek.

Hari ini, setiap orang rasa-rasanya hampir punya channel sendiri. Sudah familiar di telinga kita, bahwa adsense dari YouTube begitu mudah didapat, hingga kemudian menggiurkan banyak orang. Tidak seperti adsense website yang sering nongol mengganggu mata pembaca tapi hasilnya begitu lamban. Hehehe, itulah kenapa saya tidak pasang adsense di blog ini.

Empat tahun sudah menjalani hidup sebagai blogger, dengan satu kali ganti domain dan satu kali pindah platform ke selfhosted WordPress. Saya merasa tidak banyak perubahan. Emang sudah dari sananya slow learner kali ya. Dan sekarang saya tiba-tiba ingin sekali mencoba jadi vlogger.

Berbekal pengalaman editing video di TikTok dan InShot untuk kebutuhan marketing saat bakulan skincare beberapa waktu lalu, saya merasa punya bayangan untuk membuat konten video yang layak diupload di channel YouTube pribadi.

Akhirnya, dengan segala kekurangan, kelambanan, kegaptekan, dan ke-insecure-an saya, hahahaha, channel YouTube pribadi officially launching pada pertengahan Oktober 2021 tadi. Alhamdulillah…

Konsep nya kalau boleh dibilang silent vlogger, yang menjelaskan dengan tulisan. Jadi, bukan silent vlogger seperti Li Ziqi yang emang sudah kuat konsepnya, jadi gak perlu lagi dijelaskan lewat tulisan. Niche nya adalah daily vlog atau mom vlog, intinya soal kegiatan sehari-hari IRT. Tapi walaupun “cuma” kegiatan sehari-hari, saya berusaha menyelipkan motivasi di dalamnya (yang sebagian juga termuat curcol, hahahah).

silent vlogger indonesia

Silent vlog Indonesia

Ya, ya, ya…. saya senang sekali karena meskipun mencoba platform baru yang 180° berbeda karena berkutat dengan visual dan editing video, tapi saya tetap tidak meninggalkan kegiatan menulis yang sepertinya sudah mendarah daging (walau blog-nya juga terlihat tidak terlalu terawat, hahaha, aduh!).

Sebulan mencoba jadi vlogger, apa yang saya rasakan?

Masih minim pengalaman yang pasti, ehehehe. Tapi dari sedikit ini saya jadi tahu, bahwa;

1. Ternyata, agar bisa menghasilkan alias monetisasi, sebuah channel harus punya 1000 subsriber dan khusus jam tayang harus punya 4.000 jam tayang dalam jangka waktu setahun agar memenuhi syarat monet. Sama juga sih dengan website yang ingin pasang adsense, juga ada syaratnya, tapi sayangnya saya kurang begitu paham

2. Ternyata, YouTube juga punya SEO seperti website. Cuma agak berbeda konsepnya. Kalo SEO YT dengan penggunaan tagar, tag, judul dan box deskripsi yang keempatnya harus saling bertautan. Yah mirip website juga kan, ada slug, meta deskripsi, judul dan kalimat pertama pembuka tulisan juga harus ada keyword. 

Kalau di website kita bisa pakai bantuan ubbersuggest buat memilih keyoword. Di YT kita bisa pakai tubebuddy. Mencari long tail keyword buat judul sama-sama bisa lewat penelusuran saja, sebagai jalan ninja.

3. Ternyata, karena semakin banyaknya channel dibuat sejak khalayak ramai tahu bahwa YT mudah dimonetisasi akhirnya pihak YT membelakukan aturan yang semakin ketat. Per 6 Juli 2021 tadi, ada 2 syarat tambahan agar channel bisa monetisasi, yaitu; verifikasi dan tidak ada teguran hak cipta.

4. Jika kalian menemukan video dari channel yang belum memenuhi syarat monet namun sudah ad iklan, itu uangnya tidak masuk ke pemilik channel, melainkan ke pihak YT.

Begitulah aturan algoritma terbaru YT. Semakin selektif dan ketat. Namun, semakin banyaknya channel YT dan berlomba-lomba untuk monet, sekarang konten di YT terlihat tidak seedukatif dulu. Apakah yang penting viral dan tembus jam tayang terus membuat konten kontroversial lagi agar semakin menarik orang untuk dapat cuan yang lebih banyak lagi?

Duh, maafkan tulisan saya yang sedikit joelyd ini. Cuma memang gak bisa ditutupi lagi soal itu. Semoga YT bisa lebih membatasi konten yang tidak berbobot ya dan lebih mengutamakan konten edukasi dan hiburan yang bermanfaat daripada konten viral yang isinya kosong edukasi.

Bagaimana Mengatur Waktu Agar Blog dan Vlog Jalan

Tidak dipungkiri, ini adalah sebuah challenge yang harus dilewati. Saya memang sedang asyik dengan vlog, tapi pun saya tidak bisa meninggalkan dunia blogger yang sudah jadi healing saya dari musibah PPD 4 tahun lalu.

Sehingga mau tidak mau saya harus membagi waktu seefisien mungkin. Namun, memang harus diakui sebulanan ini saya sangat keteteran karena saya sedang belajar mengedit video, yang mana awal-awal untuk durasi 8 menit saya perlu waktu 3 hari, sekarang bisa maju selesai dalam 1 hari, dan nanti semoga setengah hari sudah selesai. Hehehe, lama betul yaa… sepertinya memang betul saya termasuk “slow learner”.

Hal itu membuat sebulanan ini waktu istirahat saya berkurang, me time apalagi, scroll IG juga jauh sangat berkurang. Terakhir ini sesuatu yang sangat saya syukuri. Waktu saya jadi lebih bermakna. Kepala sudah dipenuhi konsep vlog yang akan datang. Maklum, masih newbie jadi memang excited, hehe, mudahan gak kentara noraknya ya.

Baca juga:

Ketika Saya (Belajar) Jadi Vlogger (?)

Namun, syukurnya saya gak lantas jadi insomnia karena memikirkan konsep ini. Saya harus tidur cukup karena saya sadar betul, kualitas tidur yang jelek bikin saya “mayday”, seperti pesawat yang mati mesin saat di atas awan, huhuhu. Yang sering insomnia pasti paham rasanya ya. Saya dulu termasuk dalam golongan itu, tapi sejak saya tanamkan mindset “tidur cukup, harimu akan bahagia” saya jadi lebih berhati-hati dan tidak bermudah-mudahan untuk urusan begadang. Namun, kadang insomnia memang harus dibantu suplemen, seperti magnesium untuk bantu tidur lelap atau obat tidur berbahan herbal yang tidak bikin kecanduan.

Di tambah lagi sekarang musim hujan dan daerah saya terkena banjir terparah yang terpantau sejarah. Saya tidak mau jadi drop dan sakit karena kondisi merantau harus selalu siap untuk keluarga. Oleh karena itu wajib bagi saya minum suplemen secara rutin. Di rumah saya menyiapkan glutathione, probiotik, vitamin D3, zinc, magnesium, dan cod liver oil. Suplemen itu beberapa ada yang bersamaan dengan anak-anak.

Walaupun tidak diminum semuanya setiap hari, saya tetap berusaha disiplin namun bergantian agar tidak jadi berlebihan. Oh iya, sepertinya saya melupakan vitamin C 1000. Padahal vitamin C juga sangat penting untuk imunitas. Terlebih dia juga membantu menstimulasi sintesis kolagen. Wah, siapa yang gak mau punya sistem imun dan kulit yang kuat dan terawat? 🙂

Memang sepertinya saya juga harus menambahkan vitamin C dalam suplemen stash saya. Yang penting harus memastikan dosisnya agar tidak berlebihan.

Jadi, intinya untuk bisa kelola blog dan vlog:

1. Jaga kesehatan, kalau perlu dengan suplemen, karena makanan zaman sekarang sudah sangat berkurang nutrisinya.
2. Jaga tidur, walau banyak dikerjakan tapi sebisa mungkin tidak mengorbankan jam organ tubuh. Kalau bisa tidur lebih awal supaya bisa bangun sepertiga malam. Saat itu lah menurut saya saat terbaik dan lebih produktif.

 

Cukup sekian cerita saya kali ini yaa. Saya pengen nulis yang ringan-ringan aja untuk release stress beberapa pekan ini. Doakan channel saya berkembang ya. Semoga jadi amal jariyah suatu saat nanti. Aamiin Allahumma Aamiin

Categories: Uncategorized

Latifika Sumanti

Mom of two, long life learner. Part time blogger, full time mother. Beauty, health, and parenting enthusiast

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *