BLANTERWISDOM101

2 Bahan Saja, Perbanyak Yogurt Sendiri di Rumah

Sabtu, 15 Januari 2022

 Cara perbanyak yogurt di rumah – Bismillah…

Siapa yang tidak suka yogurt? Dari dewasa sampai anak-anak saya rasa tidak sulit untuk menyukainya, bahkan yang punya intoleransi laktosa sekalipun, yogurt cenderung aman dikonsumsi. Walau berasal dari susu sapi, tapi laktosa sapi pada yogurt sudah dipecah oleh bakteri asam laktat, sehingga jadi lebih ramah di perut.

Tentang Yogurt, Minuman Fermentasi

Anak-anak kami termasuk penggemar yogurt. Hampir tiap pekan menagih yogurt. Ya, daripada susu ternyata mereka lebih doyan minuman susu fermentasi ini. Sebelum yogurt sebenarnya saya sudah pernah buat susu kefir.

Konsepnya sama, sama-sama susu fermentasi. Tapi ternyata anak-anak gak ada yang suka, terutama adik -padahal saya mengenalkan minuman fermentasi untuk memperbaiki kesehatan pencernaan anak kedua saya yang cukup bermasalah itu.

Susu kefir memang jauh lebih asam karena mengandung strain bakteri yang lebih banyak. Juga lebih kental karena lendir yang dihasilkan juga lebih banyak (Hehehe, jangan jyjyq dulu ya, lendir itu normal karena merupakan bagian dari “tubuhnya” dan digunakan sebagai benteng dirinya agar bertahan hidup lebih lama).

Jika susu kefir ada sekitar 20 strain, maka yogurt, strain bakteri nya jauh di bawah susu kefir sehingga rasa asamnya lebih diterima anak-anak. Misal, seperti Biokul yang walaupun isinya milyaran bakteri, tapi strain-nya "hanya 4". Sedangkan Yak*lt, strainnya hanya 1.

Sebenarnya makin banyak, makin beragam strain, makin bagus untuk pencernaan. Tapi tidak apa-apa, tidak masalah, daripada tidak kemasukan probiotik sama sekali, kan?

Nah, karena saya sudah pernah terbiasa membuat susu kefir sebelumnya, jadi sudah sedikit paham tentang proses fermentasi susu, sehingga ketika ingin memperbanyak yogurt saya merasa ini jauh lebih mudah.

Kenapa?

Karena saya hanya memanfaatkan bakteri di yogurt kemasan untuk memperbanyak, dan tidak menggunakan bibit yogurt “grains” seperti halnya susu kefir terdahulu. Jadi, saya gak perlu mengurus baby grains agar dia tetap hidup, walaupun benefitnya, bisa dipakai berkali-kali.

Nah, balik lagi ke judul. Jadi, yang akan kita lakukan ini konsepnya adalah menginduksi susu UHT dengan memasukkan bakteri baik di dalam yogurt sebagai media fermentasi yang baru. Susu UHT tersebut sekaligus juga menjadi makanan bagi milyaran bakteri yogurt itu.

Bakteri yang saya maksud adalah bakteri baik yang memperkaya bakteri di usus kita, yang sebelumnya sudah ada sejak kita lahir. Yep, it's about our microbiome.

Ilustrasi microbiome di dalam usus kita

Ya, Allah SWT menciptakan kita dengan tubuh yang sempurna lengkap beserta tentara-tentaranya. Salah satunya si microbiome dalam usus kita. Namun tentara itu dalam perjalanannya, dia bisa sakit dan bahkan mati karena si empu tubuh menghujani dengan stress yang bertubi-tubi, makanan siap saji yang nihil serat (serat adalah makanan bakteri baik), dan pola hidup yang tidak sehat lainnya.

Jadi, bagaimana kabar usus kalian sekarang? Apakah kalian ingin menambah pasukan? Sudah tidak sabar membuatnya? Ini sangat simple, lebih dari simple. Kalian harus coba.

Bahan dan Alat

Bahan:

1. Susu UHT 750 ml (kalau bisa merk Diamond atau Greenfield, rasa plain, vanilla atau strawberry boleh), bisa juga pakai susu segar, bisa banget
2. Biokul 1 cup 80 ml (sebagai starter atau “bibit” yogurt baru)

Alat:

1. Toples kaca / plastik / termos (sebelumnya pastikan sudah disterilkan dengan air mendidih untuk meminimalisir kontaminasi bakteri jahat yang merusak proses fermentasi. Untuk yang plastik pastikan plastiknya foodgrade dan tahan panas)
2. Pengaduk
3. Panci (untuk merebus susu)
4. Lap bersih

Cara membuat

1. Rebus susu UHT tapi tidak sampai mendidih, hanya sekitar 70 derajat Celcius. Cirinya adalah keluar uap panas dari susu tapi permukaan susu tidak menggelegak (Kalau kalian belum terbayangkan, bisa visit vlog aku ya, di sana bisa lebih jelas stepnya).

2. Dinginkan susu sampai suam-suam kuku. Susu yang hangat lebih mempercepat proses fermentasi. Sedangkan susu yang terlalu panas (hangat cenderung ke panas) dikhawatirkan akan mematikan bakteri itu.

3. Jika sudah ditunggu sampai hangat suam kuku, masukkan yogurt Biokul. Fungsinya sebagai starter yang akan “menginduksi” susu UHT menjadi yogurt baru.

4. Pastikan tutup toples bersih ya dari percikan susu, jika belepotan di bibir toples hasil fermentasinya kurang bagus menurut pengalaman saya, asamnya jadi tidak segar.

5. Tutup rapat toples, kalau memungkinkan dilakban tutupnya kemudian dibungkus dengan serbet besar biar semakin kedap udara, hangat dan lembab. Anggap saja kita sedang menciptakan lingkungan ideal untuk pertumbuhan bakteri baik itu.

6. Fermentasi selama 22 jam dan lanjut ditaruh di kulkas selama 6 jam.
Lamanya proses fermentasi ini masing-masing orang punya preferensi yang berbeda-beda, ada yang cukup 10 jam, ada juga yang 12-15 jam. Saya sudah pernah semuanya tapi hasilnya kurang asam, kurang ideal menurut saya, jadi saya perlama waktunya.

7. Setelah fermentasi selesai, yogurt bisa dikonsumsi. Jika tidak habis dalam satu waktu masih bisa ditaruh di kulkas. Mungkin sekitar 5-7 hari masih bagus, tapi maaf saya kurang tahu betul karena yogurt di rumah kami gak pernah bertahan lebih dari 3 hari, huehehehehe.

Gimana, mudah bukan cara membuatnya? Kalian hanya perlu 2 bahan saja dan memastikan fermentasinya berlangsung aman untuk bisa menggandakan atau memperbanyak yogurt sendiri di rumah.

Mari perbanyak microbiome untuk usus kita! :)

Baca juga:

Cara Membuat Kimchi

Share This :

0 komentar