Sebelumnya, saya mau disclaimer dulu. Beliau ini bukan dokter naturophaty, tapi ibu rumah tangga biasa yang sudah menjalani hidup secara naturophaty untuk dirinya dan keluarganya. Jadi, selama ber-naturophaty selama setahun ini beliau ingin membaginya kepada para ibu-ibu lain dalam kelas kuliah WhatsApp tanggal 8 November 2019 lalu. Hmmmm, makanan apa Naturophaty itu?

 

Naturophaty, Apaan Sih?

Naturophaty adalah sebuah sistem medis yang holistik (menyeluruh), yang menggabungkan teori dan praktek yang menggunakan rangkaian terapi alami untuk mendukung penyembuhan dan menjaga kesehatan tubuh.

Terlalu panjang? Baik, simplenya begini…

Ini adalah sebuah ilmu dan usaha untuk memperbaiki kesehatan dengan meningkatkan immunitas, karena pada prinsipnya immunitas kitalah yang akan memerangi berbagai macam penyakit.

Penyakit yang datang silih berganti tidak melulu karena salah patogen dan apalagi cuaca loh, Buibuk. Imunitas tubuh kita lah yang kian hari kian melemah sehingga menyebabkan patogen mudah bersarang.

Dan imunitas itu bersumber dari perut. Makananan-makanan yang kita masukkan, pola tidur kita, olahraga yang dijalani, manajemen stress, semuanya berakhir di perut. Makanya kalo kita stress bawaannya mau makan mulu? Nah….

Kalau kata ustadz Nadhif “tidak akan ada lalat kalau tidak ada sampah“, konteksnya memang berbeda -kalau dalam buku beliau yang dimaksud lalatnya adalah jin serta syaitan, dan sampahnya adalah hati dan pikiran kita yang kotor. Maka, kalau di naturophaty yang dimaksud lalat adalah patogen pembawa penyakit dan sampahnya adalah ya tubuh kita sendiri, yang serba tidak seimbang karena terlalu banyak nyampah.

 

Tubuh dan Gut Flora

Sebentar, sebelum kita lanjut lebih dalam kita harus tau dulu fakta tentang tubuh kita.

Tubuh manusia ibaratnya sebuah planet yang dihuni berbagai koloni makhluk hidup dengan jumlah yang sangat banyak. Sistem pencernaan, kulit, mata, pernafasan, sistem ekskresi (pembuangan) bisa berfungsi dengan baik karena ada trilyunan mikro-organisme yang membentuk ekosistem secara harmoni di tubuh kita.

Gut health
Sumber: earth.com

 

Di dalam pencernaan manusia dewasa terdapat 1.5 – 2 kg mikro-organisme. Banyak sekali yaa mengingat ukuran mereka yang mikro. Eits, itu bukan sesuatu yang buruk ya. Mikro-organisme itu diciptakan Alloh sudah pasti ada tujuannya.

Yap, kalian tau gut flora kan? (Gut = usus, flora = sebutan untuk mikro-organisme tubuh). Itu istilah untuk koloni mikro-orgabisme yang jumlahnya trilyunan dalam sistem pencernaan kita. Lazim kita sebut dengan bakteri baik. Iya, mereka baik karena memang dari kita lahir sudah ada di situ, artinya memang sudah diciptakan Alloh untuk membantu manusia.

Untuk apa?

Untuk; membantu mencerna makanan dengan baik, menghancurkan sisa-sisa makanan sehingga bisa dikeluarkan dengan nyaman, dan ehem….mereka juga berperan sangat vital dalam membentuk imunitas tubuh.

Seberapa Dekat Hubungan Gut Flora dengan Imunitas?

Kehadiran gut flora yang seimbang di dalam sistem pencernaan akan membuat nutrisi makanan dapat terserap dengan baik tanpa gangguan. Nutrisi yang terserap akan disalurkan ke semua organ tubuh sehingga berkembang dengan sempurna. Hasilnya imunitas akan tercipta dengan sendirinya karena sel-sel tubuhnya dalam keadaan sehat.

Sebaliknya, gut flora yang tidak seimbang akan menyebabkan defisiensi nutrisi karena penyerapan yang buruk. Karena kehadiran bakteri jahat yang di luar kontrol mengakibatkan struktur gut epithelium (lapisan-kulit usus) berubah menjadikan villi usus menjadi tidak dapat mencerna dengan baik. Akibatnya akan terjadi; malabsorpsi alias penyerapan nutrisi yang gagal (banyak makan tapi gizi tidak masuk) berlanjut pada malturisi alias kekurangan nutrisi dan berakibat pula pada berbagai intoleransi makanan (atau biasa disebut alergi makanan).

Karena kehadiran bakteri jahat yang di luar kontrol mengakibatkan struktur gut epithelium (lapisan-kulit usus) berubah menjadikan villi usus menjadi tidak dapat mencerna dengan baik. Akibatnya malabsorpsi, malnutrisi, intoleransi makanan.

Nutrisi yang tidak terserap dengan baik membuat organ tubuh yang lain juga kekurangan nutrisi. Tentu ini menjadi sangat bahaya jika terjadi pada anak. Anak akan rawan stunting dan rentan sakit serta mudah alergi karena sistem pertahanannya yang kurang terbentuk dengan baik.

Bakteri baik penyusun gut flora seimbang (atas) dan bakteri jahat pembuat gut flora menjadi tidak seimbang (bawah)

Mengapa Bisa Terjadi Gut Flora yang Buruk?

Pada orang dewasa ketidakseimbangan gut flora terjadi karena gaya hidup. Mudah stress, suka minuman dan makanan yang manis-manis (yang juga menjadi kesukaan jamur candida di usus *ieuh), dan penggunaan antibiotik yang tidak tepat adalah faktor penyebab manusia memiliki imbalance gut flora.

Sedangkan pada anak gut flora yang buruk terjadi karena; tidak mendapatkan ASI, terpapar antibiotik di usia awal, dan warisan gut flora buruk dari ibunya.

Sampai di sini saya berasa ditampar. Jangan-jangan anak-anak mudah sakit karena salah saya yang dulu-dulu tidak punya pola makan sehat, begadang hampir setiap hari, dan rentan stress. Allohumagfirlii 😢🥀💔.

Jadi, bagaimana sekarang mengetahui akar masalah kesehatan yang ada di tubuh?

  1. Buat food journal tentang apa yang kita makan dan bagaimana reaksi tubuh
  2. Stop makanan yang berpotensi besar menjadi sumber penyakit walau sering dikonsumsi, misal gluten.
  3. Perhatikam kadar pH tubuh (melalui air seni, tapi belum saya lakukan, nanti kalau sudah akan saya update. Insya Alloh)
  4. Perhatikan pola tidur (tidur yang baik adalah jam 10 malam sampai jam 2 dini hari. Jika jam tidur kacau akan mudah stress, rejuvenating tubuh terhambat, dan gula darah melonjak)
  5. Perhatikan olahraga dan intensitas terkena sinar matahari. Olahraga meningkatkan hormon dopamin yang bisa menekan hormon kortisol pembawa stress. Sama persis dengan yang dilakukan sinar matahari. Ditambah lagi, pencernaan orang yang cukup terkena sinar matahari biasanya lebih sehat.
  6. Perhatikan bahan kimia pabrikan yang dipakai setiap hari, seperti; pasta gigi, sabun mandi, sampo, deterjen, skincare, make up. Minimalisir jika ada komposisi bersifat toksin seperti; SLS, titanium dioxide, aluminium, talk, fluoride, formaldehyd, sakarin.
  7. Perhatikan asupan karbohidrat dan gula, termasuk madu. Karena gula dalam usus akan menyuburkan perkembangan biakkan jamur candida.
  8. Perhatikan frekuensi buang air besar. Konstipasi adalah tanda tubuh kekurangan probiotik atau fermented food. (red: Probiotik adalah benda hidup, mikro-organisme atau bakteri baik untuk pencernaan, misal; kefir, yogurt, sour soup.)
  9. Perhatikan apakah tubuh sudah memberi sinyal detox? Karena kalau sampai over detox, saluran limfa akan kelebihan beban
  10. Perhatikan frekuensi makan makanan kemasan. Sangat diutamakan real food.

Jadi, bisa disimpulkan yaa ternyata sumber dari sumber segala penyakit adalah di perut. Benar kata Rasul “Seburuk-buruk tempat bagi anak manusia adalah perutnya”, karena setelah ilmu kesehatan berkembang diketahui bahwa pencernaan yang buruk akan melahirkan beragam penyakit.

Ok, segitu dulu ya pengenalan Naturophaty nya. Insya Alloh masih ada sesi 2 tentang penjelasan makanan yang bersifat memicu dan merusak imunitas dan contoh lifestyle Naturophaty. See U, babay!

Wassalam


Latifika Sumanti

Mom of two, long life learner. Part time blogger, full time mother. Beauty, health, and parenting enthusiast

4 Komentar

Aswinda Utari · November 12, 2019 pada 8:08 am

Mba fik.. Baru baca artikelnya.. Maafkeun..
Nah, si Humaira n pica ini dulu waktu menyusui awal aku konsumsi antibiotik bkan ya buat SC ini. Aku tuh kadang mikir ini ngaruh gak ya ke ASI. Kdg mikir kasian kalo usia blm 6 bln sdh terpapar antibiotik. Heu. Dulu humaira lidahnya sempat berjamur kan. Jangan2 gegara terpapar antibiotik diumur rentan ini

    Latifika Sumanti · November 13, 2019 pada 6:21 am

    Tapi kan namanya AB udah wajib buat pasien paska bedah. Hmmm, akupun bingung harus bilang apa Win, soalnya juga banyak faktor yang bikin 1 penyakit. Semoga sehat selalu ya Humaira dan Kaka Pica

Resume Kulwap Naturophaty Bersama Nabillaayumi (Part 2) - Bonjour Fika · Desember 16, 2019 pada 5:53 am

[…] Ok, bhaique. Sebelum masuk ke materi lanjutan izinkan aku flashback dulu yaa part 1 kulwap Naturophatynya. Atau kalau mau baca lengkapnya di sini: Resume Kulwap Naturophaty part 1. […]

Pengalaman Flu Singapura pada Anak dan Penanganannya - Bonjour Fika · Mei 10, 2020 pada 8:18 pm

[…] Baca juga: tentang imunitas pada anak […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *