Perkembangan Channel

Perkembangan Channel – Bismillah

Gak kerasa udah 10 bulan menjajaki dunia vlogging di YouTube. Berawal dari belajar bikin konten buat promosi saat masih bakulan skincare 2020 lalu akhirnya penasaran pengen bikin video yang agak panjang dan punya channel sendiri.

Bingung kasih nama buat channel gak berlangsung lama karena aku pengen nama yang bukan dari nama aku, melainkan lebih ke nama flora aja gitu. Lalu tercetuslah ide membuat nama “Lemon Ceri” untuk channel ini.

Kenapa namanya Lemon Ceri? Karena aku suka pakai lemon dalam kehidupan sehari-hari. Kalau Ceri kebalikannya, sangat jarang tapi aku pengen suatu saat bisa nanam dan petik sendiri biar fresh. Sekilas channel ini mirip channel anak-anak ya. Hahahaha *Apa aku ganti nama aja? *Eh?

Sudah 10 bulan, berarti 2 bulan lagi genap setahun. Gimana perkembangannya?

Perkembangan Kualitas Video

Ohya, sebelum itu aku mau ke genre dulu. Jadi niat awal adalah pengen bikin review peralatan rumah tangga atau haul-haulan gitu. Karena biasanya yang bikin review itu yang nonton banyak. Tapi karena aku dari awal pengen vlognya berkonsep silent vlog alias gak ngomong (just by text only) jadi aku merasa vlog review ku tidak begitu menarik.

Lalu, terinspirasi lah aku dari para eomma-eomma sekelas Haegreendal, Hamimommy, Honeyjubu. Mereka itu mom vlogger yang isi channelnya tentang kegiatan ibu rumah tangga sehari-hari seperti memasak dan beberes. Konsep mereka pun silent vlog. Wah, cocok nih aku pikir.

Lalu aku belajar mendokumentasikan kegiatan sehari-hari seperti mereka. Tapi rumah mereka terlalu estetik untuk diikuti gayanya. Hahaha.

Kemudian aku berkenalan dengan zero waste living, dimana aku sangat tertarik untuk mengelola sampah rumah tanggaku. Belakangan aku baru tahu sampah sejenis itu menjadi penyumbang terbesar di TPA yang udah kek gunung, hiks.

Setelah mengolah perdana sampah dapurku dengan hasil akhir berupa eco enzyme dan kompos, eh koq aku happy banget ya? Vibes itu tuh bikin aku pengen membagikannya, ke status WA, ke story IG dan lama-lama pengen mendokumentasikannya di YouTube.

Vlog perdana tentang zero waste aku jadikan sebagai pendukung tulisan lomba blog. Alhamdulillah nyangkut juara 3. Merasa ketagihan aku pun berbelok genre dari reviewer jadi influencer zero waste (pemula). Lalu aku ikut lagi lomba blog bertema lingkungan juga dengan menyertakan vlog baru ku tentang (lagi-lagi) soal mengolah sampah dapur. Alhamdulillah kali ini juara 1. Masya Allah tabarakallah….

Ada yang bilang kalau videoku sudah ada perkembangan, lebih bagus kata mereka. Jelas lah lebih bagus, Redmi 9T dilawan sama mirrorless. Hehehe. Sebenarnya, jujurly, untuk ukuran vlogger pemula, aku merasa sangat berlebihan punya mirrorless. Karena gede modalnya duluan tauk, huahaha.

Tapi karena ini dibelikan suami (iyaa, yang pengen mirrorless suami) aku jadi gak enak juga gak pake. Walaupun ini belinya juga second tapi tetep aja mihil untuk ukuran aku. Jadilah untuk menghargai usaha suami, aku sekarang ngevlognya pakai mirrorless.

Ribet? Banget. Di awal sungguh ribet, aku sampai ngeluh sama suami kalo bakalan gak bisa rajin update vlog kalo begini ribetnya. Eh pas aku balik lagi ke HP, kualitas videonya gak bangett. Langsung besoknya balik lagi pakai kamera mirrorless. Sekarang sudah mulai terbiasa menikmati segala keriwehan ber-mirrorless. Alhamdulillah. Syukuri aja biar gak jadi kufur eaaa. Tsumma naudzubillah…

Perkembangan Subscriber

Jalan 10 bulan ini coba tebak berapakah subscriber akuh?

390, Pemirsa, tanpa embel-embel ribu! Ya ampun, selow ya. Haha. Masih jauh dari syarat monetisasi channel 1000 subscriber, huhuhu. Aku sadar diri aja sih, soalnya video aku gak terlalu menarik banyak orang. Hanya orang-orang tertentu mungkin yang suka. Aku juga masih belum menguasai SEO YouTube.

Kapan kah subscriber ini bisa nambah banyak ya…. Wkwkwk.

Terakhir aku bahkan sudah mencoba promosi di YouTube adv dan FB adv. Di YouTube adv aku memasang iklan seharga Rp 60.000. Di FB adv aku memasang iklan seharga Rp 88.000. Keduanya aku memakai video terbaru yang kurasa paling bagus. Tapi ternyata cuma menarik gak lebih dari 10 subscriber saja.

Sedih gak, sedih gak, sedih gak?

Sedih bangett… 🙁

Perkembangan Jam Tayang

Dari syarat 4.000 jam tayang channel, aku baru mengumpulkan 1.319 jam tayang, yang mana akumulasi ini akan lenyap sia-sia jika genap 12 bulan alias setahun negYouTube aku gak berhasil sampai di angka 4.000.

Jadi itu artinya untuk bisa monet aku harus bisa mengumpulkan 4.000 jam tayang selama setahun, kalo gak maka hitungan jam tayang akan hangus dan aku mulai dari nol lagi untuk mengumpulkan jam tayang. Subhanallah 🙁

Walaupun punya channel ini tujuan awalnya bukan untuk mendapatkan penghasilan -melainkan untuk menyalurkan hobi dan mengasah skill editing, memberdayakan diri biar gak insecure lagi- tapi tetap aja punya target ya. Karena aku punya rencana menabung dari hasil adsense ini untuk sesuatu yang belum bisa aku tulis di sini.

Ya begitulah perkembangan channel ku ini. Makanya aku sering bilang ini channel bayi banget, karena progress nya juga sangat selow (bandingkan dengan temanku yang sudah punya 130 subscriber dalam setahun). Harapanku semoga channel ku juga bisa berkembang lebih baik lagi dan membawa manfaat bagi orang lain. Aaamiin……

Leave a Comment