Ibu itu tidak boleh sakit lama-lama. Sering ya mendengar kalimat itu dimana-mana. Menjadi seorang ibu seringkali juga dianalogikan seperti jantung pada tubuh. Jika jantungnya bermasalah, maka akan bermasalah juga seluruh anggota tubuhnya karena sel-sel darah pembawa oksigen dan nutrisi terhambat distribusinya. Sama halnya dengan ibu, jika ibu sakit, maka akan “sakit” juga seluruh anggota keluarga karena urusan domestik akan terbengkalai. 

Jadi, benarlah nasihat itu, menjadi seorang ibu tidak boleh sakit lama-lama karena jika kelamaan sakit maka efeknya akan panjang.

Iya, panjang…. 

Sakit yang Berkepanjangan Membuat Stress

Setelah melahirkan anak pertama saya mengalami keletihan yang amat sangat. Keletihan yang awalnya dianggap wajar karena efek dari otot-otot yang menegang saat kontraksi lahiran. Asisten rumah tangga saya bilang bahwa mungkin perlu waktu 3-4 bulan untuk pulih. Tapi saya sudah hampir 8 bulan mengalaminya. Kenapa tidak kunjung “sembuh”?

Kalian tau bagaimana rasa” keletihan paska lahiran” yang saya alami? Rasanya itu seperti badan yang baru saja dipukuli, tapi tidak lebam, hanya terasa remuk sekujur tubuh. Bangkit dari duduk menuju berdiri saja harus meringis-mengaduh menahan sakitnya hingga sholat terpaksa harus duduk.

Itu menyedihkan sekali bagi saya. Saat melihat ibu-ibu muda lain tampak aktif ke sana-kemari berkegiatan sosial, saya jangankan bersosial, urusan rumah tangga saja didelegasikan pada ART. 

Setahun kemudian kami pindah domisili dan tidak memakai ART lagi. Bukan karena saya sudah sembuh tapi lebih karena pertimbangan bujet. Pindah rumah beda provinsi itu sungguh menyita tabungan kami. 

Dan bisa ditebak, keletihan yang sudah teramat sangat saya rasakan sebelumnya menjadi bertambah-tambah setelah pindah. Melihat itu suami akhirnya membantu saya mengerjakan sebagian pekerjaan rumah, seperti mencuci piring dan baju,…. dan juga melipatinya, hmm…..  dan juga sambil beberes rumah. Banyak 😢. Padahal dia sudah sangat lelah di tempatnya bekerja, harusnya saya yang melayaninya bukan dia yang melayani saya. Ah, istri macam apa aku ini. Sedih? Bukan main, jangan ditanya. 

Sakit itupun seperti menjalar bak benalu di badan inangnya, saya jadi lebih sensitif dan mudah marah. Anak pertama saya menjadi pelampiasannya. Membentaknya, memarahinya, setiap hari. Ah, ibu macam apa aku ini. Sedih? Bukan main sedih dan juga sakitnya, seperti diiris sembilu. Iya, seorang ibu walaupun dia yang memarahi anaknya tapi sebenarnya di hatinya itu sakit sekali. Saya rasa tak ada satupun ibu yang ingin memarahi anaknya secara sengaja.

Rasa sakit di badan, rasa letih yang berat, rasa tak berguna, rasa terabaikan, semua jadi satu menggumpal, lama-lama mengeras seperti batu. Saya merasa tak becus dan tak layak jadi istri dan apalagi ibu.

Ternyata Aku Terkena Radang Sendi

Setelah beberapa lama menganggap bahwa keletihan itu hanya karena efek kontraksi lahiran, akhirnya suami mendapati bunyi yang aneh pada lutut kanan saya. Seperti bunyi kaki kursi yang reot, berdecit jika digoyang-goyangkan. 

“Sayang, ini kayanya osteo-arthritis, radang sendi. Minum obat lah?”

Apa?? Osteo-arthritis??? Sekonyong-konyong saya merasa menjadi perempuan yang lebih tua dari usia saya sebenarnya.

Mengutip dari lama alodokter.com, gambaran OA adalah sebagai berikut:

Dalam kasus osteoarthritis, tulang rawan mengalami kerusakan secara perlahan. Jaringan ini menyelubungi ujung tulang pada persendian untuk melindunginya dari gesekan saat ada pergerakan. Saat tulang rawan mengalami kerusakan, teksturnya yang licin akan menjadi kasar. Seiring waktu, tulang akan bertabrakan dan sendi pun akan terpengaruhi. Inilah yang menyebabkan rasa sakit yang sangat. 

Tulang rawan sehat dengan bantalan yang masih bagus dan tulang rawan OA yang sudah aus
sumber: www.konimex.com

Saya sudah menghabiskan sekotak obat yang diberikan, tapi tak ada perubahan sama sekali. Maka, jalan terakhir adalah disuntik. “Suntik tulang” kalau orang awam menyebutnya. 

Kalian tau rasanya “suntik tulang”? Ngilu luar biasa lutut saya saat itu, demam sehari semalam setelahnya, berlanjut 30 hari kemudian dengan bengkak di sendinya. Tapi, alhamduliLlah akhirnya setelah 1 bulan paska suntik itu lutut kanan saya perlahan sembuh. 

Tapi, itu bukan kesembuhan total karena radang sendi salah satu penyakit yang kambuh-kambuhan. Beberapa kali saya mendapatkan sendi lutut kumat lagi. Oleh karenanya penting bagi saya menjaganya agar tidak kambuh lagi.

Menjaganya tidak hanya berarti menjaga kebugaran tubuh tapi juga kesehatan mental saya.

Saya Ingin Hidup 1000 Tahun Lagi

Saya ingin hidup 1000 tahun lagi, adalah majas yang menggambarkan betapa saya sekarang sangat bersyukur. Setelah 3 tahun berlalu saya kini bisa menjalani hidup seperti orang-orang normal. Tak ada lagi sholat dengan duduk, tak ada lagi rintihan-rintihan menahan sakit di lutut, tak ada lagi rumah berantakan sepanjang hari karena kaki saya tidak tahan harus sering-sering mondar-mandir berbenah. Sekarang, saya sudah seperti ibu-ibu muda lain yang menjalani aktivitas harian tanpa rasa sakit karena radang sendi.

Bahagianyaa 💖💖💖

Saya ingin hidup lebih lama lagi dengan kualitas kesehatan yang baik. Saya akan menemani suami dan anak-anak saya berkarir dengan jalannya masing-masing.

Tapi, karena saya masih beresiko terkena osteo-arthritis (OA),  maka PR saya adalah menjaga tubuh agar sehat dan bugar agar tidak terkena radang sendi lagi, di antaranya:

1. Menjaga berat badan
Dan untuk penderita OA menjaga berat badan tubuh adalah sebuah keharusan. Sebab jika tubuh terlalu berat otomatis akan membebani lutut dan kaki sebagai penopang tubuh.

2. Menghindari minuman berkarbonasi
Minuman berkarbonasi atau biasa kita kenal dengan minuman bersoda efeknya sangat buruk untuk kesehatan kita karena akan mengikis kalsium dalam tulang, akibatnya kita akan mudah terkena masalah tulang dini.

3. Melakukan olahraga ringan selain aktivitas fisik
Menjadi seorang ibu kadangkala membuat kita malas berolahraga. Kebanyakan ibu menganggap bahwa mengerjakan tugas domestik sama dengan olahraga. Nyatanya itu belum cukup.

Kalau olahraga ringan versi saya sekarang cukup 3x sepekan berjalan santai sejauh 500m sambil menemani anak bungsu saya earthing di luar.

Back to nature for keeping health 

Kami biasa berjalan tanpa alas kaki, merasakan tekstur pasir, tanah, meniti jembatan galam. Anak bungsu saya masih 2 tahun umurnya. Saya ingin mengajaknya melatih motorik kasarnya karena itu berguna untuk kesiapannya sekolah nanti termasuk keseimbangan tubuh dan rentang konsentrasinya.

Baca juga: Melatih Membaca dan Menulis Tanpa Mengeja

4. Memperbanyak asupan air putih dan minuman sehat

Dulu saya mungkin hanya sanggup minum 1 liter setiap hari, sekarang sudah mulai terbiasa memenuhi batas 2.5 liter. Walaupun tidak ada nutrisinya tapi air putih mampu menjaga pH darah, melancarkan metabolisme sel, dan menjaga kinerja ginjal agar tetap normal.

Selain air putih saya juga mengkonsumsi minuman sehat seperti VCO atau minyak kelapa murni, teh hijau, dan herbal.

Herbal? 

Herbal untuk Osteoartrithis

Iya, ternyata ada herbal yang bisa mengatasi OA yang saya derita. Herbal ini sudah sangat terkenal di telinga kita.

herbal untuk radang sendi

herbal untuk radang sendi, temulawak

Temulawak? Bukannya untuk penyakit liver ya?

Iya, betul. Temulawak terkenal sekali sebagai herbal penyembuh penyakit liver, tapi ternyata dia punya segudang manfaat yang lain, salah satunya sebagai anti inflamasi atau anti radang sehingga cocok sekali menyembuhkan radang sendi.

herbal untuk radang sendi

herbal untuk radang sendi

Setelah saya telusuri, ternyata temulawak memiliki banyak senyawa yang sangat bermanfaat untuk kesehatan kita, di antaranya;

1. Zat Kalagoga
Zat ini berfungsi sebagai penghancur batu empedu, merangsang aliran cairan empedu ke duodenum (usus 12 jari) dan memicu pengosongan kantung empedu.

2. Glikosida
Sebagai obat jantung, pencahar pengiritasi lokal, analgetikum dan penurunan tegangan permukaan.

3. Flavonoid
Antioksidan tinggi pencegah proses penuaan dan sel kanker.

4. Xanthorrhizol
Berfungsi sebagai antifungi, antibakteri, antioksidan dan antiinflamasi.

5. Minyak atsiri
Minyak atsiri  berfungsi menekan pembengkakan jaringan dan meningkatkan produksi getah empedu.

6. Kurkumin
Pembawa warna kuning pada tanaman ini adalah agen antiinflamasi yang dapat mengurangi radang sendi pada tubuh.

herbal untuk radang sendi

herbal untuk radang sendi

 

Kandungan zat dan manfaatnya sangat berarti untuk membangun keluarga produktif. Untuk makhluk multitasking yang suka-ga suka terbiasa begadang alias para ibu, perlu sekali support dari zat anti radang dan anti oksidan untuk kesehatan sendi dan livernya. Dan untuk anak temulawak juga mengandung zat yang merangsang nafsu makan yang ada di dalam kalagoga.

Sayangnya di sini saya kesulitan menemukan temulawak. Rerempahan yang ada di pasar hanya berkisar jahe, kencur, kunyit. Melihat gambar temulawak di internet saja saya kira itu kunyit (hadeh.. ).

Jadi bagaimana saya mau membuat minuman temulawak itu?

Baca juga: Pertama Kali Membuat Kimchi Sendiri. Apa Rasanya?

Herbadrink Temulawak Solusinya

Bersyukur sekarang sudah ada temulawak dalam kemasan yang bisa langsung diseduh.

Informasi produk tiap sachet:
Nama produk: Herbadrink Sari Temulawak
Netto: 18gr
No. BPOM: TR 082479511
Komposisi: Esktrak Curcuma xanthorriza 2.2 gram, gula, dan bahan lain hingga 18 gram

Tidak usah khawatir karena Herbadrink menjamin produknya tidak memakai bahan pengawet. Proses pengeringan bahan hingga menjadi serbuk ditambah sterilisasi itu cukup membuat produk awet dengan sendirinya.

Sertifikat BPOM untuk Konimex karena lulus uji proses pembuatan obat tradisional

Herbadrink diproduksi oleh Konimex, sebuah perusahaan obat yang didirikan sejak 1967, adalah sebuah terobosan brilian dengan melihat kecendrungan masyarakat kita yang ingin kembali ke alam, back to nature, menggunakan tanaman asli Indonesia untuk pengobatan.

1 dus isi 5 sachet

Yaah, walaupun bukan berarti obat herbal itu tanpa efek samping, tapi saya percaya Herbadrink sudah melalui uji laboratorium dan lapangan untuk memperkaya evidance-based nya. Apalagi Konimex sudahs mengantongi banyak sertifikat penting tentang kehalalan, proses pembuatan obat yang terstandarisasi, dan juga manajemen mutu.

Dalam setiap kemasan sasetnya, terdiri dari ekstrak Curcuma xanthorriza sebanyak 2.2g yang setara dengan 800mg rimpang segar temulawak.

Cara minumnya juga gampang sekali, tinggal dituang dan diseduh, bisa pakai air hangat atau dingin. Kalau saya sih sukanya pakai es apalagi kalau sambil meregangkan otot yang penat setelah seharian beraktivitas.

herbal untuk radang sendi

herbal untuk radang sendi (instan)

Selain fungsinya sebagai antiinflamasi untuk OA saya, Herbadrink Temulawak ini juga bisa sebagai penjaga kesehatan liver saya karena saya masih sering terpaksa begadang, entah karena terbangun menyusui atau deadline tulisan.

Selain Temulawak, Herbadrink juga punya banyak varian herbal lain, seperti lidah buaya, jahe, chrysanthemum, wedang uluh, beras kencur, asam kunyit, kopi gingseng, dan ada juga versi sugar free-nya.

Temulawak adalah herbal untuk radang sendi. Tapi tentu saja, jika memungkinkan tetap mendapatkan temulawak yang segar lebih diutamakan karena nutrisinya tetap utuh.

***

Selalu ada hikmah di balik setiap kejadian, sekalipun itu perkara buruk menurut kita. Saya sekarang sedang belajar menjadi ibu bangkit, yang peduli kesehatan diri dan juga orang tercinta. Saya ingin diberikan umur panjang untuk membayar kesalahan di waktu dulu, menjadi istri dari seorang nakes yang mendedikasikan hidupnya untuk profesi yang sangat dicintainya, menjadi ibu yang mendukung dan menuntun anaknya menjadi anak yang berguna dunia akhirat. Semoga Alloh mengabulkannya. Aamiin.


38 Komentar

ike yuliastuti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

temulawak itu bikin tambah nafsu makan, saya suka minum sari temulawak, seneng banget nih kalo ada herbadrink jadi mudah minum sari temulawak gak pake ribet

Rizky Ashyanita · April 11, 2019 pada 7:28 pm

Teringat dulu pas ibuku sakit tuh rasanya rumah jadi aneh gitu.
serasa gak ada kehidupan jadi sedih akutu 🙁
semoga ibu-ibu diluar sana kuat ya :DD

umi diwanti · April 11, 2019 pada 7:28 pm

Subhanallah lawas jua pian mearit sakitnya lah. Mudahan kita selalu disehatkan Allah.

Ibu2 ini benar-benar benteng pertahaan keluarga secara fisik dan mental. Harus selalu kuat dan sehat.

Enny Ratnawati · April 11, 2019 pada 7:28 pm

Jujur mbak..aku baru tau ada penyakit ini. dan aku kira orang yang tua2 aja yang bakal terkena penyakit tulang. btw iya sih, hanya diri kitalah yang tau pasti kondisi kesehatan kita. tetap semangat dan jaga kesehatan.sukses untuk kita semua yaa..

Rindang Yuliani · April 11, 2019 pada 7:28 pm

Untuk ibu2 dengan sejuta aktivitas kesehatan sendi memang sangat dibutuhkan ya. Sehat terus, Mbak. Pengetahuan tentang kesehatan pribadi harus dikuasai setiap orang agar dapat menjaga dan mengatasinya sesegera mungkin jika mulai kumat.

antung apriana · April 11, 2019 pada 7:28 pm

aku juga nih badan suka berasa ngilu-ngilu gitu tulangnya. kayaknya tulangnya bermasalah nih dan memang kurang olahraga. kalau minum jamu biasanya sama bibi jamu yang lewat di kantor. tapi ini herbadrink bisa banget ya dicoba di rumah karena praktis

desy laily · April 11, 2019 pada 7:28 pm

Kalau ibu sakit rasanya memang berantakan semua, hampa dan jadi gak semangat. Tiap hari harus minum vitamin, harus punya me time biar ibu selalu bahagia.

irra octaviany · April 11, 2019 pada 7:28 pm

Subhanallah, merinding aku mbak bacanya apalagi yang berhubungan dengan tulang/sendi kayak gitu.. semoga ikhtiarnya berbuah hasil yang baik yaa.. amin..

Latifika Sumanti · April 11, 2019 pada 7:28 pm

Iya ka, makanya jar Rasul mukmin yang kuat lebih disukai dibanding yang lemah lo 🙁

Latifika Sumanti · April 11, 2019 pada 7:28 pm

Aku kena OA usia 25 mba, tapi rasanya umurku 52,hiks

Latifika Sumanti · April 11, 2019 pada 7:28 pm

Iya bener mba, makanya sekarang jadi health talk-enthusiast, bukan karena aku sehat banget tapi justru karena aku mau sehat terus

Siti Faridah · April 11, 2019 pada 7:28 pm

Aku pun juga begitu, Mbak. Sedang menghindari minuman bersoda dan memperbanyak minum air putih. Kapan-kapan pengen coba Herbadrink sari temulawak juga ah.

fenni bungsu · April 11, 2019 pada 7:28 pm

Kalau osteoporosis dan osteogenesis pernah dengar. Ternyata ada lagi namanya Osteo-arthritis. Semoga selalu sehat yah mbak agar tetap produktif

ruziana ina · April 11, 2019 pada 7:28 pm

saya juga ingin umur panjang
pernah mengalami batu ginjal meski cuma 2 biji
membuat saya rajin minum air putih
di meja kerja botol 1,5 liter selalu tersedia air putih
cuma olahraga yg msh kurang

Dian Restu Agustina · April 11, 2019 pada 7:28 pm

Hiks beberapa waktu lalu saya didiagnosa radang sendi Mbak..Kata dokter kini usia penderita memang makin maju saja. Iya, saya memang sudah 42, tapi mau dong hidup sehat lebih lama..
Oke bangets nih infonya, memang setelah terapi dan pengobatan jalan sudah berkurang. Tapi bukankah perlu juga pencegahan .
Dan Herbadrink dengan kandungan alami seperti ini bisa jadi salah satu caranya

Keke Naima · April 11, 2019 pada 7:28 pm

Saya belum pernah periksa ke dokter. Tetapi, salah satu alasan kenapa berat badan saya sampai turun sampai 7 kg karena memang lutut suka sakit. Alhamdulillah setelah berat badan turun dan rajin berolahraga, berkurang banget frekuensi sakit lututnya. Semoga sehat selalu ya, Mbak

Yoanna Fayza · April 11, 2019 pada 7:28 pm

Alhamdulillah sudah berhasil melewati semuanya. Semoga selalu sehat yaa mba.. Aku juga pilih herbadrink buat menjaga kesehatan, alami dan praktis 🙂

Reyne Raea · April 11, 2019 pada 7:28 pm

Semangat buat moms semuanya, kalau sakit usir aja sakitnya.
Bener ya, ibu dilarang sakit, bisa berabe.
Syukurlah udah membaik, baru tau saya khasiat temulawak sebanyak itu ya 🙂

Syarifani Mulyana · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Radang sendi tak mengenal usia ya, siapapun bisa kena jika tidak menjaga pola hidup sehat.
Pasti menyiksa banget ya mbak, syukurlah sekarang sudah bisa beraktifitas normal.
Setelah minum sari temulawak, nafsu makan apakah ikut meningkat juga ?

Visya Al Biruni · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Kalimat pertamanya makjleb banget mbaaa. Sebenarnya itu juga jdi pegangan hidupku sbg ibu supaya tetap jaga kesehatan :''

Ntw sari temulawak aman kah buat busui? Aku jujur aja ga suka temulawak tapi kalo bentuknya kayak herbadrink suh sepertinya sukaa.

cici desri · April 11, 2019 pada 7:29 pm

duh aku kok ikut ngilu ya bacanya, pernah ngalamin semacam begini tapi sebadan kalo aku mba, katanya sih karena salah pijat pas di massage/lulur di salon, nyaris gak bisa ngapa2in karena ngilu… makasi banyak mba infonya, gakmau deh minum minuman berkarbonasi.

Yunita Tresnawati · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Nyeri lutut ya apalagi obesitas seperti aku ini bahaya ternyata. Aku belum pernah coba herbadrink yang temukawak sih Mba, kalau kutahu manfaatnya banyak sepertinya harus dicoba

Latifika Sumanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Melihat keunfaedahan minuman bersoda, diriku sekarang semacam mengharamkan untuk diri sendiri. Segitunya 🙁

Latifika Sumanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Terimakasih banyak mba 🙂

Latifika Sumanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Takut juga kalo ngomongin ginjal. Aku juga pernah nulis ttg ginjal.. .aku suka bahasan kesehatan

Latifika Sumanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Mending mba, saya usia 25 udah kena, parah banget 🙁 mba sehat2 terus ya

Latifika Sumanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Iya mba juga ya… Punya penyakit lutut harus jaga BB

Latifika Sumanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Sip mba . Semoga sehat selalu

Latifika Sumanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Iya , banyaak mba 😉

Latifika Sumanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Exactly mba 😉

Latifika Sumanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Iya mba, karena memang menyiksa sekali sakitnya, mental ikutan rapuh juga karenanya

Latifika Sumanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Nah sudah harus diperiksakan mba supaya ga berlarut2 kaya saya akhirnya parah dan menyiksa

Latifika Sumanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Iya, ibu sakit yang lain ikutan "sakit" ya mba

Lasma Manullang · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Duh, bayanginnya aja ngilu mba. Untunglah sudah sehat. Temulawak memang susah dicari mba. Bisa jadi solusi pilihan ya untuk menjaga sendi tetap sehat. Apalagi bisa buat anak-anak.

Leyla Hana · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Makasih tipsnya mba. Serem juga penyakit ini ya, harus sering minum temulawak ya. Khasiatnya banyak.

herva yulyanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

aku bacanya ngilu mba 🙁 dan baru tahu juga ttg osteoarthritis semoga sehat2 selalu ya mba dan syukurnya ada pengobatan herbal salah satunya minum temulawak baru tahu aku 🙂

www.faradiladputri.com · April 11, 2019 pada 7:29 pm

Sakit deh kayanya Osteoarthritis ituuu hiks. Semoga sehat selalu yaaa. Aku juga baru tau bisa dibantu dengan sari temulawak ini juga 🙂

Pengalaman Memakai KB IUD Selama 2.5 Tahun · Agustus 21, 2020 pada 6:45 am

[…] Baca Juga: Menjadi Ibu Bangkit untuk Keluarga Produktif Latifika Sumanti […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *