Semua orang pasti setuju, punya mobile banking atau “m-banking”, memang menyenangkan. Mau transfer ke mana aja jadi mudah, ga perlu repot ke ATM lagi. Terlebih di era new (ab)normal yang memaksa kita meminimalisir kegiatan di luar rumah, punya m-banking itu rasanya seperti dewa penolong -untuk urusan pembayaran online.

Fasilitas m-banking lumayan lengkap, jadi wajar kalau kita merasa sangat dimudahkan untuk melakukan berbagai hal, seperti misal; transfer uang, cek mutasi, cek saldo, beli saldo pulsa, bayar tagihan sampai bayar zakat. 

Tapi, di sini aku tidak akan membahas bagaimana caranya membuat m-banking Yap, yang mau aku bahas adalah soal terblokirnya m-banking. 

Karena terbiasa oleh kemudahan ber m-banking, ketika keblokir kemarin jadi banget susahnya. Apalagi daku yang jualan online ini. Tapi mau mengurus secepatnya juga malessin banget apalagi kalau bukan karena antrinya. 

Pengalaman mobile banking terblokir

Koq Bisa Terblokir, Sih?

Well, m-banking -seperti yang kita tau- punya password untuk membukanya, which is password nya adalah password yang kita buat sendiri. Kebetulan di bank tempat aku menyimpan tabungan ini passwordnya adalah kombinasi huruf kapital, huruf kecil dan angka. Kebayang kan konsentrasi yang harus dicurahkan ketika ingin membuka m-banking.

Nah, masalah terjadi ketika aku memasukkan password dalam keadaan sedang main sama anak. Otomatis direcokin donk “Mi, ayooo main!”, “Mi, cepat pegangi!”, “Mi, jangan liat hp terus!!!!”. Wkwkwkw.

Di sisi lain aku juga harus segera transfer agar barang cepat dikirim. Jadi mau ga mau, jiwa multitasking ku muncul. Ketika berusaha masukin password dengan kombinasi itu ditambah konsentrasi terbagi, alhamdulillah m-banking ku terblokir (lagi) karena sudah 3x salah masukin password. Gkgkgkgk.

Lagi?

Iya, ini kali kedua m-banking emak terblokir *tepok jidat. Pertama kali terblokir sekitar puasa lalu. Kejadiannya mirip sekali sama ini -konsentrasi terpecah- plus ditambah dehidrasi karena sedang puasa dan cuaca lagi panas-panasnya.

Jempolnya kaliii yang tambah gede, jadi salah salah melulu ngetik password.

Eh, Ya Alloh….suka bener deh kalo ngomong netizen ya *lirik jempol tangan

Bagaimana Mengurus M-Banking yang Terblokir?

Jadi, dua kali kejadian itu aku melewati dengan cara penyelesaian yang berbeda. Pertama mengurus secara offline dan kedua secara online. Ok, bakal aku rincikan di bawah bagaimana prosedur mengurusnya supaya kalian ada gambaran ketika hal ini terjadi pada kalian.

1. Mengurus Secara Offline

Bulan puasa tadi aku mendatangi bank untuk mengurusnya. Semua prosedur tidak ada yang sulit kecuali……..menunggu bank nya dibuka.

Setengah jam menunggu di luar bersama customer lain akhirnya karyawan datang. Sepertinya tidak ada yang tau kalau bank pada bulan puasa buka jam 9.00 WIB dan bukan jam 8.00 WIB seperti biasa. Kebetulan hari itu matahari cetarrrr sekali walau masih jam 8.30. Palangkaraya memang super panas karena dekat dengan garis khatulistiwa. Letaknya juga yang persis di tengah pulau membuat konsentrasi angin dari laut juga tidak bisa diharapkan. Hujan di sini juga tergolong lebih jarang karena awan cumolonimbus yang banyak tercipta di daerah dekat laut pecah sedikit demi sedikit di perjalanan tanpa menyisakan untuk kota di tengah pulau.

Sebentar, ini ngomongin m-banking atau geografi yak.

Jadi intinya kemarin mengurus online nya agak agak penuh drama. Karena kelamaan nunggu pegawai bank datang (nunggu di luar 30 menit, belum antri nya, apalagi bagian Customer Service yah, tau lah 1 ya 1 orang bisa 30-45 menit).

Akhirnya aku pulang, daripada ga tahan kepanasan plus mikirin anak kicik di rumah.

Beberapa hari kemudian datang lagi dan alhamdulillah bisa langsung masuk dan dapat urutan ke 3 yang kemudian maju jadi ke 2 karena orangnya keburu pulang *rezeki emak

Setelah ditanya perihal ID, menyamakan dengan kartu identitas, no rekening, dan ATM. Kemudian tunggu beberapa menit dan selesai. M-banking bisa dibuka kembali.

Pengalaman mobile banking terblokir

Jangan lupa bawa kartu ATM

Yeaaaay…..

Ketika proses pengurusan itu ditanya sama CS nya, “Ibu, ga buka lewat CS  pusat aja? Ada nomor teleponnya”

Aku jawab,”Sudah Pak, sebelum ke sini sudah berusaha nelpon CS pusat, tapi belum sempat jawab pertanyaan CS sudah mati. Pulsa saya habis, hehe”

Wkwkwkwk, pulsa sudah habis 50ribu dapatnya zonk! 

TERNYATA EMAK SALAH STRATEGI, MAEMUMAH! 🙁

2. Mengurus Secara Online

Dan inilah kejadian yang barusan terjadi.

Pekan ketiga Agustus ini aku kembali melakukan kesalahan. Ketika akan transfer posisinya sambil main sama anak. Kombinasi password dan suara berisik anak ngajak main sukses bikin konsentrasi terpecah, ditambah jempol yang keknya tambah gede aja.

Setelah 3x salah masukin password akhirnya…..yess, keblokir!

Masaa harus ke bank lagi, ketemu CS yang sama, kalau dia ingat gimana? Maluu banget pastinya karena baru 2 3 bulanan yang lalu, masa iya keblokir lagi karena kesalahan sendiri. Huaaaa.

Berbekal rasa malu itu lah aku akhirnya berniat mengurus secara online. Tapi karena sudah ada pengalaman sebelumnya jadi sudah menyiapkan ancang-ancangnya biar ga zonk lagi.

Jadi, aku beli kartu Tri yang terkenal murah itu untuk menggantikan sementara kartu sultan ku yang bertahun-tahun mengendap di hp. Gabisa banget diandalkan kalo lagi banyak urusan begini, mahal banget Brooh! Lagian takut kejadian -terputus pas nelpon- terulang lagi. 

Kata temen, kartu Tri nelpon ke luar cuman 10.000 untuk 15 menit. Uhuyyyy!

Setelah beli dan isi pulsa kartu 3, lalu aku pastikan dulu jam operasional CS pusat via website. Ternyata 24 jam. Emak langsung berpikir nelpon dini hari aja karena pasti ga ada customer yang masuk jadi ga nunggu lama banget kek yang kemarin.

Iya, jadi salahnya aku kemarin itu nelpon pas peek-hour, jam-jam sibuk antara jam 9-10 pagi. Udah pasti crowded lah ya. Emang ga sampai situ otakku 🙁

Jadi, yaa…pas nelpon itu udah lama bianget nunggu diangkat (10 menit lebih), suara robot operator juga serak-serak gitu, ga jernih. Pas sudah diangkat CS pusat, baru mau ngasih ID eh sambungan terputus. Pulsaku habis 50.000 di 10 menit ngantri (doank) itu, huhuhu.

Yaaaak, akhirnya setelah memastikan CS pusat buka 24 jam, hari itu aku bangun jam 1 malam dan mulai nelpon jam 2. Bukan hal yang susah karena sudah terbiasa bangun jam segitu. Sejak jadi blogger memang harus jadi early morning mom kalau mau tetap eksis nulis karena cuma jam segini bisa me time dengan bebass tanpa gangguan. Cuma emak-emak blogger yang paham ini.

Yaa tapi ga saban hari juga sih.

Pas jam 2 nelpon ga pake nunggu lama, alhamdulillah langsung diangkat tanpa antri. Suaranya laki-laki (jangan tanya segar atau sambil ngantuk) dan langsung menanyakan nomor rekening dan mengajukan pertanyaan untuk memastikan ID ku, tentunya setelah tau maksudku menelpon, Karena sudah pengalaman jadi aku jawabnya lancar. Malah aku berasa ikut cerdas cermat karena dilempari pertanyaan-pertanyaan itu dan aku juga jawabnya cepat karena ingin meyakinkan kalo itu bener ID ku. 

Siapa tau dia mikirnya aku customer jadi-jadian atau gimana ya kan, secara nelpon jam 2 subuh. Wkwkwk,

Setelah ditanyain 4 pertanyaan, aku sudah siap-siap sama kartu ATM dan KTP ku donk, karena berdasarkan pengalaman dua kartu itu juga ikut serta ditanyakan. Eh, TERNYATA TIDAK, Sodara-Sodara. Cukup pertanyaan 4 tadi aja dan langsung dibuka blokirannya.

Kayanya Mas CS nya ga mau banyak nanya karena ngantuk, wkwkwk. Maafken aku ya Mas CS, soalnya di websitenya tertulis “Customer Service Buka 24 Jam”, jadi aku nelpon dini hari ga salah, kan? 😛

Yes, mission accomplished! 

Dan lagian , aku juga beruntung karena bank yang aku pakai ini menerima pengurusan blokiran via online. Karena ada bank tertentu yang harus mendatangi bank alias harus mengurus via offline.

Pengalaman mobile banking terblokir

Sekarang m-banking sudah bisa dipakai kembali. Alhamdulillah

Intinya….

Ketika ingin mengurus m-banking yang terblokir, yang harus disiapkan antara lain;

1. (Menyebutkan) No Rekening

2. Kartu ATM

3. KTP

Setelah itu menunggu sebentar diproses. Proses pembukaannya ga lama koq, 5 menit selesai via online atau offline. Tapi, menurut kalian mana yang lebih gampang?

 

Ok, sepertinya sampai di sini saja. Semoga tulisan pengalaman ini ada manfaatnya.


Latifika Sumanti

Mom of two, long life learner. Part time blogger, full time mother. Beauty, health, and parenting enthusiast

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *