Review Azarine Sunscreen Gel SPF 45 PA++++

Review Azarine Sunscreen Gel – Assalamualaikum… Holaaaa! Gimana kabarnya? Di sini masih cetar membahana teriknya, suhu di siang hari bisa sampai 36°C, maklum sudah musim kemarau.

Balik lagi nih kita ngomongin soal sunscreen. Belum lama ini saya sudah nulis review Skin Aqua, kalian bisa liat di artikel terdahulu kalau mau. Sekarang saya pengen bahas soal sunscreen new comer ini.

Sunscreen yang dapat rate 4.9 dari sekitar 1.479 di Female Daily (setidaknya ketika tulisan ini dibuat) memang bikin penasaran banyak orang. Yah, gimana ga: pendatang baru, lokal punya, rate tinggi di FD. Siapa yang ga penasaran?

Yup, Azarine menambah deretan brand buatan anak bangsa yang diminati. Keren banget ga sih, yang lokal pun sekarang bisa bangga di negeri sendiri, udah bisa banget lah ya bersaing sama skincare negeri ginseng *terharu aku *lap tisu.

Tanpa berpanjang lebar lagi, ikutin review saya kali ini, kuy. And here we go…

Disclaimer: This review is my personal opinion and I bought it with my own money. Results can be different for each person. Don’t make a decision by only this review

***

Informasi Produk

sunscreen azarine review

Nama produk: Hydrashoothe Sunscreen Gel SPF 45 PA++++
Netto: 50 ml
Harga: 57.000 – 65.000
No BPOM: NA 18201700868
Cocok untuk: semua jenis kulit
Diproduksi oleh: PT Wahana Kosmetik Indonesia (Sidoarjo)

Packaging

Dikemas dalam tube dengan tutup flip top dan dalam kotak dus dengan warna senada: hijau. kuning, putih. Pada dus depan tertulis nilai SPF dan PA nya serta klaim free from: oil, alcohol, and silicone.

Dus samping tertera komposisi lengkap dan highlight”plant-based” ingredients, serta barcode, No BPOM, tanggal kadaluwarsa, info PAO, klaim NO Paraben dan NO TEA.

*bukan tea is teh, tapi Tri-ethanol-amine (sejenis pH-adjuster yang disinyalir berbahaya bagi tubuh jika dipakai terus menerus).

Sedangkan PAO ini adalah singkatan dari Periode After Opening alias masa “kadaluwarsa” setelah produk dibuka. PAO Sunscreen Azarine tertulis 12m atau 12 bulan, artinya paling lama boleh dipakai adalah 12 bulan dari saat pertama dibuka. Jadi kalau kita udah buka bulan Juni 2021, terus kita anggurin karena ketemu yang baru, kemudian Juli 2022 kita mau pakai lagi sudah ga bisa walaupun expired date yang tertulis masih 2024.

Loh, kenapa bisa seperti itu, Ani?

Karena produk yang sudah dibuka, berarti sudah kontak dengan udara bebas, ototmatis akan lebih cepat masa kadaluwarsanya. Seperti makanan juga, yang cepat dibuka akan cepat basi kan? Karena di udara selalu ada mikrobakteri yang siap menyelinap masuk. Walaupun sudah ada pengawetnya tapi kan ga mungkin sekeras formalin. Jadi, seperti itu kira-kira, Roma.

Terimakasih Ani atas penjelasannya.

(Netizen:???)

Ohyaa, buat kalian yang masih bingung apa itu SPF, PA, UV A, UV B bisa baca tulisan bagian FAQ di bawah review Sunscreen Parasol ini. 

Ingredients

Kalian bisa lihat ingredients-nya baik di dus ataupun di tube nya. Let’s see…

ingredinets azarine sunscreen

Aqua, Glycerin, Propanediol, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Butyl Methoxydibenzoylmethane, Aloe Barbadensis Juice Extract, Portulaca Oleracea Extract, Sodium Hyaluronate, Cucumis Sativus Fruit Extract, Camelia Sinensis Extract, Punica Granatum Fruit Extract, Phenoxyethanol, Octocrylene, Butylene Glycol, Sodium Acrylates c 10-30 Alkyl Acrylates Crosspolymer, Propolis, Piscea Abies Extract, Allantoin, Xanthan Gum, Panthenol, Fragrance, Lecithin.

***

Tentu sebagai sunscreen bahan pembentuk sun protection-nya harus mendapat porsi utama untuk dibahas. Kalau kalian mau lihat, yang saya bold itulah penangkal UV-A dan UV-B nya.

Bedah bentar yuk, key ingredients di dalamnya. Terbantu sekali saat baca-baca di Incidecoder ini karena super lengkap penjelasannya untuk pemula seperti saya.

Sunscreen Agent 

  1. Ethylhexyl Methoxycinnamate, nama lain dari Octinoxate, adalah filter UV-B, namun tidak tahan sinar matahari, setiap 35 menit keefektifannya menangkal UV-B berkurang 10% *(FYI, octinoxate have BPOM approved, but FDA not approved)
  2. Butyl Methoxydibenzoylmethaneterkenal dengan nama Avobenzone, adalah filter UV-A yang sangat bagus karena melindungi dari 2 jenis UV-A: UV-A1 dan UV-A2, namun tidak tahan sinar matahari. Setiap jam-nya keefektifannya akan berkurang 36%. Jadi, sudah tau yaa, kenapa ada aturan wajib re-apply sunscreen setiap 2-3 jam sekali.   
  3. Octocryleneadalah filter UV-B dan sedikit UV-A. Cukup tahan sinar matahari karena hanya berkurang 10% keefektifannya selama 95 menit.

Dengan klaim SPF 45 dan PA++++ ternyata hanya ada 3 saja sunscreen agent.

key ingredients
Pomegranate, Propolis, Green Tea at one tube

Lanjuuut kita ke hydrasoothe ingredients-nya yang terdiri dari ekstrak tanaman dan juga sintetis.

🍀Aloe Barbadensis Leaf Extract

alias ekstrak lidah buaya, asam amino lidah buaya terbukti secara ilmiah bisa memperbaiki jaringan kulit yang rusak. Sangat bagus untuk menenangkan kulit yang iritasi (soothing).

🍀Portulaca Oleracea Extract

adalah jenis sukulen sekaligus tanaman obat yang sering dipakai di Korea untuk kulit yang teriritasi. Ekstrak tanaman ini juga berfungsi sebagai soothing. Ga hanya di Korea sana ada, di Indonesia juga ini adalah tanaman familiar. Kalian tahu bunga Krokot?? Hahahaha, yes… you’re right, Bund, Portulaca Oleracea Extract is Krokot it self 😀

🍀Cucumis Sativus Extract

alias Mentimun. Sangat baik sebagai soothing dan emollient karena punya beberapa asam amino dan asam organik yang membantu pembentukan “mantel kulit”. Plus juga enzym yang berfungsi sebagai anti radang. 

🍀Green tea Extract

alias teh hijau, selain sebagai bahan soothing dia juga sebagai anti-oksidan tinggi dengan senyawa katekin-nya (EGCG).

🍀Allantoin

bisa didapat dari ekstrak tanaman ataupun sintetik. Allantoin bisa menyembuhkan kulit rusak

🍀Panthenol

adalah pro-vitamin B5, tugasnya menenangkan dan melembabkan kulit, juga menstimulasi epidermis untuk membentuk loving-lipids yang bagus untuk kesehatan skin barrier.

🍀Niacinamide

yang dikenal juga dengan Vitamin B3, disebut sebagai real superstar ingredient karena multi-fungsi. Let’s say; anti acne, brightening, cell communicating ingredients, moiturizer/humectant, even anti aging (untuk konsentrasi 4-5%). Selain vitamin B3, nama lain niacinamide adalah nicotinamide. Sekilas terdengar “horor”, padahal ga kan? Hehehe. The lesson: jangan suka kemakan issues dengan hanya melihatnya sekilas, learn more is better.

Tekstur, Aroma, Warna

Teksturnya mirip lotion tapi ada gel nya, jadi tidak “gel banget” ya walau namanya “Sunscreen Gel”. Ketika dipakai ga berat, ga panas,  ga “sumuk”, ga gerah sama sekali. I do love it. Sangat cocok dipakai pas panas cetar di musim kemarau ini.

Warnanya putih agak keruh dikit. Aromanya hmm, surprisingly ternyata ga ada, walau ada fragrance nangkring di deretan akhir komposisi. Mungkin fragrance nya kisaran nol koma aja kali untuk menghilangkan bau yang sedikit unfaedah dari campuran semua ingredients.

Klaim

Tabir surya dalam bentuk gel berfungsi melembabkan serta menenangkan kulit dan melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar matahari. Diperkaya ekstrak alami yang bermanfaat bagi kulit wajah seperti; propolis, aloe vera, green tea, dan pomegranate. Tekstur gel ini dingin dan ringan sehingga mudah diserap kulit dan tidak meninggalkan whitecast.

[Baca juga: Review Sunscreen Emina]

Result

Dari ngobrolin ingredients yang agak panjang sampai klaim di atas, akhirnya kita masuk ke result atau review pemakaian. Cek di bawah ya, saya bikin per point agar mudah dibaca apa aja hasil yang saya rasakan selama 2 pekan pemakaian.

Adem, ringan, nyaman di kulit✨

No wonder karena Azarine sunscreen ini punya ekstra lidah buaya dan mentimun yang bikin sunscreen ini hawanya sejuk dipakai. No greasy at all. Saking ringannya saya sering bertanya-tanya dalam hati “Woy, ini beneran suncsreen, kan???” *dasar kau, netizen *plak!

Superb lembab✨

Saya paling suka ketika re-apply sunscreen ini tanpa toner sebelumnya. Lembabnya ga ketulungan. Langsung meresap dalam hitungan detik. Bagi saya pelembabnya memang sangat mendominasi karena hydrashoot nya yang lumayan banyaknya.

Tapi bagi yang kulitnya jenis dry skin, lebih baik pakai toner sebelumnya yah.

azarine sunscreen

Tidak whitecast✨

Seperti klaimnya, tidak ada whitecast sama sekali karena memang bahannya nihil titanium dioxide –yang merupakan bahan utama sunblock. Sekilas terasa lembab dan meresap langsung ke dalam kulit, namun ternyata kalau kita cuci muka akan ada lapisan gel di permukaan kulit. Jadi, kalau mau ambil wudhu, baiknya wajah dibersihkan sebentar dengan air mengalir untuk menghilangkan lapisan tersebut, ga susah koq karena memang dia ga mengandung silikon.

[Baca juga: Review Sunscreen Skin Aqua]

Ada efek brightening dan tanpa “kusam” finish

Ini juga yang teramat saya sukai. Karena dia ada niacinamide, pomegranate, dan beberapa anti-oksidan jadi dipakai tuh ada efek bright-nya. Dan alhamdulillah ga bikin kusam juga akhirnya. Saya menduga vitamin C dan anti-oksidan nya berhasil mencegah oxidize yang bisa terjadi pada pemakaian sunscreen.

Tidak ada breakout✨

Ohyaaaa….saya yang keburu yakin produk ini bebas fragrance karena pernah baca flyer nya yang bilang No Fragrance.

Ndilalah kaget banget pas baca list komposisinya. Ternyata ada parfumnya! Deg-deg serrr mau memakai karena saya ada riwayat BO parah karena parfum di skincare.

Tapi, alhamdulillah, di luar dugaan saya, sejauh ini ga bikin breakout. Kalau ada skincare yang ga bikin breakout saya rasanya pengen sujud syukur. Kulit sensitif dengan riwayat skin barrier rusak kek saya memang harus hati-hati banget ketika mencoba produk baru.

(A little bit) comedogenic🍂

Entah ya, ini mungkin di saya aja. Iya, jadi di hidung nih tiba-tiba muncul komedo. Padahal saya ga pernah skip double cleansing ya, jadi bukan karena saya ga melakukan deep cleansing pada malam hari. Agak bingung juga padahal sudah no alcohol dan no silicon yang memicu komedo (maybe datang dari parfumnya). Tapi, syukurnya ini ga berlangsung lama, sudah bisa teratasi, bahkan saya udah otw tube kedua (padahal belum sebulan). *hiyaaaa

BOROS🍂

Betapa sunscreen ini membuat saya lumayan amaze, termasuk hal ini. Apakah  di saya aja ya yang kerasa banget cepat habisnya? Tube pertama saya mula pakai tanggal 22 Mei. Tanggal 5 Juni saya sudah beli lagi yang kedua karena tube nya udah berasa ringan banget, mengeluarkannya pun sudah susah, pakai acara guncang-guncang dulu.

Belum habis sih, tapi saya ga yakin bisa tahan sepekan lagi. It means, 1 tube 50 ml saya habiskan dalam 3 pekan alias ga sampai sebulan T_T. Iya, saya selalu pakai sunscreen walau di rumah dan re-apply juga. Tapi ga nyangka aja akan secepat ini habisnya dooonk, huaaaaaaaa.😭

And don’t think that a gloomy winter day🌨️ or summer thunderstorms⛈️ are reasons to get lax about applying sunscreen indoors

(Robyn Gmyrek, MD. of Park View Laser Dermatology)

Translate: Dan jangan berpikir bahwa hari musim dingin yang mendung atau hujan badai di musim panas adalah alasan untuk tidak menerapkan sunscreen di dalam ruangan. (dr. Robyn Gmyrek, Park View Laser Dermatology)

Pros Cons

Setelah pemakaian 2 pekan saya bisa menyimpulkan bahwa kelebihan dan kekurangan sunscreen ini;

+ BPOM dan MUI certified

+ No paraben, no silicon, no whitecast

+ Adem, ringan, nyaman, sejuk di kulit

+ Lembab dan mencerahkan tanpa bikin kusam

+ Klaim SPF 45 dan PA++++

+ Tidak bikin breakout di kulit sensitif saya

– Ada fragrance di list terakhir, yang kulitnya super duper sensitif mungkin harus hati-hati

– Cepat habis. Mungkin nanti bisa diproduksi size besar biar lebih hemat

– Karena sediaan gel jadi akan susah dikeluarkan jika sudah hampir habis (nempel di dinding dalam tube)

Final Verdict

Buat klaim SPF dan PA serta kelembaban paripurna tanpa membuat “kumush-kumush” finish, Saya mau kasih rate 4,8 / 5 untuk sunscreen lokal ini. Alhamdulillah, setelah sekian lama akhirnya cocok juga dengan sunscreen lokal. 🥳

Sekian dulu ulasan saya kali ini. Gimana, gimana? Ada yang sudah nyoba sunscreen yang lagi hype ini? Sharing, yuk di komentar. See you next review, bye…………….

****

(Edit: 19 Oktober 2022)

Azarine cocok dipakai saat menghabiskan satu tube. Tidak ada breakout. Hanya saja masuk ke tube kedua muncul bruntusan. Aku pikir mungkin reaksi fragrance -nya, huhu. So aku udah lama gak pakai Azarine lagi. Masih mencari yang bebas fragrance dan finishnya sebagus Azarine. Adakah? Ada. Insya Allah

35 thoughts on “Review Azarine Sunscreen Gel SPF 45 PA++++”

  1. Aku pakai sunscreen ini mukaku langsung cerah seketika. Senangnya hati melihat. Mana adem banget lagi dipakai. Tapi ya itu kemasannya kebesaran kalau dibanding isi produknya

    Reply
  2. Wah kandungannya bikin aku pengen cobaa… karena aku suka banget sama sunscreen yang bikin muka super lembab….aku addict banget sama sunscreen soalnya 🙂
    tfs

    Reply
  3. Di tempat tinggalku cuacanya lagi panas tapi terus tiba-tiba menduuuung lalu hujan lamaa. Haha. Apapun musimnya pakai sunscreen mah hukumnu wajib ya. Keren banget Azarine sampai dapat rate 4.9 di Female Daily. Kalau baca reviewnya sih memang worth to try, ya. Produk lokal tapi kualitasnya nggak main-main. Kebayang ih lembapnya kulit wajah kalau pakai ini.

    Reply
  4. Enjoy banget bacanyaaa.. berasa nepok nepokin sunscreen ke muka sendiri, mupeng mau belii.. saya jarang make sunscreen, karena dulu pernah nyobain dan nggak sreg, jadi gak pernah beli beli lagi. Mau nyobain beli ini ah, biar skinkeran makin mantul, maksimal hihi..

    Reply
    • whitecast karena kandungan zinc dioxide dan titanium dioxide padahal secara studi klinis sebenarnya lebih aman sih Mba. Karena dia membentuk lapisan pelindung, ga masuk ke dalam kulit dan pembuluh darah seperti chemical sunscreen ini. Aku masih pantau sih soal regulasi FDA ini sampai mana hasilnya, kalau memang terbukti berbahaya aku bakal pindah ke mineral sunscreen walau dia whitecast

      Reply
  5. Keren juga ratingnya ya tinggi banget ternyata memang sebagus itu setelah dipakai melindungi kulit dari sinar matahari sekaligus melembabkan ya nggak bikin kulit breakout, kemasannya lucu banget siiih..

    Reply
  6. Ini di Bandung lagi adem ayem setiap pagi mataharinya malu-malu untuk menampakkan diri. Walau gak selalu hujan turun, tapi suasananya lumayan dingin.
    Apakah masih perlu pakai sunscreen?
    Aneh iih…sunscreen aku kan pakenya banyak (sepanjang 2 jari), tapi gak abis-abis. Abis ini pengen cobain Azarine Sunscreen Gel.

    Reply
  7. aku pakai suncreen selalu demi skincare paripurna sepanjang hari. makanya kudu pilih-piilih yang enak daan cocok buat muka. Belum pernah pakai azarine ini aku mak
    tapi ada aloe ini pasti bikin ademmm

    Reply
  8. Produk ini lagi naik daun ya, kemarein salah satu beauty blogger yang aku follow di IG juga merekomendasikan ini dan ini produk lokal ya, jadi penasaran sebagus apa sampe banyak yang review..

    Reply
  9. Untuk muka jangan coba2. Pilih skincare yg benar2 aman, halal, bpom dan sesuai kebutuhan kulit wajah. Belum pernah pakai yg ini sih mak..

    Reply
  10. Jarang loh sunscreen yang langsung berasa lembab tanpa sebelumnya pake toner dan moisturizer. Mungkin karena teksturnya ada gelnya kali ya.

    Reply
  11. Sunscreen ku ini msh byk,jrg kepake soalnye jrngg kluar rmh,,tp uda lwt dr 12bln sjk dibuka,pdhl tgl exp msh lama..hikss jd gak bs dipake lg dongg

    Reply

Leave a Comment