Assalamu’alaikum….

Hallo pembaca cantik!

Kali ini saya, for the first time after long time no reviewing skincare at all, akhirnya kembali mereview lagi produk perawatan wajah yang saya pakai *yeaay *angkat pompom.

Hei, kalian pecinta skincare, mana suaranyaa?!!๐Ÿ“ฃ

*ikutan acung tangan ๐Ÿ™ˆ

Saya termasuk yang skincare-addict, sekarang. Dulunya? ih jangan ditanya, nihil sodara sodara! Saya sudah pernah cerita di tulisan saya setahun lalu, tepat ketika memulai blog ini saya juga memulai lagi perawatan wajah dan badan mulai dari TK NOL KECIL.

Apa pasal?

Pasalnya dari hamil anak pertama sampai lahiran anak kedua saya ga melakukan perawatan wajah sama sekali (enggg…ada kali 3 tahunan).

Diawali dengan bawaan hamil waktu itu, saya tetiba jadi ANTI banget pegang krim wajah dan body lotion, dilalah malah keterusan sampai anak pertama punya adek.

Hrrr, can u imagine my looking without skincare at all? Kusam, dekil, pori-pori besar, kulit kering kerontang, gersang, uhlalala…. the perfect combination can make u illfeel, hahahah.

Absen selama 3 tahun dari merawat diri itulah yang kemudian menjadikan saya seorang skincare-addict sekarang. Ga juga sih kalo sampai skincare 10 steps macam perempuan Korea, yang penting sudah mencakup semua yang wajib dibutuhkan kulit.

Ok, cukup sekian curahan hati saya yak. Kita akan lanjutkan dengan review skincare yang HQQ, sebenar-benarnya review.

Saya memulai perawatan wajah tepat setahun lalu ketika saya ingin mengakhiri masa-masa depresi post partum. Dimulai dengan mengkonsumsi vitamin E, minyak ikan, dan glutaskin untuk nge-boost kesehatan kulit dari dalam. Selanjutnya saya pakai krim yang kaya akan herbal dari Gizi Super Cream. Ok, reviewnya bisa kalian baca juga kalo mau.

Baca juga :

1. Proyek Inner Skincare 1

2. Proyek Inner Skincare 2

3. Review Gizi Super Cream

Pakai Gizi sebenarnya cocok cocok aja, tapi karena saya sudah menjelang kepala 3 dan saya punya sejarah kelam dalam masalah perawatan, jadi saya merasa harus pakai ekstra skincare untuk melawan penuaan dini akibat kelalaian super parah saya beberapa tahun lalu.

โœจReview Lengkap Paket Zalfa Flawless Bright โœจ

Kenapa (Harus) Zalfa

Iya, kenapa coba?

Hmm, pertama, saya udah punya prinsip kalo skincare dan make up saya harus ada nomor BPOM dan terdaftar di MUI. Dan Zalfa punya itu semua.

Kedua, saya kenal ownernya (sok kenal sih tepatnya), waktu kuliah dulu saya pernah jualan krim wajah yang diklaim dari susu kambing dan teteh ownernya dulu adalah agennya, jadi dengan bekal sok kenal itu jadi saya bisa tanya ini itu dengan pemilik Zalfa ini. Dan beberapa teman kuliah juga sekarang jadi distributornya, yess… Makin gampang kan kalo mau order (tapi sumvah ini beli, ga gratis).

Ketiga, testimoninya bagus bagus sih, saya kan jadi penasaran. Dicoba deh selama 3 bulan ini. Hasilnya?? Baca sampai selesai yah, please….

Kenapa (Harus) Zalfa Flawless Bright

Iya, kenapa coba? (2)

Karena Zalfa mengklaim krim Flawless Bright ini dapat;

1. Mengatasi flek hitam pada wajah

2. Membantu memudarkan noda bekas jerawat

3. Mencerahkan wajah yang kusam

4. Mengurangi kerutan

Klaimnya ga banyak, tapi bagi saya ini sungguh sangat diperlukan. To be honest, di umur menjelang 30 semua masalah di atas ada di wajah ini. Saya pernah punya jerawat dan bekasnya di mana-mana, wajah saya kusam karena pernah abai merawat wajah, dan saya merasa sudah muncul kerutan di area mata๐Ÿ˜ญ. Mungkin flek hitam aja yang ga, ga sedikit maksudnya. Flek hitam karena membiarkan wajah disengat matahari tanpa perlindungan bedak sekalipun.

Salah saya sendiri sih, kulit dibiarkan ga diberi nutrisi, sehat darimana coba??? Belum lagi kena paparan sinar matahari, radiasi gadget, polusi, sunburn, aawww…. ๐Ÿ™ˆ. Bener-bener tindakan yang penuh dosa, mendzolimi wajah sendiri, hiks.

FYI, flek biasanya disebabkan oleh produksi melanin pada lapisan epidermis karena seringnya kulit terpapar sinar matahari, bisa juga karena faktor hormonal seperti penggunaan KB hormon dan stress.

Jadi, bagi kalian yang sekarang pakai KB hormonal ada baiknya pakai skincare anti aging macam ni juga ya, supaya flek hitam efek jangka panjang dari KB hormonal bisa diminimalisir.

Kandungan Bahan Zalfa Flawless Bright

Paket Zalfa Flawless Bright terdiri dari 1 krim siang, 1 krim malam dan 1 facial wash. Untuk facial washnya sudah lebih dulu saya rilis reviewnya, saat itu saya masih pakai krim Gizi. Kenapa beli facial wash Zalfa? Karena krimnya belum ada facial washnya waktu itu jadilah saya hunting merk yang busa sabunnya ga banyak. Kenapa? Baca review lengkapnya ya….

Baca juga: Review Zalfa Facial Wash

Ok, sekarang kita ke krimnya yuk.ย Dengan klaim seperti itu, apa sih bahan-bahan yang terkandung di dalamnya?

Bahan-bahan krim siang seri Flawless dibuat sama dengan seri Lightening dan Acnenya, dengan komponen utamanya adalah SPF-30. Dilengkapi pula dengan vitamin E untuk nutrisi peremajaan kulit. Praktis kan?

Selain praktis, yang saya demen dari Zalfa adalah krim siang yang ternyata ber-SPF ini cocok nian di wajah saya. Karena berdasarkan pengalaman sebelumnya muka saya kalo dipakaikan SPF malah jadinya kusam dan ga banget. Tapi pas pake day cream Zalfa ternyata ga kusam dink, malah lembab, alhamdulillaah, saya suka saya sukaaa. Padahal udah su’dzon aja awalnya ๐Ÿ™ˆ.

Warna dan tekstur krim. Day and nigt sami mawon

Nah, yang membedakan secara khusus adalah pada krim malam setiap serinya. Khusus untuk kandungan krim malam Flawless Bright bisa kalian lihat di kemasannya.

Ingredients of night cream

See,

Pada krim malamnya terdapat banyak ekstrak herbal, mulai dari lidah buaya, kedelai, bunga daisy, bunga magnolia, dkk. Zat anti agingnya semua pada ngumpul di sini yah. Jelas, sebab pada saat malam regenerasi kulit mencapai puncaknya dan akan semakin efektif bekerja jika dibantu dengan nutrisi, salah satunya dengan krim malam. Jadi, jangan malas pakai krim ya, mak! (ngomong sama cermin).

Dipakai Bumil Busui, Yay or Nay?

Apa sih yang bikin dokter melarang penggunaan skincare pada bumil (kadang juga busui)? Ooh, ternyata kandungan zat kimia dalam skincare itu yang dihindari karena takutnya masuk ke dalam aliran darah dan berdampak pada janin.

Mercury dan hidroquinon jelas dilarang bahkan jika perempuan itu tidak hamil sekalipun. Adalagi loh ternyata zat kimia pada skincare yang penggunaannya dibolehkan secara umum tapi pengecualian untuk bumil, yaitu Retinoid, turunan dari vitamin A yang biasanya terkandung dalam skincare anti aging. Kelebihan vitamin A pada saat hamil menyebabkan cacat pada janin.

Menjadi bumil terkadang membuat kita semakin cantik, istilahnya adalah “glowing pregnant”, dan bisa jua sebaliknya menjadi semakin kusam. Katanya sih pengaruh hormon ya. Kalo yang jadi glowing sih ga masalah, kalo yang malah jadi kusam ini gimana? Sudah kusam ga dirawat pula (karena takut kenapa-kenapa), combo extra banget ini dah.

Zalfa seakan memahami kegalauan mahmud-mahmud kece yang ingin tetap merawat wajah tapi khawatir sana sini. Yap, bahan-bahan yang dipakai dalam peracikanpun adalah bahan-bahan yang aman digunakan untuk bumil sekalipun. Di seri anti agingnya, Zalfa tidak memakai Retinoid atau turunan vitamin A lainnya seperti Retinol, tapi menggunakan daisy flower dan sari kedelai sebagai zat aktif anti agingnya. Untuk pencerahnya Zalfa menggunakan lidah buaya dan licorice. Duh, lidah buaya ini pokoknya di saya emang cocok banget. Laafff….

Kandungan herbal penyusun Zalfa Flawless Bright

Hmm, saya jadi ingat cerita si teteh ownernya yang dia tulis di status Facebooknya, tentang alasan dibalik terciptanya skincare Zalfa ini. Sedih sih bacanya. Jadi, si teteh membuat Zalfa ini untuk membayar “dosa-dosanya” zaman dulu saat dia menjadi agen krim yang diklaim dari susu kambing. Ya, ya, ya, yang saya pernah ikut jualan krim itu. Nah, saat masih berjualan itu si teteh sudah dapat keluhan-keluhan dari pelanggan. Bukan, bukan keluhan karena wajahnya tidak putih, tapi keluhan yang lain, tentang janin yang selalu keguguran, tentang bayi yang dilahirkan cacat, tentang anak yang terkena autis, dan semacamnya.

Long story short si teteh pun nge-cek krim yang dia jual, dan ah….penyesalan tinggal penyesalan, krim yang diklaim produsen dari susu kambing itu hanya bualan, yang dia temukan justru kadar mercury yang tinggi, jauh di atas ambang yang dibolehkan. Sejak saat itu hingga kini, teteh berusaha membuat skincare yang ramah bagi semuanya tak terkecuali bumil dan busui. Termasuk penggunaan pengawet jenis paraben dan keluarganya yang mulai dikurangi hingga sekarang (info terbaru bahkan tidak pakai sama sekali untuk produk terbaru).

After 3 Months Later…

Ok, jadi ini ceritanya adalah review saya untuk 3 bulan pemakaian krim ini. Sebenarnya kalo kalian rajin kalian akan menghabiskan sepaket krim ini dalam waktu 1 – 2 bulan, tapi jika kalian punya sifat pamalasan seperti saya yaa siap-siap deh 3 bulan deh baru habis.

Eh, jangan senang dulu karena dikira ngirit. Justru sebenarnya saya khawatir kalo kelamaan baru habis malah peluang kontaminasi bakterinya besar, kan krimnya dicolek-colek pakai tangan tuh terus kena udara bebas, wajar donk pasti ada bakteri yang ikutan nimbrung. Jadi, habiskan dalam waktu 1-2 bulan aja ya, atau kalo lelet selelet-leletnya 3 bulan. Kalo kalian merasa ada perubahan warna krim atau ga ada reaksi di wajah lagi, fix krim kamu sudah terkontaminasi.

3 bulan pemakaian gimana hasilnya? Saya sendiri suka sama hasilnya, memang ga bikin putih banget sih, tapi warna kulit wajah sama leher udah sama saya rasa udah cukup koq๐Ÿ˜. Terus juga rasanya kulit jadi lebih kalem deh, pori-porinya jadi malu-malu gitu. Kerutan gimana kerutan? Kerutan sih masih ada, tapi udah berkurang. Eh kerutan apa garis senyum ya, jujur saya bingung bedakannya, hihi. Pokoknya mah lumayan lah hasilnya.

Apa?? No pict = hoax?? ๐Ÿ˜’

Setelah 3 bulan

Dengan krim + bedak

Ini saya take fotonya malam hari supaya sumber cahayanya bisa dikontrol sama, karena sama-sama cuma mengandalkan cahaya lampu, kalo siang kan ada pengaruh sinar matahari yang kadang cerah kadang redup. Jadi pasti ngaruh ke hasilnya. Gitu sih kata suami๐Ÿ˜„. Terus, kerudung juga sama before afternya untuk menepiskan pengaruh warna kerudung ke foto akhir. Yah, anggap aja sumber cahaya dan kerudung adalah variabel terkontrol, harus sama pada saat sebelum dan sesudah hasil. Yaak, dibuat ala ala eksperimen di lab gitu sama si emak, hahaha. Dan juga, ini ga pakai kamera percantik ya, bener-bener hasil asli tanpa edit atau filter secuil pun (kalo difilter mah dah muluuss kali afternya).

Hasilnya gimana? Kalian bisa lihat kerutan sekitar mata saya lumayan berkurang. Pori-pori juga lebih kalem dibuatnya. Bekas jerawat pudar. Agak cerahan juga sedikit, hehe. Flek karena sunburn juga mulai punah, hahaha dino kali punah. Warna kulit juga merata, ya kan ya kan?? Saya suka lah hasilnya, alhamdulillah. Lumayan buat yang ga rajin perawatan kayak sayah ๐Ÿ˜†.

Bikin Purging Ga?

Purging apaan ya?

Purging adalah istilah yang digunakan untuk reaksi pada wajah saat memakai skincare yang baru untuk pertama kali. Purging biasanya dikarenakan kulit sedang beradaptasi dengam bahan-bahan penyusun skincare itu. Biasanya purging ditandai dengan jerawat dan kemerahan pada wajah.

Bukan, bukan ga cocok. Ini hanya bentuk penyesuaian terhadap zat-zat baru karena sebelumnya kita pakai skincare yang berbeda. Kalo purging, jerawat akan muncul 1 – 2 pekan pertama saja. Nah, kalo ga cocok (atau istilahnya breakout) jerawatnya bakal sampai 8 pekan lamanya ga sembuh-sembuh. Saya baca di Journal Beauty by Sociolla begitu, iya jadi seperti ituh. Jadi, sudah tau kan bedanya adaptasi skincare (purging) dan ga cocok skincare (breakout)?

Kalo Zalfa gimana? Nah, untuk Zalfa saya sendiri kemaren mengistirahatkan wajah dulu dari skincare sebelumnya, kurang lebih 5 hari. Padahal saya mah makenya cuma Gizi Temulawak, herbal banget lah bisa dibilang, tapi tetap harus dijeda pemakaiannya, supaya nanti ga purging-purging amat. Tapi, akhirnya tetep sih purging, hehe. Ada beberapa jerawat yang nongol, 4 atau 5 gitu tapi cepat banget sembuhnya. Terus ada ruam-ruam merah juga di daerah bibir. Itu berlangsung sekitar 2 pekan. Setelah itu bebas deh. Alhamdulillah mah cocok ๐Ÿค—.

Oya, selama perawatan 3 bulan dengan Neng Zalfa ini dibantu dengan serum dan masker gold ya. Kalo hanya mengandalkan krim saya kurang tau. Karena memang serum itu kudu juga sih, karena partikelnya lebih kecil jadi lebih meresap sampai ke lapisan terdalam kulit. Kalo krim ga sejauh itu. Untuk serumnya saya akan ulas di lain tulisan yah. Karena ini sungguh sudah sangat panjang.

Baca juga: Review Serum Anti Aging Zalfa

Yaaak…. judulnya aja Review Lengkap jadi maklumin yah isinya lengkap banget… Lengkap sama curcolnya maksudnya ๐Ÿ˜‚.

Oya, ini saya belinya di distributor Zalfa wilayah Kalsel. Harga sepaket krim ini dibandrol 200k rupiah. Lebih mahal sedikit dibanding saudaranya, seri Lightening dan Acne.

Gimana, tertarik mau coba juga hei mahmud mahmud kece??

Kalo mau beli bisa kepoin instagramnya Bella Ummu Fathiyya, distributor Zalfa di Banjarmasin.

Ok, fellas para skincare-addict sekian ulasan saya tentang skincare Zalfa Flawless Bright kali ini. Semoga bermanfaat ya ๐Ÿค—

Dislcaimer: ini adalah honest review dan bukan sponsored post. Hasil mungkin akan berbeda setiap orang tergantung pada jenis kulit.


Latifika Sumanti

Mom of two, long life learner. Part time blogger, full time mother. Beauty, health, and parenting enthusiast

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *