Assalamu’alaikum….

Saya mau cerita dulu ya sedikit. Jadi, mulai Maret 2018 kemarin saya kebingungan dengan muka sendiri. Pasalnya sepulang dari liburan ke Malang, saya mendapati kulit wajah menjadi kering, malah sekitar mata itu macam bersisik dan yang pastinya gatal. Mau ga mau kan digaruk, tapi ternyata malah makin parah, jadi iritasi dan ada sedikit perlukaan dan timbul……….flek hitam tipis πŸ’”.

Dari situ saya mulai curiga penuh kalo tipe kulit saya berubah, dulunya berminyak dengan masalah acne prone-nya, dan sekarang mulai menuju kering. Iya, kering banget malah.

Huhuhu, ternyata tipe kulit kering itu gitu ya, hiks πŸ’”.

Jah, sedih ya mukanya kering? Sama donk😒

Mendefinisikan Ulang Skintype 

Saya yang dulunya dengan wajah kaya kilang minyak, jerawat di sana-sini (kawahnya apalagi), sekarang justru mengalami defisit minyak? Mungkinkah?

Di situ lah saya merasa harus mendefinsikan ulang skintype saya.

Setelah saya bertafakur (((tafakur))) , memikirkan kenapa hal itu bisa terjadi, akhirnya saya bisa menyimpulkan bahwa berubahnya skintype itu adalah sebuah hal yang mungkin sekali terjadi. Dan khusus tulisan kali ini saya ingin membahas sebab-sebab kulit berubah tipe dari oily to dry, yakni sebagai berikut;

1. Kemungkinan besar karena faktor hormon dan usia. Banyak teman yang usianya 30 tahun ke atas merasakan perubahan pada wajahnya yang juga berubah menjadi kering padahal dulunya berminyak.

Tapi saya 30 tahun saja belum genap, kenapa saya sedini ini mengalaminya? Poin di bawah ini menjadi pemicunya.

2. Saya abai perawatan wajah, bahkan selama 4 tahun menikah saya bisa menghabiskan 1 paket krim untuk setahun. Emejing….

3. Saya baru kenal sunscreen umur 28 tahun dan terbiasa keluar rumah dengan bare face, bahkan ga pakai pupur sekalipun! Emejing (2)……

4. Terlalu sering begadang, bikin hormon kortisol naik dan bioritme kacau. Sel-sel tubuh jelas banyak yang tidak sehat, terutama yang kelihatan banget adalah sel kulit.

(Hmmm… Ada yang samaan? Kebingungan dengan kondisi kulit sendiri?)

Pencarian “jati diri” skintype saya ga berakhir dengan kesimpulan saya sendiri. Yah, aku mah apa atuh, beauty blogger bukan, cuma serpihan kapas bekas milk cleanser yang baru dipakai ngelap wajah.

Karena ga cukup yakin “apakah kulit benar-benar bisa berubah jenisnya”, saya pun bertanya dengan seorang teman beauty blogger FBB dan juga searching sana-sini. Dan akhirnya saya dapatkan informasi tentang kulit kering. Ini saya kutip dari situs alodokter.com, kalian bisa baca juga.

Jenis kulit wajah kering kurang memiliki kelembapan di lapisan kulit terluar. Hal ini mengakibatkan retakan pada permukaan kulit, serta akan terasa kering ketika disentuh. Kulit jenis ini juga lebih mudah memerah, gatal, bersisik, dan meradang. Kulit wajah kering bisa disebabkan atau diperburuk oleh faktor genetik, penuaan, perubahan hormon, cuaca dingin, sinar matahari, radiasi ultraviolet, mandi air panas terlalu lama, atau bahan yang terkandung dalam produk sabun, kosmetik, pembersih, hingga obat-obatan.

Ciri-cirinya semua ada di kulit wajah saya. Ok, fix…. Sampai sini saya kayanya sudah berhasil mendefinisikan ulang skintype saya, yaitu kulit (menjadi) kering.

Btw, kulit kering memang terkenal jenis kulit yang ga mudah jerawatan, tapi kabar buruknya jenis kulit ini adalah yang paling cepat bertemu dengan tanda-tanda penuaan 😿.

My Daily Skincare Routine Now

Jadi setelah meraba-raba perubahan jenis kulit akhirnya saya mengubah beberapa skincare saya agar sesuai dengan definisi baru skintype saya.

Berikut ini akan saya urutkan dengan membaginya antara skincare siang dan skincare malam ya….

πŸŒ… Skincare siang

1. Dimulai dari subuh, cuci muka dengan facial wash sekalian take wudhu buat sholat. Facial wash nya saya pakai dari Zalfa udah lebih setahun ini, cocok banget karena busanya minimalis dan ga bikin komedoan dan kusam. Iya, saya sering ga cocok sama yang busanya berlebih karena biasanya bakal muncul komedo dan wajah malah kusam.

Lebih lengkapnya saya pernah nulis di sini ya >> Review Facial Wash Zalfa

2. Sebelum mandi biasanya males ngoles krim apa-apa kan ya, belum cantik gini.  Tapi kulit rasanya kering. Gimana donk? Gampang….semprot aja muka pakai face mist, dijamin seger dan lembab! Saya juga baru sebulan ini mempraktekkan dan saya pilih untuk diy face mist karena makainya lumayan boros.

Haloo, yang penasaran pengen nyoba bikin sendiri bisa klik tulisan saya ya >> DIY Face Mist untuk Kulit Kering. Segar dan Lembab Seharian!

    Pantes temen ada yang crazy in love sama face mist, ternyata……seger banget! 

    Setelah mandi pagi baru deh saya mulai touch-up skincare.

    Biasanya kalo subuhnya sudah cuci muka pakai sabun, pas mandi pagi saya ga lagi melakukan itu lagi karena terlalu sering cuci muka bikin kulit terkikis kelembaban alaminya, walhasil malah bikin muka tambah kering.

    Jadi?

    Lanjut no. 3

    3. Jadi, pagi hari itu biasanya skincare pertama adalah; milk cleanser. Saya pakai dari Viva, merk legend yang kemasannya gitu-gitu aja mulai saya piyik. Saya pakainya yang varian Spirulina, belum begitu lama, baru sekitar 1 bulanan ini. Sebelumnya pakai yang Lemon, hasilnya cerah seketika begitu wajah dibersihkan, tapi ya masalah wajah kering tetap ga bisa teratasi, malah justru tambah kering. Naah, ketika saya ganti yang varian Spirulina lumayan banget di wajah.

    4. Setelah itu lanjut tonernya, toner Spirulina, aplikasikan dengan menggunakan kapas ya. Harganya mumer bingit, sepasang ini cuma 16.000 dengan isi masing-masing 100 mL.

    5. Setelah toner meresap lanjut serum. Apa itu serum, fungsi, dan merk apa yang saya pakai sudah pernah ditulis reviewnya ya.

    Baca juga: serum anti aging Zalfa

    6. Setelah serum meresap lanjutkan dengan krim pelembab untuk wajah dan eye cream untuk kulit sekitar mata.

    Maaf yaa, mamak belum ada nulis review eye cream Viva. Tapi kalo krim pelembabnya sudah pernah.

    Baca juga: Review lengkap Zalfa Flawless Bright

    7. Setelah krim pelembab lanjut ke sunscreen, the most skincare-you-must-have. Kenapa harus banget? Saya sudah pernah bahas panjang lebuar di 2 tulisan saya sebelumnya ya. Monggo pinarak….

    Baca juga: Review Sunscreen Parasol Cream dan Lotion; karena premature-aging itu nyata.

    8. And last but not least, biasanya saya pakai face mist lagi, karena ditimpa krim dan krim lagi itu rada bikin gerah muka kan ya, jadi dikasih face mist aja lah supaya segeran. Semprotnya jangan dekat-dekat dan jangan kebanyakan juga yang sampai tes netes, nanti percuma donk skincare lapis nyaaah πŸ˜‚.

    And the layers are finish until here for me….

    Dah, gitu aja

     (((aja))))

    Prinsip saya kalo di rumah memang menghindari pemakaian make-up kecuali “diperlukan”, misal ada suami gitu *uhukk. Kenapa? karena untuk memberikan kesempatan kulit wajah bernafas lega. Tau kan ya kalo udah ketimpa foundie itu berarti menutup pori-pori kulit makanya kalo kelamaan make fondie muka jadi rawan komedoan dan hidung landak.

    Jadi, saat di rumah itu maksimalkan di perawatan wajah aja menurut saya.

    Ok, lanjut

    πŸŒƒ Skincare Malam

    1. Bersihkan wajah dengan double cleanser; facial wash dan milk cleanser. Kenapa harus double? Karena siangnya kita pakai sunscreen (dan apalagi ber-makeup). Sisa sunscreen (dan fondie) yang tidak terbersihkan dengan baik akan menyumbat pori-pori dan rawan menyebabkan jerawat.

    2. Lanjutkan dengan layer yang sama dengan skincare pagi kecuali sunscreen. Jadi urutannya; toner > serum > krim pelembab > eye cream > face mist (kalo perlu)

    Setelah ritual selesai, tinggal bobo cantik deh (kalo ditowel suami beda ceritanya ya *eaaa)

    πŸ’• Other Skincare

    Selain skincare harian, saya juga menambahkan beberapa skincare yang dipakai secara tidak rutin, tergantung kondisi wajah. Here they are….

    1. Peeling dan masker
    Selain menutrisi kulit dengan skincare chemical, kita juga tidak boleh lupa kalo sel kulit kita ini selalu beregenerasi. Akan selalu ada sel kulit mati yang jika tidak terangkat dengan baik akan menyebabkan kulit kusam dan komedo. Nah, si peeling ini yang membantu kulit kita untuk mengelupaskan sel-sel nya yang sudah mati. Untuk kulit kering ga perlu sering-sering peeling ya, cukup 1x dalam 1-2 pekan aja.

    Skincare mamak ga jauh-jauh dari yang harganya murce

    Kalo peeling dan masker saya biasa pakai ini. Murah dan hasilnya ok banget. Cocok buat mamak-mamak yang kebanyakan anggaran belanja tapi tetap mau merawat diriπŸ˜….

    2. VCO
    Alias minyak kelapa murni. Aiihh, diapakan minyak? Diminum lah, glek glek glek πŸ˜†. Minum VCO membantu merawat kulit dari dalam, meremajakan sel-sel kulit dan juga melembabkan. Kalo saya bilang ini sih inner skincare penolong saat wajah tiba-tiba kusam dan kering padahal perawatan sudah maksimal.

    VCO nya besar, ukuran 1L. Menghabiskannya agak tricky, karena ini eneg banget *ya eyalah minyaak diminum πŸ˜…

    3. Eye serum
    Daerah kulit sekitar mata punya treatment sendiri loh. Di atas saya sudah nulis salah satu step skincare saya adalah eye cream. Nah, kalo eye serum ini dipakai saat kulit sekitar mata udah ga tertolong lagi keringnya, karena seperti yang pernah saya bilang di review sebelumnya kalo pakai eye serum ini macam oase di tengah gurun. Segerr banget.

    Baca juga: Review Eye Pads Collagen Vienna. 

    ***

    To sum up, saya pengen bikin ringkasannya supaya kalian bisa ambil benang merahnya.

    Jadi, untuk skincare pagi dan siang ala mamak yang punya kulit kering,
    Facial wash > milk cleanser > toner > serum > krim pelembab wajah dan mata > sunscreen > face mist

    Dan untuk malam,
    Double cleanser (milk cleanser then facial wash)  > toner > serum > krim wajah dan mata > face mist (boleh skip)

    Jangan dibayangkan saya melakukan itu semua setiap hari, saya sama koq dengan mamak-mamak hectic di dunia, kadang kelupaan skincare terutama malam karena ketiduran setelah seharian berjibaku dengan banyak urusan. Hanya, saya selalu mengusahakan untuk melakukan step-step seperti yang sudah saya tuliskan di atas karena sekali lagi, punya kulit kering itu GA ENAK, dan itu yang memaksa saya untuk berusaha rutin ber-skincare.

    Ok, I think it’s enough. Ketemu sama skincare yang cocok di wajah itu memang membahagiakan ya. Alhamdulillah. Apakah skincare ini akan selamanya? Ga menutup kemungkinan ada perubahan karena bisa jadi wajah mengalami kejenuhan dan akibatnya ga ngefek sama sekali. Tapi untuk sementara ini saya udah klop banget lah sama mereka. Laff so much.


    12 Komentar

    Lisa Lim · April 11, 2019 pada 7:28 pm

    Mantap mba fika skincarenya hehe eh yg di towel suami tadi apaan ya wkwkwk

    umi diwanti · April 11, 2019 pada 7:28 pm

    Masya Allah ikhtiarnya maksimalis bnr nih Mba Fika. Ulun kada rajinan lalu. Cuci muka aja kadang kelewat kalau mata sudah kada kuat. Wkwkkk

    Aswinda Utari · April 11, 2019 pada 7:28 pm

    Ak tipe emak yg plg takut2 sbnrnua fik klo dgr kata2 skincare inilah itulah.. Scara, kulit ak it udah tipis duluan. Tipis banget sjk kecil. It sih problem utama. Kalo tipe kulitnya normal. Krn it ak beraninya cm pke double-triple cleansing, masker seminggu sekali, n pake pelembab n sunscreen. Bagi aku yg wajib it pake BB cream kalo keluar. Krn kulitku tipis parah. Haha. Tp baca ini kyknya semua skincare oke ya. Ga ad yg mengandung retinol dll yg bikin emak takut kulit makin menipis. Hihi

    Mia · April 11, 2019 pada 7:28 pm

    wah…aku nggak kuat dengan perawatan seperti itu hehe. paling cuci muka dengan washing foam, maskeran kl lagi kangen wkwkwk

    GORESANKU · April 11, 2019 pada 7:28 pm

    ya ampun rajin banar lah pian perawatan.pengen nyontek tapi belum bisa.sekedar cita2 aja dr dulu…kd apa2,yang penting ada niat dl hehehe..tks inspirasinya

    Rindang Yuliani · April 11, 2019 pada 7:28 pm

    Padahal mau ngeklik DIY face mistnya. Eh, belum bisa dibuka. Hehe. Skincare routine kita hampir mirip Mbak Fika. Termasuk yang simpel dengan produk2 terjangkau. Toss dulu ah!

    Antung apriana · April 11, 2019 pada 7:28 pm

    Wiih fika ternyata rajin perawatannya. Aku kalau malam seringnya malah bablas teguring nggak makai apa-apa. Heu

    Rima Angel · April 11, 2019 pada 7:28 pm

    Aku kulitnya berminyak, berjerawat dan sensitif tapi dibalik muka minyakan aku ada kulit kering karena kulit aaku dehidrasi. Ribet banget jadinya cari skincare, memang harus trial error sendiri ya soal skincare.
    Face mist emang yg terbaik karena seger. hehe

    Rizky Ashyanita · April 11, 2019 pada 7:28 pm

    Aku sedih banget ketika orang lain cocok sama Viva ku tidak cocok dan malah beruntusan huhu

    Nah, aku dulu juga pake parosol buat sunscreennya kak, tapi katanya dia itu keras gak bagus kalo dipake terus menerus πŸ˜€

    Zulaeha · April 11, 2019 pada 7:28 pm

    Aku jadi pengen bikin face mist juga kaya Mba Fika. Kayanya enak ya. Kulitku juga busik parah habis balik Malang soalnya Mba :')

    Habis baca ini jadi pengen lebih telaten lagi ngurus muka, semangat!

    Fatimah Aqila · April 11, 2019 pada 7:28 pm

    Skincare ku masih serum dan cream night/cream day doang nih. Belum serajin ituuu sampai banyak stepnya hahaha.

    Nanti deh aku coba step ini yak hahahha

    Nike Dwiyanti · April 11, 2019 pada 7:29 pm

    Skin type saya awalnya oily acne prone, terus minggu lalu kebanyakan minum kopi 4 hari ngopi mulu >.< pipi saya langsung kering, gatel-gatel dan berasa banget ada kulit ngelupas πŸ™ ga enak banget deh. Setelah nonton Skin Care 101 dari Female Daily Network ternyata kulit saya lagi dehidrasi, salah satu penyebabnya karena kebanyakan kafein mbak.

    Terus saya stop ngopi dulu sama istirahat pake facial wash yang khusus jerawat, pake Cetaphil dulu sementara. Alhamdulillah getting better lagiiii ^^

    Udah paling pusing deh kalo kulit wajah tiba-tiba cari perhatian nih

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *