Artikel kali ini saya ingin berbagi tentang cara menaikkan Domain Authority yang didapat saat ikut kelas SEO. Setelah berbulan-bulan lamanya Domain Authority (DA) statis di angka 5 akhirnya DA blog bayi ini berpindah posisi dalam waktu sebulan. Naik 2 angka. Ga banyak memang tapi gini aja sudah bikin hati girang.

Apa Itu Domain Authority?

Domain Authority atau disingkat DA sudah jamak diketahui terutama oleh para blogger. Saya rasa tidak perlu lagi dibahas pengertian DA di sini karena sudah banyak website para master yang membahasnya.

Hmmm, tapi baiklah baiklah…….. karena ini judulnya Cara Meningkatkan Domain Authority dalam Sebulan untuk Pemula jadi akan saya jelaskan pengertian DA terlebih dulu. 

Secara per kata DA atau Domain Authority bisa dijelaskan sebagai kekuatan sebuah domain di mata mesin pencari. Faktor kekuatan ini bisa dari;

1. Usia domain, semakin lama semakin tinggi

2. Popularitas domain, semakin banyak inbound link dari luar masuk ke dalam website kita semakin popular di mata mesin pencari. Namun harus diingat bahwa link yang dibangun adalah link yang berkualitas dan bukan spam (akan dijelaskan pada porsi SEO Off-Page di bawah)

3. Kualitas konten, semakin bagus dan bermanfaat konten yang dibuat semakin website tersebut dilirik oleh search engine.

 DA menjadi sesuatu yang spesial untuk dipahami dan diperjuangkan selayaknya jodoh yang tak kunjung datang untuk menetap  karena DA yang tinggi dianggap penanda kualitas sebuah blog atau website. Terlebih DA menjadi sesuatu yang penting sekali saat blogger memutuskan untuk monetize alias menghasilkan uang.

Dengan kata lain, DA tinggi = makin banyak job.

Tapi, tidak semudah itu, Fergusoh!

Sayangnya ngeblog zaman sekarang sudah berbeda dengan 3-5 tahun yang lalu. Saat itu skor DA masih mudah didapatkan. Kala itu, dalam setahun DA blog nyubi bisa saja sampai di angka 15. Zaman now? Sungguh tidak bisa semudah itu, terlebih setelah Moz mengubah algoritmanya. Setahun bisa naik 7 aja pengen bikin tumpeng sujud syukur.

Tapi, berbeda dengan para mastah. Menaikkan DA bagi mereka seperti menjentikkan ujung jari. Dalam sebulan blog nyubi yang mereka pegang bisa naik sampai 10.

Emejing…..

Dan beruntungnya saya menjadi 1 dari 30 murid para master itu, Coach Irwin dan Coach Punto Wicaksono (Mas PW). Beruntungnya lagi kelas ini diadakan gratisssss. Terhuraaa. Mimpi apa aku tadi malam, Maaak!

Alhamdulilah rezeki anak sholeh berkah Ramadhan.

(Padahal mah aslinya masuk karena DA kecil, wkwkwkwk)

Jadi, apa sajakah cara menaikkan Domain Authority yang diajarkan oleh Coach tersebut? Simak sampai habis ya.

3 Cara Menaikkan Domain Authority 

Sebenarnya setiap peserta punya versi masing-masing, ada yang 3, 5, 7, hehe. Intinya sih sama aja cuma mungkin beda sudut pandang.

1. Pastikan sudah terpasang Google Analytics dan Google Search Console

Cara menaikkan domain authority

Google Analytic (kiri) dan Google Search Console (kanan).

 

Google Analytics (GA) tentu sudah familiar ya kan. Google Analytics dipakai untuk memantau traffic pada blog kita. Biasanya juga para klien selalu meminta traffic versi GA dibanding versi dasbor blog kita sendiri. Alasannya mudah: traffic GA lebih valid.

Jadi, saya anggap kawan-kawan blogger sudah paham ya. 

Lalu, bagaimana dengan Google Search Console (GSC)?

Tidak seperti GA,  GSC ini saya rasa masih banyak blogger yang awam, termasuk saya. Sebelum masuk kelas ini saya memang sudah mendaftarkan domain saya ke Google Search Console.

Tapi, apa fungsi GSC lebih lanjut masih belum ngerti-ngerti banget. Nah, alhamdulillah setelah ikut kelas ini saya yang tadinya awkward jadi mulai terbiasa memakainya. Apa saja fitur-fitur yang sering kami gunakan?

1. Kinerja, berisi laporan total kliktotal tayangan web, CTR Rata-rata, dan Posisi Rata-rata.  Kalian bisa mengecek seberapa sering orang meng-klik artikel kita dan seberapa banyak artikel-artikel yang sudah dipublish bergentayangan di mesin pencari (((bergentayangan))).

2. Inspeksi URL, berfungsi untuk mengecek apakah artikel yang sudah dipublish sudah terindeks Google atau belum. Walaupun ketika kita sudah mendaftarkan domain kita pada GSC, tetap saja melakukan inspeksi URL artikel terbaru penting agar bot Google segera meng-crawl artikel tersebut. Semakin cepat di-crawl, semakin cepat menuju pertamax, eh page one maksudnya.

3. Penghapusan, berfungsi untuk menghapus URL yang ingin kita hapus dari peredaran.

4. Tautan, berisi daftar link internal, link eksternal, situs tertaut teratas, dan teks tertaut teratas. Mirip-mirip sama laporan di Moz.

Ok, lanjut ke “daging” ya. Jangan lupa sambil seruput kopi pahit biar kepala ga sakit karena materinya bikin puyeng selangit (apalagi kalau kalian sama-sama nyubi kayak saya, wkwkwk).

Baca juga:Suka Duka Amatir ber-WordPress

2. Menerapkan SEO On Page untuk menaikkan Domain Authority

SEO On Page atau Search Engine Optimization On Page artinya optimasi website terhadap mesin pencari yang diterapkan dari dalam website itu sendiri.

Simply said, intinya tentang: ngubek-ngubek isi blog sendiri

Setidaknya ada 12 checklist yang bisa kita terapkan saat membuat artikel baru atau merevisi artikel lama. Apa saja itu? 

a. Ada keyword di judul (dengan panjang karakter judul maksimal 55 karakter)

b. Ada keyword di permalink (dengan panjang karakter permalink maksimal 75 karakter dari http/https)

c. Ada keyword di meta deskripsi (dengan panjang karakter deskripsi maksimal 155 karakter)

d. Ada keyword di 150 karakter paragraf pertama

e. Jumlah kata dalam artikel lebih dari 600

f. Ada H1 (heading), H2 (sub heading), dan H3 (sub sub-heading)

g. Ada keyword di H1 dan H2

h. Ada keyword di nama image

i. Ada judul dan alt image di image / video

j. Terdapat link internal (tautan ke artikel lain dalam blog kita)

k. Terdapat link eksternal (tautan ke artikel luar blog kita yang relevan) , maksimal 2

l. Inspeksi ke Google Search Console

Nah lo, 12 checklist. Kenyang banget dikasih beginian, kan. Wkwkwk. 

Cara menaikkan domain authority

Checklist ini harus dipenuhi saat kalian ingin membuat tulisan SEO On Page – friendly. Kalau kalian tim WordPress dan pakai plugin Yoast, saya jamin dengan menerapkan checklist di atas Yoast kalian akan jadi hijau, yang artinya  SEO On Page artikel itu sudah bagus.

Checklist itu bisa banget membantu kita saat ingin membuat artikel baru atau mau merevisi artikel lama. Jangan lupa setiap revisi artikel lama HARUS di-inspeksi-kan ke GSC ya. Supaya lebih afdhol saja, Kisanak.

Ohyaa, ngomong-ngomong ada yang masih bingung ga dengan keyword? Masih donk. Masih ya? Ya? Ya??? *koq maksa banget?

Ok, kalau kalian masih bingung dengan keyword (anggap aja begitu), saya pengen nulis spesial tentang keyword ini, tapi rasanya tulisan ini aja bakal panjang. Jadi insya Alloh nanti mau buat artikel tersendiri untuk si kata kunci ini, karena saya bener-bener mau mengistimewakan si doi yang bertahun-tahun tak kunjung kupahami isi hatinya maknanya padahal posisinya sangat penting sekali. 

Thanks to Coach Irwin yang sudah kasih materi sedaging ini. Alot tapi pelan-pelan dijalani malah jadi ketagihan liat yang ijo-ijo (Yoast ya, bukan duit).

 

3. Menerapkan SEO Off-Page untuk menaikkan Domain Authority

Jika SEO On-Page tentang ngubek ngubek website sendiri, maka SEO Off-Page tentang: ngubek ngubek website orang. Yah, sederhananya begitu. 

Ngubek ngubek nya bukan dalam konotasi negatif ya. Maksud saya optimasi website kali ini datangnya dari luar website kita. Dengan kata lain kita membuat backlink dari luar yang mengarah ke blog kita. Ini adalah salah satu cara menaikkan Domain Authority yang ampuh banget. 

Backlink-nya pun sebaiknya cari yang DO-FOLLOW dan BUKAN NO-FOLLOW. Backlink do-follow artinya link tersebut mengizinkan bot untuk merayapi website kita, sebaliknya jika no-follow berarti link tersebut tidak mengizinkan bot melakukan perayapan.

Jadi, bagaimana sih contoh konkrit SEO Off-Page?

Apakah dengan melakukan blog walking itu sama dengan SEO Off-Page? Kan menanam link juga di blog orang dan mengarah ke blog sendiri. 

Ternyata, menurut para coach blog walking tidak memberikan dampak signifikan karena kebanyakan backlink yang ditanam berstatus no-follow. 

DOH, capek-capek BW ternyata kebanyakan no-follow toh? Pantesan udah rajin BW tapi DA tetap istiqomah. Well, sebenarnya manfaat BW ga sekedar ngejar skor DA semata, melainkan traffic silaturahim antar blog dan saling support. (Tulus banget ngomongnya, Bu).

Lalu, jika SEO Off-Page susah diterapkan dengan BW, kita pakai apa donk?

Naaah, kali ini giliran Coach PW yang memberi ilmu. Jadi, masih menurut beliau SEO Off-Page akan lebih berarti bermakna jika kita menanam link di website besar yang mengizinkan link keluar secara do-follow. Misalnya ladiestroy.id atau viva.co.id. Kalian bisa bikin akun di sana dan menulis artikel di akun kalian lalu membuat backlink menuju blog kalian.

Gimana? Udah paham, kan?

Kalau kalian udah paham dan menerapkan ini, menaikkan DA serasa menjentikkan jari seperti yang dilakukan para blogger mastah. Kalau saya? Ibarat masih meraba-raba dalam gelap, tapi liat ada selasar cahaya di depan, jadi sudah tau posisi dimana tinggal memaksa diri untuk rajin “nanam-nanam” link. 

Kalau menurut saya, SEO Off-Page ini lebih menantang dibanding On-Page. Kalau On-Page kan kita tiap hari ketemu blog kita, udah familiar banget, tapi kalau Off-Page mainnya ke website orang jadi perlu jam terbang yang tinggi untuk bisa memahami tiap karakteristik website luar. 

 

Pengalaman Mengikuti Kelas SEO Selama Sebulan

Ok, sebelumnya izinkan saya mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada Coach Irwin dan Coach PW yang sudah membuat kelas ini secara gratis khusus DA imut-imut seperti kami.

Iya, jadi syarat untuk diterima kelas SEO gratis ini adalah DA nya ga lebih besar dari 10. Gratis tis tis. Padahal di luar sana dengar-dengar kelas SEO minimal 200.000 – 500.000. Alamakjang, baru kali ini aku merasa bersyukur punya DA kecil. Hahahaha.

Selain ilmu SEO gratis, kami juga difasilitasi MOZ PRO! Bayangin, Guys! Disewain akun Moz Pro 3 buah untuk 30 murid-muridnya selama sebulan! Setau saya perbulan 1 akunnya 99 USD. Hmmmmmmm….

Makanya saya bilang di awal tadi, ini udah macam berkah Ramadhan aja. Saya yang ngeblog 3 tahun baru kali ini merasa melek banget, padahal 1 tahun terakhir pakai WP dan instal Yoast teteup aja ga ngerti SEO *lempar bantal.

Semoga rezeki para coach yang sudah bersedia membimbing kami dilapangkan Alloh. Amiin Ya Mujiib!

Hanya saja, sayang sekali waktu kelas dimulai bertepatan dengan bulan puasa dan ndilalah saya juga sudah terlanjur punya rencana ikut 3 lomba di bulan itu. Jadi, yah bisa ditebak, pikiran terbagi dan ga bisa fokus. (Gaya amaat yaaak rajin ikutan lomba, menang aja kaga pernah).

 

Pengalaman Memakai Moz Pro

Moz Pro ini adalah fasilitas premium yang disediakan Moz. Di dalam Moz Pro kita bisa mengetahui lebih banyak laporan-laporan kesalahan blog kita. Ibaratnya, catatan “genteng bocor” semua ada di sana, mulai dari laporan URL Too Long, Title Too Long, Missing Meta Description, 404 Issues, jumlah backlink do-follow dan no-follow, daaan masih banyak lagi. Lain kali saya perlihatkan skrinsyut nya ya.

Dan tugas kami di sini fokus memperbaiki segala hal yang berhubungan dengan metadata issues dan critical crawling issues. 

 

Hasil Belajar Selama Sebulan

Adapun perubahan yang terjadi selama sebulan ini, diantaranya;

1. Makin rajin memperbaiki artikel lama agar sesuai kaidah SEO On-Page. Padahal saya tipe yang paling malas ngubek-ngubek artikel lama. Prinsip saya, yang lalu biarlah berlalu, tidak usah diungkit-ungkit *ga nyambung *lempar bantal lagi. Serius, saya paling malas kalau disuruh membenahi artikel lama. Tapi, setelah ikut kelas ini saya yang awalnya terpaksa lama-lama malah semacam ketagihan, apalagi artikel lama memang SEO nya minus banget, jadi pas membenahi dan Yoast berubah jadi hijau rasanya tambah semangat!

2. Ga lagi asal nulis dan bikin judul panjang kek kereta api, hahahaha. karena balik lagi ke materi awal, bahwa Google senangnya judul maksimal 55 karakter. Intinya sekarang kalau nulis sudah auto tau urutannya. Number one is: RESEARCH KEYWORD, dan untuk selanjutnya selalu patuh kaidah SEO On-Page

3. Mulai melirik website besar untuk menulis artikel di sana dengan tujuan tanam backlink

4. DA naik 2 poin selama sebulan

5. Jumlah klik dan tayangan website versi GSC naik 2x lipat

6. Lingkar pertemanan bertambah karena punya teman baru sesama murid di kelas ini

Baca juga: 3 Strong-Reasons I Have A Blog

***

Ok, teman-teman. Sampai di sini dulu sharing cara menaikkan Domain Authority hasil ikut kelas SEO Coach Irwin dan Coach PW. Ada 1 materi lagi sebenarnya yang pengen banget saya bahas tapi kayaknya mending saya pisah jadi 1 artikel aja. Supaya bisa dipahami satu-satu. Tunggu kelanjutan materi blogging lainnya ya. Semoga bisa ditulis sesegera mungkin.


Latifika Sumanti

Mom of two, long life learner. Part time blogger, full time mother. Beauty, health, and parenting enthusiast

3 Komentar

Ainkgo Id · Mei 30, 2020 pada 9:38 pm

DA ngaruh sama adsense apa yah?
Garagara aku ganti domain, Adsense belum juga balik padahal artikel lama

    Latifika Sumanti · Mei 31, 2020 pada 4:25 am

    kalo ganti domain bukannya ngulang dari awal ya? Semua traffic dan DA juga. Jadi mungkin itu yang bikin adsense nya belum balik

Bagaimana Membuat Artikel Ramah Mesin Pencari · Juni 14, 2020 pada 5:17 am

[…] Baca juga: Kelas SEO 30 Hari  […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *