www.latifika.com WP
Blogging Review product

Pengalaman 6 Bulan Berprovider Dewaweb: Suka Duka Amatir BerWordPress

Assalamu’alaikum….

Bonjour everyone

Seperti yang tertulis pada judul, kali ini aku mau berbagi pengalaman menggunakan hosting di Dewaweb atau lebih universal lagi: cerita suka duka ber-WordPress selama 6 bulan. Mungkin tulisan kali ini hanya bisa dipahami oleh sesama bloger saja karena banyak istilah-istilah dalam blogging.

Sebelumnya kita bahas sedikit tentang pengertian hosting. Menurut idebagus.com, sebuah jasa web solutions, hosting diartikan sebagai penyewaan tempat untuk menampung data-data yang diperlukan oleh sebuah website dan sehingga dapat diakses lewat Internet.

Tapi, hosting ini ada yang gratis loh (tidak menyewa, benar-benar FREE!) dan ada yang berbayar. Platform Blogspot dan WordPress.com adalah termasuk yang menggratiskan hosting untuk penggunanya. Sedangkan yang berbayar adalah blog dengan platform WordPress.org seperti blog yang sedang kalian baca ini. Blog kedua ini aku kelola dengan menggunakan platform WordPress.org alias self-hosted WordPress.

Loh, bedanya dengan WordPress.com apa?

Setau aku yang masih piyik ini WordPress.com itu bisa gratis sehingga  harus terikat aturan, tidak bisa kustom blog semaunya, plugin sangat amat terbatas, tidak bisa punya domain sendiri (hanya bisa punya subdomain yang belakangnya ada emberl-embel wordpress.com), dan kalaupun mau upgrade plugin harus bayar danujung-ujungnya malah mahalllll kalau dibandingkan punya self-hosted WordPresswww.latifika wordpress

Koq tau sih?

Iya, piyik-piyik begini aku sudah pernah punya blog versi WordPress.com, Blogspot, dan terakhir WordPress.org ini. Dua pertama sudah almarhum (ga osah al-fatihah plis *wkwkwk) dan yang masih eksis cuma yang ini, www.latifika.com. Jadi, adalah ya sedikit-sedikit tau …. (Suhu, mastah, senior, kalau ada yang salah tolong kasih tau ya, jangan ditoyor *wkwkwkwk).

Ok, sudah ngerti kan?

Jadi, platform apa yang mau dibahas nih?

Sudah pasti yang WordPress.org donk alias WordPress self-hosted atau bahasa gampilnya blog WordPress yang hostingnya milik kita yang kita sewa tempatnya dari provider.

Jadi, blog itu terdiri dari paket komplit hosting, domain, dan data di dalamnya. Hosting itu ibarat sebuah rumah dan domain adalah alamatnya. Nanti setelah kita sewa hosting (yang biasanya bundling dengan domain, tergantung paket yang dipilih), lalu kita akan diberikan “kunci” untuk masuk ke “rumah” yang kita sewa.

“Kuncinya” berupa cPanel yang diberikan oleh provider hosting. Lalu dari cPanel itulah kita bisa memulai build-up “rumah”.

Kita diberikan keleluasan mengoprek-oprek dalam rumahnya tanpa dikenai charge. “Rumah” mau diganti catnya kek, ganti furnitur dalam kek, ganti desain taman muka belakang kek, bebasssssss. Berbeda dengan WordPress.com, jika ingin upgrade bakal kena charge karena rumahnya udah gratis dipinjamkan.

Gitu loh gampilnya.

Eh, Ya Alloh….ga nyadar si amateur-blogger ini bikin prolog udah 350 kata, ga tau juga yang ditulis udah bener apa kaga ya, hahahaha. Yawdah ya, kita lanjut ke pengalamanku membeli hosting di provider baru di perkancahan dunia website Indonesia, Dewaweb.

Pengalaman Membeli Hosting di Dewaweb

Sejak blog pertamaku mengalami gonjang ganjing alias diobok-obok sama hacker sejak Februari 2018 aku sudah terpikir mau hijrah dari Blogspot ke WordPress.org, cuman karena biaya yang mahal untuk hosting bikin aku maju mundur. Akhirnya bulan Mei 2019 ada blogger yang menawarkan hosting, hadiah lomba review, dan karena dia platform Blogspot yaa ga kepake lah itu hosting, akhirnya ditawarin di grup. Langsung deh eikeh beli dengan harga di bawah harga normal setelah nego-negoan tipis.

Alhamdulillah…

Lalu, perjalanan alot pun dimulai. Yakali emak dasteran yang ahli di bidang perdapuran dan perlaundryan disuruh utak atik cPanel. Apa-apaan ini??????

www.latifika contoh cPanel
sumber: hostingfacts.com

Perasaan kemarin duluuu pas mulai pakai Blogspot ga sesusah ini, huaaaaaaa, apa aku balik lagi aja ya ke Blogspot …..*EHHH!!

Lalu gimana? Teman-teman di grup FBB juga semua pakai Blogspot lagi. Ada sih satu teman di grup alumnus SD yang pinter web dan programming. Tapi rasa-rasanya koq terlalu nganu ya kalau pinjamin “kunci” ke orang lain. Akhirnya jalan keluarnya adalah………..aku minta bantuan Ninja, sebutan untuk tim support Dewaweb yang katanya siap 24/7.

Singkat cerita akhirnya blog baru pun berdiri, dengan bantuan Ninja *wkwkwkw *teteuup. Alhamdulillah…..Tapi masih kosong, melompong. Aku langsung berniat pindahin semua tulisan di blog lama ke blog baru ini. Berbekal Google aku tau ternyata ada plugin untuk “boyongan”, cari aja ya plugin migrasi (fitur plugin ada di dasbor).

Awalnya aku kira bakal riweuh loh (mikirin url postingan yang harus diubah manual, backlink internal, foto-foto yang acak adul, endebre endebre) eh ternyata………. masya Alloh, sekali klik semua selesai. Benar-benar boyongan semudah menjentikkan jari.

Lalu rencanaku, si blog lama www.fika-su.com aku jadikan blog keduaku, buat dummy blog kata orang. Tapi karena jari yang terbiasa dengan tombol di dunia nyata, putar mesin cuci dan kompor, tiba-tiba harus klak-klik-klak-klik di dunia virtual yang antah berantah, akhirnya -singkat cerita- membuat blog lama malah almarhum, hiks. Gagal dah mau punya dummy blog.

Ok, balik lagi…. Setelah aku selesai boyongan dengan plugin, aku mulai mengatur rumah ini, mulai dari kustom tema dan widget sedikit. Kaku banget lah, adaptasi rumah baru yang beda platform ini effortnya lumayan besar untuk IQ aku yang segini, wkwkwkwk. Jadi, kemarin tu sempat stuck pasang tema dan header blog karena pakai HP doank dan akhirnya minta bantuan teman SD yang saat itu bantuin aku againts hackers. Sekarang sih sudah bisa sendiri karena udah terbiasa liat dasbornya dan memberanikan diri uplek-uplek. (((uplek-uplek)))

Tema dan header pun terpasang, yeaaay. Ibarat rumah tu kaya udah dicat baru dan dipasang plank nama di taman depannya.

www.latifika.com cat rumah
Tema blog ibarat cat rumah

 

6 Bulan Pun Berjalan…..

Di 5 bulan pertama blog baru ini jujur aku males-malesan menulis, karena merepotkan sekali memperbaiki tampilan dan tetek bengeknya, eror thumbnail lah, SEO yang kacau lah, page loading yang lama lah, sampai yang mengerikan adalah notifikasi Gmail bahwa ada 2x trial dari luar untuk menjebol emailku. Maka, aku yang pelupa ini mau ga mau harus 2x ganti password e-mail. Semua urusan teknis begini otomatis menyedot energi dan semanagtku untuk menulis.

Aku memang masih trauma berat dengan hijackers. WTH!!!!

Tapi, kemudian semangat menulis tumbuh sekitar satu bulan ini. Writers block kali ini dipecahkan oleh sebuah tulisan terpanjangku, 2900 kata. Setelah menulis itu perlahan aku mulai memperbaiki lagi apa yang kurang dari blog ini. Bekalku hanya Google dan Ninja, karena ya …..aku bingung juga mau nanya siapa, takut merepotkan orang dengan kerepotanku. Semua perihal WordPress.org -yang aku banyak ga taunya- aku cari di Google. Setelah itu aku jalankan tutorialnya, jika stuck aku menghubungi Ninja Dewaweb  melalui chat. Dan para  Ninja  mereka  sangat   responsif,  so helpfull .

Untuk tim support system Dewaweb ini menurutku sangat membantu dengan ke-gercep-an mereka. Menyenangkan sekali saat kita dapat masalah dan kebingungan harus apa lalu menghubungi mereka dan responnya sangat cepat sekali. It’s so impressed me.

Klaim support system 24/7 sepertinya benar adanya, karena aku pernah menghubungi mereka pagi siang sore bahkan subuh dan mereka online loh. Apalagi ketika kita mengutarakan masalah mereka tidak hanya menyodorkan link tutorial (yang pernah aku alami di penyedia domain sebelumnya) dan menyuruh kita memperbaiki sendiri, tapi mereka juga yang eksekusi. Mungkin karena mereka punya akses cPanel semua customer kali ya.

Pokoknya bagi aku emak dasteran yang cuman bisa nulis tapi ga bisa uplek-uplek hitech tim Ninja Dewaweb sangat membantu.

Masalah teknis pun bisa diatasi sedikit demi sedikit, postingan pun perlahan-lahan mulai rajin diupdate walau belum bisa berjadwal (masih sesuka hati, huhuhu), implikasinya kunjungan juga naik drastis 300% dari sebulan lalu -walau masih jauh juga dibanding sesama lifestyle blogger-, tapi tetap alhamdulillah ala kulii haal.

Setelah 6 bulan berjalan ini belum pernah ada laporan downtime dari sesama blogger atau pembacaku yaa karena emang masih sedikit, huahaha. Jadi, sejauh ini masih aman-aman aja, alhamudlillah.

Cumaaann…..

Setelah aku baca-baca lagi rekomendasi provider hosting dari penasihathosting.com 2 hari lalu, aku langsung galau begitu dia  tidak memasukkan Dewaweb ke dalam 17 provider yang diujinya. Padahal 6 bulan lalu saat aku survey pilih provider hosting, nama Dewaweb masih diperhitungkan. Kenapa sekarang dikeluarkan? Dari kolom komentar pun kalau ada yang tanya perihal Dewaweb dia hanya bilang “rahasia” atau “no comment”. 

Tuh kan, bikin aku H2C aja…..Mudahan ga ada masalah yang besar ya.

 

Jadi, intinya…..

Jika aku boleh bilang aku lebih enjoy dengan WordPress.org dibandingkan Blogspot, karena di sini tersedia banyak plugin yang bisa dimanfaatkan untuk: memperbaiki performa blog (optimasi gambar biar ga menghabiskan space sampai memperbaiki page loading time), memaksimalkan SEO artikel, proteksi blog, dan fitur-fitur lainnya yang sangat membantu tanpa perlu utak atik lautan code script yang sangat horor itu (hanya saja kita harus pintar memilih plugin penting saja karena akan memakan banyak space disk di cPanel). Walaupun yaah untuk itu semua kita harus rela membayar lebih untuk sewa self-hosting nya.

Sekian dulu ya cerita kali ini. Semoga ada manfaatnya.

Wassalam…..

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *