Education Parenting Tumbuh Kembang

Mengenal AJT CogTest, Metode Tes Kecerdasan Paling Mutakhir Saat Ini

“Bu, ini ada pendaftaran buat tes IQ ya. Siapa yang mau daftar bisa per hari ini sampai Senin”

Begitu kira-kira kata bunda Muthia, sebutan untuk guru di TK anak saya saat memberitahu orangtua murid di grup WhatsApp perkara kegiatan tes IQ yang akan dilakukan sebentar lagi.

Saya lihat beberapa orangtua mendaftarkan anaknya untuk ikut. Saya tidak langsung mendaftar, karena di kepala saya muncul banyak pertanyaan. Saya masih ragu sekali untuk ikut karena khawatir hasilnya justru tidak membawa dampak apa-apa bagi anak saya.

Muthia pada waktu masuk TK pertama kali termasuk anak yang kurang menonjol. Dia memang suka berhitung dan main puzzle, tapi dia tidak pernah menyanyikan lagu dengan lirik yang tepat alias suka lupa, akibatnya di kelas dia pasif, tidak berani maju ke depan dan dia sering dibully teman-temannya, dibuat menangis, tidak ditemani.

Bagaimanalah kalau ternyata tes IQ-nya juga tidak bisa meningkatkan kepercayaan dirinya?

Kemudian saya lihat lagi foto surat pengantar tes IQ tersebut yang dilampirkan di grup WA. Nama lembaga tes tersebut kemudian saya cari tau di internet. Nihil, tidak ada. Bagaimana bisa?

Maka, makin tegaslah keraguan saya yang sudah terbit sejak awal karena melihat surat pengantar yang hanya berupa fotokopian yang sudah dikopi berpuluh-puluh kali; tulisan blur dan posisi miring. Bagi saya penampakan seperti itu sudah cukup memberi kesan kurang menyenangkan.

Saya pun tidak berpikir dua kali lagi untuk mengabaikan tes IQ itu. Bukan soal biaya, tapi soal menyanderakan kepercayaan diri anak dengan lembaga tes yang kredibilitasnya sangat diragukan. Itu sangat tidak sepadan.

Beberapa bulan kemudian setelah kejadian itu, wara-wiri di gawai saya informasi tentang sebuah tes kecerdasan yang konon katanya menggunakan metode tes kecerdasan ter-mutakhir.

Wuih, penasaran donk mutakhirnya dimana. Ternyata nama tesnya #AJTCogtest. Karena penasaran saya coba kulik lagi lebih dalam informasi tentang istilah tersebut.

Apa Itu AJT-Cogtest 

Setelah mengunjungi websitenya saya jadi banyak tahu tentang tes kecerdasan ini. Ternyata, AJT-Cogtest alias AJT Cognitive Test adalah tes kognitif yang bisa memetakan kelebihan dan kelemahan belajar anak, sehingga orangtua dan guru bisa memahami anaknya lebih baik lagi.

Jadi, bedanya dengan tes IQ biasa adalah #TesKognitifAJT tidak terpaku pada nilai tes berupa angka saja, (misal IQ-nya 103. Itu thok) tapi lebih kepada pemetaan potensi kecerdasan anak karena dilakukan secara komprehensif.

Siapa yang bisa ikut AJT-Cogtest? 

Semua siswa yang berusia 5 – 18 tahun bisa mengikutinya. Dengan kata lain anak TK sampai SMA bisa tes kecerdasan di sini.

Apa landasan teori yang dipakai dalam AJT-Cogtest? 

Tes yang dikembangkan oleh PT Melintas Cakrawala Indonesia (MCI) ini dikembangkan berdasarkan teori kecerdasan termutakhir, yaitu teori Cattell – Horn – Carroll (CHC Theory), yang penelitiannya dilakukan lebih dari 4 tahun dengan melibatkan 5.000 siswa di 6 provinsi Pulau Jawa dan sudah diuji coba ke 10 sekolah se-Jabodetabek.

AJT-Cogtest yang dipakai oleh PT MCI bekerjasama langsung dengan pakar CHC Theory dari Amerika Serikat, Dr. Kevin MacGrew.

Dari 16 kemampuan luas pada manusia, MCI mengambil 8 untuk dimasukkan dalam tes kognitifnya. Ke delapan kemampuan luas ini adalah: Penalaran Cair (Gf), Pemahaman-Pengetahuan (Gc), Memori Kerja Jangka Pendek(Gwm), Efisiensi Belajar (Gi), Kefasihan Penerimaan (Gr), Kecepatan Pemrosesan (Gs), Pemrosesan Visual (Gv), Pemrosesan Auditori (Ga), dan Kemampuan Psikomotor (Gp).

Kalian merasa asing ga sama istilahnya? Pasti donk, karena biasanya yang familiar adalah; kecerdasan natural, intrapersonal, interpersonal, musik, angka dan logika, linguistik, kinestetik, dan visual-spasial.

Nah, AJT-Cogtest beda. Berikut uraiannya yang saya ambil dari website MCI.

1. Penalaran cair (Gf) adalah Penggunaan prosedur yang disengaja dan terkendali (seringkali membutuhkan perhatian yang terfokus) untuk memecahkan masalah baru “di tempat”, yang tidak dapat dipecahkan dengan menggunakan kebiasaan, skema, naskah yang sebelumnya  pernah dipelajari.

2. Pemahaman-pengetahuan (Gc) adalah kemampuan untuk memahami dan mengkomunikasikan pengetahuan bernilai budaya; yang mencakup kedalaman dan keluasan baik secara deklaratif maupun prosedural dan keahlian, seperti bahasa, kata, dan pengetahuan umum yang dikembangkan melalui pengalaman, pembelajaran dan akulturasi.

3. Memori kerja jangka pendek (Gwm) adalah kemampuan untuk menjaga dan memanipulasi informasi dalam perhatian aktif. Pikiran mental alas atau meja kerja.

4. Efisiensi belajar (Gi) adalah kemampuan untuk belajar dan mengkonsolidasikan informasi baru selama periode waktu diukur dalam hitungan menit, jam, hari dan tahun.

5. Kefasihan penerimaan (Gr) adalah kedalaman, keluasan, dan penguasaan pengetahuan deklaratif dan prosedural yang spesifik (pengetahuan yang tidak dimiliki oleh semua orang).

6. Kecepatan pemrosesan (Gs) adalah kemampuan untuk mengendalikan perhatian yang secara otomatis, cepat dan lancar melakukan tugas kognitif berulang yang relatif sederhana. Kefasihan atau ketepatan atensi yang disengaja.

7. Pemrosesan auditori (Ga) adalah kemampuan untuk membedakan, mengingat, menjelaskan dan bekerja secara kreatif pada rangsangan pendengaran, yang mungkin terdiri dari nada, suara lingkungan, dan unit ucapan.

8. Kemampuan psikomotor (Gp) adalah kemampuan untuk melakukan gerakan motorik tubuh  yang terampil (misalnya, gerakan jari tangan, tangan, kaki) dengan presisi, koordinasi, atau kekuatan.

Nah, 8 kemampuan ini yang ada pada manusia kebanyakan. Dan masing-masing anak punya kemampuannya tersendiri yang menjadi gaya belajarnya. Ada yang cepat menangkap pelajaran dengan mendengarkan saja tapi lemah di hal lain. Ada yang hanya dengan memperhatikan skema dia bisa menghubungkan semuanya. Tapi ada juga yang jika hanya mendengarkan guru menjelaskan semua informasi itu seperti abjad yang berhamburan di kepalanya, tapi ketika dia masuk laboratorium, menguji sendiri semua dapat dipahami dengan mudah.

Kelebihan dan kekurangan ini harus diketahui orangtua agar bisa mengarahkan anak pada gaya belajar yang tepat.

Coba deh simak video berikut ini.

Siapa yang melakukan tes? 

AJT CogTest dilakukan oleh psikolog yang  sudah mengikuti pelatihan dan disertifikasi oleh PT MCI dan hasilnya akan dikirimkan berupa softcopy melalui email dalam waktu 7 – 14 hari kerja setelah tes dilakukan.

Dilakukan oleh psikolog bersertifikat dari PT MCI

Laporan personal AJT CogTest diberi kode warna agar mudah dimengerti; warna hijau untuk kekuatan anak, warna biru untuk keterampilan yang berkembang, dan warna kuning untuk keterampilan yang membutuhkan dukungan.

Berapa biayanya?

Tes ini terdiri dari 2 opsi yang bisa dipilih oleh orangtua, yaitu;

1. CogTest Full Scale (Rp 760.000):
Mengidentifikasi 8 (delapan) kemampuan kognitif yang lengkap yang penting untuk proses pembelajaran (Penalaran Cair, Pemahaman Pengetahuan, Memori Kerja, Pemrosesan Visual + Efisiensi Pembelajaran, Kefasihan Penerimaan, Pemrosesan Auditori, Kecepatan Pemrosesan)
Administrator Tes AJT CogTest bersertifikat MCI (Administrasi ujian)
Psikolog AJT CogTest bersertifikat MCI (Pelaporan & Interpretasi)
Laporan Personal AJT CogTest
Akses Website dengan fungsi dashboard, download dan sharing.

2. AJT CogTest Comprehensive (Rp 1.200.000):
Bila seorang anak mungkin memerlukan analisis terperinci mengenai kemampuan kognitif tertentu, psikolog akan merekomendasikan tambahan sub tes

Sudah jadi lebih paham kan tentang metode tes kecerdasan termutakhir ini? #YukKenaliAnakKita dengan cari tau sebanyak-banyaknya informasi AJT-Cogtest di media sosial mereka;

Instagram: @melintascakrawalaid
WhatsApp CS: 087883258354
(Visited 13 times, 1 visits today)

0 thoughts on “Mengenal AJT CogTest, Metode Tes Kecerdasan Paling Mutakhir Saat Ini”

  1. Saya backgroundnya psikologi mbak, jadi bahasa diatas sering seliweran pas belajar dulu, bedanya perkembangan teknologi ikut mendukung alat tes saat ini dan itu bagus sekali. Pingin banget belajar lagi, soalnya lama ga diasah semenjak kerja dibidang yg lain😁 makasi infonya mbak, saya jadi makin semangat belajar lg deh..

  2. Biasanya saya mengandalkan insting untuk tahu minat dan bakat anak serta kelebihan dan kekurangannya. Jujur saya saya tetap butuh tes semacam ini, untuk lebih menguatkan insting saya sekaligus untuk lebih tahu arahan selanjutnya (harus gimana handle si anak).. Makasih sharingnya..

  3. Penasaran sama AJTCogtest mbak. Mau juga nanti saya aja anak ikut tes ini. Supaya tahu dimana kelebihan dan kekurangannya. Jadi kita sebagai orang tua bisa memaksimalkan potensi anak

  4. Pass banget aku baca artikel ini mba, aku emang dari beberapa waktu terfikir mau ikuti abang test, hanya saja belum dapet info tentang tes bagi anak-anak..

    soon deh aku coba cek ke tempat nya

  5. Bener juga ya mba fika, kalau psikotesnya gak meyakinkan, hasilnya juga diragukan, beda dengann AJT CogTest, apalagi disesuaikan dengan kesulitan pelajar di Indonesia ya

  6. Jadi tesnya sesuai dgn keadaan indonesia ya mba. Menarik.. aku baru pernah tes fp utk anak. Klo tes sejak dini bisa lebih cepat tau bakat mintanya dan bisa mengarahkan anak ya berarti..

  7. Wah sepertinya tes ini lebih efektif yah dibanding test IQ biasa jadi tau dimana potensi anak jadi ortu lebih bisa memberi pelatihan buat anak2 supaya lebih menonjol dan bakatnya kluar lagi

  8. Ohhh ada gitu lembaga penyedia tes IQ yg tidak kredibel ? Kupikir klo namanya tes IQ pasti dari tempat yg terpercaya. Bener Mbak sekarang mah apa2 bisa dicek di internet ya 🙂

    Aku belum pernah mengikutsertakan anakku buat tes IQ, soale bulan Juli baru masuk TK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *