Science Talk

Rumus Fisika dan Hukum Alam

Please, jangan ditutup dulu yak!? Jangan alergi duluan πŸ˜….  Ngobrol santai aja, yuk. Judul boleh berat, tapi isinya santai banget. Ga percaya?? Baca lah sampai selesai.

⏳⏳⏳
Fisika?? 

Apa yang ada di pikiran kalian?

Pelajaran paling asyik? Atau pelajaran paling horor?

Kebanyakan pasti setuju kalo fisika is the killer subject. Why? Dan kebanyakan menjawab karena fisika itu kebanyakan rumuss, pusing dan ga akan terpakai di kehidupan sehari-hari.

Emang begitu??? πŸ€”

Emang sih, si fisika ini sekilas nampak rumit bin ga jelas, terlihat susah dan ga aplikatif. Daripada sama fisika, mending temenan sama si fika aja *eh.

Ngapain coba menghitung berapa detik waktu yang diperlukan apel jatuh ke tanah jika diketahui tinggi pohon apel 5 meter? Buat apa menghitung perlambatan maksimal mobil agar tidak menabrak kucing yang berada 30 meter di depannya?

Ngapain coba, ngapain???

Seperti itulah kira-kira jeritan pilu di sanubari terdalam para murid (bukan saya, bukan sayaaa πŸ™ˆ)

Begitulah kalo sekolah kita cuma dicekoki teori dan rumus belaka. Setiap hari menghafal rumus beserta simbol-simbol dan berlanjut mengerjakan soal di hari yang sama.

Terus murid yang ga ada passion ke fisika sama sekali mendengus dalam hati “Ya kali bu, sopirnya sempat menghitung perlambatan rem yang harus dilakuin!? Yang ada kucingnya udah keburu lari liat mobil” πŸ™„.

Sayangnya sang guru pun terus berlari menjelaskan rumus berikutnya tanpa memperhatikan mimik-mimik bingung nan kasian sebagian besar siswanya *errrrrrrr

πŸ˜‚

Salah guru? Ga juga sih, guru juga dikejar target RPP, harus berapa lama selesaikan 1 bab, bagian yang mana yang keluar di kisi-kisi ujian. Alhasil, karena dibatasi waktu  dan tujuan pembelajaran hanya ingin mengejar kisi-kisi ujian akhir yang melulu tentang teori saja, sama sekali tidak aplikatif, sang guru pun mengesampingkan aplikasi rumus fisika dalam kehidupan sehari-hari.

Padahal memahami aplikasi ilmu dalam kehidupan itu sangat penting. Sepenting kalian menemukan the strong why kenapa harus mempelajari sesuatu.

Dan di sini saya mau mengulas sedikit dari rumus fisika yang familiar kita temui. Kalo kalian pernah mengenyam bangku SMA minimal kelas 1 pasti kalian tau rumus ini.

Ga, tenang aja, saya ga bakalan menjelaskan rumus fisika dalam konteks fisika sebenarnya. Saya mau mengajak kalian melihat aplikasi rumus fisika dalam kehidupan sehari. Hmm, bukan, ini bukan tentang gaya angkat pada pesawat terbang atau hukum III Newton pada roket apalagi tentang bentuk alam semesta menurut teori relativitas Einstein.

Ada yang mau sruput kopi dulu? Yuk mari silakan β˜•

1. Monday Sickness dan Hukum Kelembaman

Yang tetiba jadi pemalesan setiap malam senin siapa hayoh? Bayangan kembali ke rutinitas kehidupan kerja setelah berleha-leha di kasur nan empuk saat weekend memang menjadi sesuatu yang bikin kita sempurna terkena monday sickness syndrom. Kalian harus mengumpulkan lagi semangat yang membara di dalam dada untuk memulai hari SeninπŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯.

Ternyata itu sudah hukum alam, teman.

Dalam fisika ada yang namanya hukum I Newton. Ayolah, kalian pasti masih ingat, ini hanya pelajaran kelas 1.

Hukum I Newton berbunyi “Suatu benda akan tetap diam atau tetap bergerak jika tidak ada gaya luar yang mempengaruhinya”

Atau jika dituliskan rumusnya menjadi:  Ξ£F = 0

Hukum 1 Newton ini dikenal sebagai hukum kelembaman atau hukum kemalasan suatu benda. Maksudnya, benda yang diam akan tetap diam, benda bergerak akan tetap bergerak, benda itu “malas” mengubah keadaannya kecuali jika ada gaya luar yang mengubahnya.

Yap, sama kan dengan kita?

Jadi, untuk membuang rasa malas kita harus menemukan “gaya luar” yang bisa mengubah rasa malas itu. Yess, find your strong why, guys!

2. Tekanan Hidup dan Hukum Pascal

Apakah ada yang merasa beban hidupnya makin berat? Mungkin kalian bisa belajar dari Hukum Pascal.

Hukum Pascal ini berbicara tentang tekanan, di SMP sudah dipelajari koq.  Hukum Pascal mempunyai rumus;

p = F/A,  dimana p adalah tekanan, F adalah gaya, A adalah luas penampang.

Dari rumus itu kita dapatkan perbandingan linesr bahwa semakin besar gaya maka akan semakin besar tekanannya dan semakin kecil gaya akan semakin kecil juga tekanannya.

Intinya?

Kalo kita punya gaya hidup yang tinggi maka siap-siap dengan tekanan hidup yang akan menghampiri. Sebaliknya, kalo gaya hidup kita biasa aja, ga suka panas liat temen atau tetangga beli ini itu, jalan kesini kesitu, maka tekanan hidup juga lempeng-lempeng aja.

Kita selama ini berpikir bahwa menjadi orang kaya yang tinggal di rumah mewah itu enak, kasurnya empuk, kamarnya dingin, makanan bejibun tinggal ambil di kulkas, uang? Ngalir deras, seperti air kran.

Itu yang kasat mata oleh kita. Kita ga tau kan kalo sebenarnya orang kaya itu tiap malam bisa jadi ga bisa tidur nyenyak karena mikirin rumah dan hartanya, ga bisa makan enak karena komplikasi penyakit atau banyak pikiran karena dikejar-kejar permasalahan bisnisnya yang datang silih berganti.

So, jadi orang dengan gaya hidup selangit atau biasa aja, tekanan hidupnya juga akan mengiringi.

Kalian pilih yang mana?

Yang berat itu bukan hidup apalagi rindu, tapi gaya hidup

3. Jaga Jarak, Belum Halal, dan Hukum Coloumb

Diingat lagi yuk materi Fisika SMP kelas 3 ini, tentang gaya listrik statis alias hukum Coloumb.

Rumusnya adalah F =k(Q1.Q2) / R^2

F adalah gaya Coloumb atau gaya listrik statis yang akan bernilai besar jika muatan listrik Q1 dan Q2 juga besar. Gaya Coloumb juga bernilai besar jika jarak R kedua muatan kecil. Dan berlaku pula sebaliknya.

Kalo di dalam agama saya, dimana urusan pergaulan antara lelaki dan perempuan diatur sangat ketat, ada aturan jelas bagi yang belum menikah. Para bujangse-bujangse itu harus menjaga jarak dan mengelola rasa merah jambu yang bersemi di hati dan bersemu di pipi *eaaaaa.

Karena apa?

karena semakin kalian berdekatan maka “gaya tarik” nya akan semakin besar, dan itu bahaya gaess 😈. Tapi sebaliknya, jika kalian menjaga jarak dan hati, tidak berdekat-dekatan dan tidak saling mengumbar perasaan, maka “gaya tarik” nya juga akan minim.

Jadi, jaga jarak sebelum halal, yess?!

4. Make Your Move dan Rumus Usaha

Rumus usaha yang saya maksud adalah w = F x s.

dimana w = usaha,  F = gaya,  s = perpindahan

Kalo ada seseorang yang mendorong balok besar dengan gaya 10 Newton dan benda berpindah sejauh 1 meter dari titik semula maka orang itu dikatakan sudah mengeluarkan usaha.

Tetapi, jika ada seseorang yang mendorong tembok namun tembok tidak bergeser semili pun maka orang itu dikatakan tidak melakukan usaha, sekalipun dengan gaya 100 Newton.

Maka, hal yang sama akan terjadi dengan kita jika kita tidak terlihat ada perubahan apa-apa kita akan dinilai sebagai orang yang tidak berusaha, walaupun sebenarnya kita sudah mengusahakan.

Intinya, keluarkan “gaya” dan “berpindah” dari posisi semula. Make your move, fellas!

Baca juga: My 2018 Resolution 


5. Siklus Kehidupan dan Gerak Parabola

Salah satu materi fisika yang sering kita temui adalah gerak parabola. Materi ini sangat aplikatif karena sering kita lihat. Gerakan bola sepak yang ditendang jarak jauh, tembakan 3 poin shooting pemain basket, dan juga gerakan shuttlecook yang bergulir kesana kemari pada permainan bulu tangkis, semuanya adalah contoh nyata gerak parabola.

gerak parabola dengan referensi sudut x, y
sumber: instafisika.com

Gerak parabola adalah gerak dengan lintasan setengah lingkaran yang berawal dari titik 0 x,y dan berakhir pada titik 0 x,y. Dengan lintasan setengah lingkaran praktis membuat gerakan ini mempunyai momen saat berada di titik terendah dan tertinggi.

Begitu pula manusia dan siklus kehidupan. Manusia yang berawal dari bayi, yang semuanya serba dibantu, kemudian tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak, kemudian remaja, dan akhirnya pelan-pelan bisa mandiri dalam segala hal. Bekerja dan menikah lalu punya anak, inilah masa-masa paling produktif kita. Setelah itu tubuh ini semakin lama semakin menjadi, ringkih, dan terjadi kemunduran perkembangan, menjadi “bayi tua” yang semuanya serba dilayani.

Kemudian semuanya kembali, berakhir di titik 0 kehidupan.

Itu hukum alam, teman. Tidak bisa kita menolaknya. Maka, siapkan diri sebaik-baiknya ketika gerak parabola kehidupan kita berada di puncaknya. Tau lagu ini ga?

Ingat 5 perkara, sebelum 5 perkara; Sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, hidup sebelum mati (lirik lagu Raya yang diambil dari hadist Rasulullah SAW) 

⏳⏳⏳

Itulah beberapa rumus fisika jika dimaknai dan dilihat dari sudut pandang berbeda. Fisika dan ilmu lainnya adalah ilmu Tuhan, diciptakan Tuhan,  dan yang ditemukan manusia hanya sedikit saja. Tidak akan ada yang bertentangan karena alam dan ilmu adalah ciptaan Yang Maha Kuasa yang berjalan bersesuaian.

Sudah banyak cerita para ilmuwan yang mendapatkan hidayah, kebenaran universal nan hakiki setelah mendalami disiplin ilmu mereka.

Yup, dari sel makhluk hidup mereka ‘menemukan’  Tuhan, dari luar angkasa  mereka ‘mendapatkan’ Tuhan. Jadi, kalo ada yang justru jadi atheis setelah mendalami ilmu, maka tenggelam kan!

Hayuk lah, jangan parno lagi sama fisika ya?!

Ok, sekian dulu tulisan saya kali ini. Semoga berfaedah dunia akhirat. Salam dari si fika, eh fisika maksudnya πŸ˜†πŸ€—πŸ€—

(Visited 18 times, 1 visits today)

15 thoughts on “Rumus Fisika dan Hukum Alam”

  1. Ngomongin fisika langsung inget guru SMA yang super duper killer. Ggggrrrhhh.
    Nggak pernah ada senyum di mukanya, dan kalau ada yang nggak ngerjain PR langsung suruh keluar kelas tanpa ampun.
    Udah gitu yang nggak pernah berubah, kalau ada kuis yang disuruh maju dan jawab udah pasti yang duduk di pojok. Makanya kalau ada pelajaran fisika pada dateng cepet-cepetan, biar terbebas dari kutukan pojok. Hahahahhaa.

    Eh kok aku jadi curhat ya? Maafkaaaan Mba Fika. Tulisannya keren, salam kenal ya^^

  2. Duh Fisika hahaha, sebenarnya asyik sih, tapi kadang suka ngos2an kalau dah ketemu soal2 hahaha
    Ternyata masalah2 dalam hidup kita mirip2 gtu yaaaa πŸ˜€
    Tapi yg menarik ternyata semua ada jalan keluarnya kalau mau diusahakan hehe

  3. Semua kehidupan jadi terkait dg ilmu fisika hiks keren tulisannya, aku dulu SMA jurusan IPA suka bngt sama rumus2 tetapi kuliah malah pindah jalur akutansiοΏ½οΏ½

  4. koq sama mba? pas smp dulu super dapet suka sama fisika, gurunya bisa banget mengaitkan dengan kehidupan sehari2. Dari sana aku jadi suka fisika…. pas sma ya ampun, butuh effort besar buat suka lagi

  5. Aku senyam senyum sendiri bacanya. Jadi ternyata segala permasalahan itu bisa dikaitkan dengan rumus fisika juga ya.
    Aku waktu SMP suka sih fisika, karena gurunya enak. Tapi pas SMA aku sebel karena gurunya tipe yang enggak mau jelasin. Kami murid-murid harus udah ngerti dengan belajar sendiri.

  6. Aku suka baca ini.. Hihi..
    Coba semua guru fisika anteng menjelaskan seperti ini ya. Ga bikin gugup kayak guru waktu sma itu. Pastinya anak juga suka. Aku dulu padahal suka sama fisika waktu smp. Kadang suka nyari jawaban yang ga ada juga dibuku sma. Penasaran deh, fisika sma gimana serunya? Ternyata fisika sma bikin magh n stress akut. Hahaha..

  7. ===> "Ngapain coba, ngapaiiiiin?" <=== I used to ask the same question. Wkwkwkwk…

    Dari dulu aku memang nggak suka pelajaran eksakta, termasuk fisika. Terlalu banyak rumus dengan simbol-simbol yg bikin kepalaku puyeng. Tapi, kalo dikaitkan ke kehidupan nyata gini, memang menarik banget jadinya. Jadi kangen masa-masa sekolah dulu.

    Betewe, closing-nya keren banget, Fika. Dari ilmu pengetahuan, kita bisa menemukan Tuhan. Aaahhh, betul sekali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *