Health Talk Lifestyle Science Talk

Merasa Pusing Saat Membaca dalam Mobil. Tanya Kenapa?

Assalamu’alaikum….

Setiap kali berada di dalam mobil saya selalu menghindari paparan gadget dalam waktu lama. Mungkin kalo sebentar saja bisa, sekedar membalas chat di WhatsApp misalnya. Tapi, kalo sudah mengikuti obrolan grup atau blog walking, yang notabene perlu waktu lama, wah saya angkat tangan deh. 
Ya kenapa lagi kalo bukan karena pusing setelahnya ๐Ÿ˜ฉ. 
Pusingnya itu macam perasaan ga nyaman (pake banget t-nya 12x) di kepala, mata, dan  bahkan sampai ke perut. Perasaan pusing itu dibarengi mual pengen muntah juga. Duh, udah kaya morning sickness aja. Apakah diriku hamil lagii?? *eaaaaa

Kalo kalian gimana temans? Suka pusing gitu juga ga?

Sebelum membahas kenapa pusing saat membaca dalam mobil, saya mau mengajak kalian untuk mencari tau dulu kenapa biasanya orang mabok dalam perjalanan (mabok loh ya bukan mabuk ๐Ÿ˜…).

Ada yang suka mabok di dalam mobil? Ada yang suka nyiapin minyak angin sampai plastik muntah kalo dalam perjalanan? Ada?

Karena saya mengalami jadi saya penasaran kenapa bisa gitu.  Kalian penasaran juga ga? Kalian mau tau apa yang terjadi dengan tubuh kalian?

Orang Mabok Perjalanan itu Karena….

Ketika berada di dalam mobil posisi kita adalah duduk. Kaki, tangan, dan seluruh tubuh kita dalam keadaan tidak bergerak sehingga otak menganggap tubuh kita diam.

Padahal…

Yang sebenarnya terjadi adalah kita bergerak, dan bukan diam. Kita bergerak karena mobil yang kita naiki bergerak.  Titik keseimbangan tubuh kita pun menginformasikan bahwa kita sedang dalam keadaan bergerak.

Kalian tau dimana itik keseimbangan kita? Di organ telinga bagian dalam. Dari suara-suara kendaraan yang berseliweran dan udara bergerak yang masuk ke dalam telinga adalah pesan yang dikirim ke otak bahwa kita sedang dalam keadaan bergerak.

Naah, ketika otak menganggap tubuh sedang diam sedangkan telinga-dalam memberi informasi bahwa kita sedang bergerak mengakibatkan otak menyimpulkan ada yang salah dengan tubuh kita. Tabrakan informasi itulah yang membuat otak mengeluarkan respon “keracunan” sebagai alarm bahwa ada yang tidak beres dengan tubuh. Hasilnya otak akan memerintahkan tubuh untuk mengeluarkan “racun” itu dengan mual dan muntah.

Ok, sampai sini sudah paham ya?

Jadi, jika saat berada dalam mobil saja membuat otak kita “tidak normal” apalagi jika ditambah dengan aktivitas membaca, entah buku atau hp. Maka, otak yang sedang kacau itu akan semakin kacau jika kita memaksakan untuk fokus membaca.

Bagaimana Solusinya

Sebagian kita menganggap bahwa membaca buku dalam mobil dapat menghindari kebosanan karena ditemani dengan aktivitas yang menyenangkan. Ternyata hal itu justru membuat kerja otak menjadi semakin rancu.

Lalu, bagaimana seharusnya?

Maka, yang seharusnya kita lakukan adalah dengan mengajak otak kita untuk sadar dengan posisi kita sebenarnya.

Tutup buku dan hp kalian lalu alihkan pandangan ke luar jendela, nikmati pemandangan yang ada kalo perlu jendelanya dibuka dan biarkan udara segar melingkupi kalian. Hal itu akan membantu otak untuk menyadari kondisi sesungguhnya, “Oh iya kita sedang bergerak dan bukan diam”, maka kemudian otak akan sinkron informasinya dengan telinga-dalam kita.

Sinkronkan otak dan telinga-dalam dengan melihat pemandangan, kalo perlu dibuka saja jendelanya
Tapi yang ini jangan dibuka jendelanya ya ๐Ÿ˜…

Hal ini sama dengan penggunaan ciput atau dalaman kerudung. Biasanya kalo ciput nutup telinga saya suka pusing kalo kelamaan pakainya. Kalian gitu juga?

Ciput yang menutupi telinga membuat telinga-dalam sebagai pusat keseimbangan tubuh mengirim pesan ke otak bahwa tubuh sedang dalam keadaan diam. Di sisi lain otak “berpendapat” bahwa kita bergerak, beraktivitas, berkegiatan, dan bukan diam.

Terjadi tabrakan lagi kan? Maka, tidak heran kalo kelamaan makai ciput yang menutup telinga lama-lama kita akan merasa pusing.

Kenapa Ada yang Tidak Pusing? 

Ternyata tidak semua loh mengalami hal serupa. Beberapa orang ada yang tidak bermasalah ketika membaca dalam mobil yang bergerak. Salah satunya adalah suami saya.

Kenapa ya?๐Ÿค”

Ok, for your information first,  manusia dianugerahi 6 panca indera (sebenarnya 7 tapi 1 nya lupa, ehee). 5 panca indera yang sudah kita kenal + 1 panca indera keseimbangan atau bahasa kerennya indera vestibular.

Naah, indera vestibular ini yang bertanggung jawab terhadap rasa pusing saat berada dalam kendaraan.

Di manakah letak pusat indera vestibular? Apakah bisa dilatih agar kita tidak lagi merasa pusing jika membaca dalam mobil? ๐Ÿค”

Tunggu jawabannya di tulisan saya berikutnya yaa….

Untuk #Science Talk kali ini saya cukupkan sampai di sini saja (tumben ga panjang? Iyaa, kan ga ada curcol kaya biasa, hahahah). Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan tentang tubuh kalian ya temans ๐Ÿค—

(Visited 6 times, 1 visits today)

0 thoughts on “Merasa Pusing Saat Membaca dalam Mobil. Tanya Kenapa?”

  1. Kalo baca buku atau main gadget di dalem mobil aku gak ngerasa pusing sih mbak. Tapi kalo pake daleman jilbab yang nutupin telinga, trus ngerasa pusing sih pernah beberapa kali. Aku nunggu tulisan lanjutannya yaaa

  2. Aku tergantung mood…
    Kalo lagi baik moodnya alias perjalanan lancar, no macet dan anak-anak terkondisikan dengan baik, aku bisa lahap baca buku atau e-book.
    Tapi kalo kaya kemarin, berjam-jam macet di Puncak ((sampai bisa camping diriin tenda)) ituutuuh…bikin aku mabok senewen kalo buka buku.

    ((padahal buku yang dibuka adalah buku self healing, tapi rasanya pingin makan orang!))

  3. Wah, ga sabar nunggu tulisan berikutnya mb fika. Aku jg mabokan sih tp kalau ada cemilan dan perut kenyang semua okeh. Haha. Intinya lambung aku masalah banget apalagi kalau dalam mobil. Mungkin perlu artikek khusus ttg lambung, mual bla bla.. *ah malah request haha

  4. Haa, jadi penasaran dengan panca indera vestibular. Ditunggu tulisan berikutnya Mbak Fika. Saya juga tipe orang yang merasa pusing kalau membaca dalam perjalanan. Jadi ya hal yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu saat di perjalanan ya melihat pemandangan di luar jendela, ngemil, atau ngobrol.

  5. Nah kukira cuma aku aja yang kalau pakai ciput nutup telinga kepala jadi sakit. Ternyata memang ada hubungannya ya. Salut deh sama yang tahan tiap hari pakai ciput nutup telinga itu. Heu

  6. Salah satu misteri dunia terjawab sudah. Wkwkwkwk…

    Kalo aku, supaya nggak mual waktu dalam mobil, biasanya aku bawa tidur aja. Dan entah kenapa, kalo dalam mobil tuh bawaannya selalu ngantuk, nggak kuat melek lama-lama. Jadinya klop ๐Ÿ˜€

    Aku suka banget rubrikmu yang membahas science-science kayak gini. Kutunggu lanjutan artikel ini yaaa ๐Ÿ˜‰

  7. Kok bener banget sih tulisan mba Fika ini. Aku sering banget kalo buka jendela, menikmati pemandangan diluar kalo lagi pakai mobil itu malah gak pusing tapi kalo sebaliknya malah pusing. Ternyata akibat kerja otak yang gak sinkron gitu ya.

    Makasih banget Mba infonya, bermanfaat banget. Bikin penasaran sama tulisan selanjutnya, ditunggu mba. Hihihi

  8. Kayaknya banyak yg pusing kalau lagi membaca pas di mobil ya, aku kira cuma aku aja ๐Ÿ˜€

    Pusingnya itu lumayan parah, bahkan buat melihat layar hape aja kalau terlalu lama bisa pusing sendiri. Gara-gara itu aku kalau dijalan jarang memperhatikan hp.

  9. Oh jadi karena itu alasannya?

    Kalau saya tergantung keadaan sih, yang jelas jangan baca buku, dijamin langsung migren hehehe.

    Kalau sekadar liat hape dalam keadaan perut kenyang, kondisi tubuh fit karena tidur cukup, insha Allah kuat-kuat aja.

    Tapi kalau sebaliknya, dijamin mabok bin migrain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *